Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Film Scary Stories to Tell in the Dark

by Paulus Ladiarsa
August 8, 2019
in Reviews
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sejak menggebrak lewat film horor berjenis found footage berjudul Trollhunter dan makin membuktikan kapasitas dirinya sebagai penyuguh film horor kontemporer lewat besutan berikutnya, The Autopsy of Jane Doe, nama sineas asal Norwegia, Andre Ovredal menjadi salah satu nama baru harapan genre horor Hollywood masa kini. Meski masih belum sebesar reputasi nama baru lainnya, seperti James Wan, Jordan Peele, Andy Muschietti, John R.Leonetti, Scott Derrickson, maupun Ari Aster, tidak bisa dipungkiri bagi kalangan pengamat dan penikmat genre horor, sepak terjang selanjutnya dari Ovredal cukup mengundang animo besar.

Terlebih, kali ini Ovredal berkolaborasi dengan sineas visioner Guillermo del Toro yang sudah lebih dulu menorehkan namanya sebagai penghasil film horor kontemporer berkualitas. Sedangkan, materi yang digarap juga sudah memiliki reputasinya tersendiri, yakni Scary Stories To Tell In The Dark.

Walaupun di kalangan penonton tanah air mungkin masih belum terbilang familier, perlu diinformasikan Scary Stories To Tell In The Dark bukanlah perihal yang asing dalam dinamika literasi horor dunia. Hasil dari buah pikiran Alvin Schwartz berupa kumpulan cerita horor pendek yang kemudian ia tuangkan dalam seri buku berjumlah total tiga jilid ini sejak dirilis pertamakali pada tahun 1981 menjelma menjadi karya yang populer pun kontroversial. Hal ini berkenaan dengan kontennya yang meski ditujukan untuk pangsa anak-anak namun berisikan muatan kekerasan dan hal-hal tak pantas lainnya.

Untuk versi penuangan layar lebarnya, storylinenya menceritakan upaya sepasang remaja yang berlomba dengan waktu menghentikan serangkaian teror supranatural. Dengan setting sebuah kota kecil bernama Mill Valley, tiga sahabat: Stella-August-Chuck memanfaatkan momen Helloween untuk melakukan pembalasan pada Thomas dan komplotannya. Dalam proses melarikan diri, ketiga sahabat itu berkenalan dengan pemuda berdarah Meksiko bernama Ramon. Dari situ, keempat remaja ini mendatangi rumah kosong dan secara tidak sengaja malah memicu kebangkitan teror supranatural yang kemudian menghantui mereka dan harus mereka hentikan.

Baca Juga:  Review ‘FALL 2: Deadpoint’: Sekuel Yang Terlalu Membuat Kompleks Formula Film Pertamanya

Agak disayangkan dengan mengedepankan premis yang lumayan klise dan sebenarnya sudah banyak dijumpai di banyak film horor lainnya, khususnya yang mengedepankan tema upaya sekelompok remaja menghentikan teror supranatural yang tidak sengaja mereka bangkitkan, Ovredal dan timnya terkesan kerepotan memberikan fondasi latar kisah yang kuat. Seperti dalam hal memberikan informasi yang cukup pada audiens mengenai reputasi urban legend lokal yang ingin dikedepankan, yang imbasnya membuat pemicu motivasi para remaja mendatangi TKP tidak sesolid film-film lainnya.

Untungnya, hal itu tertutup dengan pengeksekusian adegan lanjutannya. Penuangan porsi horornya sendiri lumayan tertata apik. Meski tidak memberi terobosan penceritaan atau inovasi baru pada genre horor, penyampaian sumber adaptasinya dapat hadir dengan baik dan signifikan dalam menggerakkan kisahnya. Audiens yang familier dengan sumber adaptasinya pasti akan puas dengan penuangan judul-judul paling populer semacam Harold, The Big Toe, The Red Spot, maupun Me Tie Dough-ty Walker!

Kredit lebih juga layak diberikan, karena sang sineas tidak menitikberatkan pada adegan sadis berlebihan, yang senantiasa diterapkan di banyak film horor lain. Ada beberapa momen di film yang mampu mencapai apa yang dalam film horor disebut sebagai momen “takut-takut senang.”

Walaupun tidak diperkuat oleh satupun nama besar di jajaran daftar pemainnya, jajaran pemainnya dapat melakoni perannya dengan lumayan baik meski performa mereka harus diakui sangat terbantu dengan visual horor yang kentara dijadikan fokus utamanya. Secara overall walaupun tidak seinovatif yang disuguhkan sebelumnya oleh sang sineas, konstruksi Scary Stories lumayan menghibur dan rasanya mudah dinikmati meski audiens tidak mengetahui sama sekali dengan materi adaptasi yang menjadi sumbernya.

Tags: adaptasi novelAndre Ovredalbuku anak anakGuillermo del ToroHorrorScary Stories to Tell in the Dark Read
Previous Post

Pinocchio Versi Guillermo del Toro Akan Sangat Berbeda Dari yang Sebelumnya, Begini Penjelasan Sang Sutradara

Next Post

Trailer Baru untuk The Addams Family Hadirkan Kekacauan Unik

Related Posts

Trailer Baru Fall 2: Deadpoint Tampilkan Teror Ketinggian yang Lebih Mengerikan
Action

Review ‘FALL 2: Deadpoint’: Sekuel Yang Terlalu Membuat Kompleks Formula Film Pertamanya

18/09/2026
Resident Evil Rilis Poster Baru yang Mengerikan, Siap Bikin Penonton Mimpi Buruk
Barat

Review ‘Resident Evil’: Film Zombie Dari Franchise Game Legendaris Yang Akhirnya Memuaskan!

16/09/2026
Review ‘RUNNER’: Film Kejar-Kejaran Basic Yang Terselamatkan Chemistry Alan Ritchson & Owen Wilson
Action

Review ‘RUNNER’: Film Kejar-Kejaran Basic Yang Terselamatkan Chemistry Alan Ritchson & Owen Wilson

11/09/2026
Review ‘HOPE’: Film Alien Slow Burn Dari Sutradara ‘The Wailing’
Drama

Review ‘HOPE’: Film Alien Slow Burn Dari Sutradara ‘The Wailing’

09/09/2026
Next Post
Trailer Baru untuk The Addams Family Hadirkan Kekacauan Unik

Trailer Baru untuk The Addams Family Hadirkan Kekacauan Unik

Please login to join discussion
[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Serial Pasca-Apokaliptik Fallout, Segera Tayang di Prime Video

    Ella Purnell Bergabung dengan Scapegoat, Film Misterius Ari Aster yang Dibintangi Scarlett Johansson

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • 10 Film Superhero Terbaik di Luar Marvel ataupun DC

    878 shares
    Share 351 Tweet 220
  • Margaret Qualley dan Sabrina Carpenter Bergabung dengan Tom Holland di Film Fred Astaire

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Mengira Sudah Tahu Siapa Dalangnya Hanya dari Trailer? Jangan Terlalu PD, Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film ‘Lobang Buaya’, Sukses Membuat Penonton Gala Premiere Merinding!

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Ending Baru Avengers: Endgame Encore Buka Jalan Berbahaya bagi Masa Depan MCU

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags