Di tahun 2022, ada satu film yang cukup viral karena membuat orang-orang yang memiliki fobia ketinggian atau akrofobia ketakutan parah, film itu berjudul ‘Fall’ karya sutradara Scott Mann. Sebuah film dengan premis yang sangat simple tentang “Bagaimana jika kamu terperangkap sendirian di ketinggian 600m, tanpa adanya tanda-tanda bantuan?”
Film dengan premis yang simple dan bisa relatable ke banyak orang apalagi mereka yang takut dengan ketinggian. Setelah 4 tahun berlalu muncul sekuel dari film ini berjudul ‘Fall 2: Deadpoint’. Bukan, sang karakter utama di film pertama gak kembali terjebak kok. Sekuel ini mengikuti karakter-karakter baru yang masih ada hubungan dengan karakter di film pertama.
‘Fall 2: Deadpoint’ menceritakan kisah Jax (Harriet Slater) yang berduka atas kematian saudarinya, Shiloh (Virginia Gardner), dan nekat melakukan pendakian berbahaya di Gunung Kwan, Thailand, bersama sahabat Shiloh bernama Luce (Arsema Thomas). Secara cerita, film ini memang punya stakes yang lebih besar dibanding film sebelumnya.
Namun, sayang sekali sekuel dari sutradara Spierig Brothers ini doesn’t hit the mark. Kalau kalian berekspektasi ketegangan seperti di film pertama, tentu, kalian akan dapatkan itu. Tapi, kami rasa film ini terlalu dibuat “ribet” dengan berbagai macam plot twist atau reveal yang terasa flat atau bahkan konyol.
Film ini punya tugas yang sebenarnya sangat mudah karena formulanya sudah ada di film pertama tinggal disempurnakan dan dibuat dengan skala lebih besar. Namun, saya rasa film ini lebih berfokus kepada character study tentang bagaimana karakter utama, Jax, berusaha mengalahkan rasa takutnya demi menghormati sang mendiang kakak.
Namun, sayang sekali, meski akting para cast di film ini cukup ok, namun saya tidak bisa benar-benar berempati pada mereka. Kenapa? Karena keputusan-keputusan yang dibuat para karakter ini konyol dan tidak masuk akal. Mereka sendiri yang membuat dirinya kesusahan karena pilihan-pilihan ini. Ok, mungkin ada beberapa faktor eksternal yang berpengaruh. Tapi, tetap saja banyak hal yang bisa mereka hindari jika saja tidak ada keputusan yang dibuat.
‘Fall 2: Deadpoint’ juga berusaha menjadi sebuah film action di akhir cerita. Kok bisa? Saya tidak bisa ceritakan karena itu mengandung spoiler. Namun, itulah yang saya maksud dengan bagaimana film ini berusaha membuat dirinya “kompleks” dan malah jadi keluar dari formula sederhana yang sudah ada.
Overall, ‘Fall 2: Deadpoint’ jadi sebuah film yang mengecewakan. Sure, kamu bisa merasa ketegangan di film ini, tapi selain itu? Hanya rasa greget dan kesal melihat para karakter ini mengambil keputusan yang merugikan mereka.
Rating: 1.5/5 ⭐
Penulis : Rafy Khilzy






