Selama puluhan tahun judul ‘Resident Evil’ selalu dianggap gagal di dunia sinema. Berkali-kali adaptasi Resident Evil dibuat namun sayang selalu gagal dalam membuat sebuah film yang bagus dan dapat dinikmati penonton. Alih-alih membuat cerita yang menarik, film-film sebelumnya lebih mengandalkan karakter-karakter ikonik dari game ke layar lebar. Hingga tahun 2026, sutradara Zach Cregger yang sebelumnya sukses dengan ‘WEAPONS’ (2025) dan ‘BARBARIAN’ (2026) bersama Columbia Pictures merilis ‘Resident Evil’.
Berbeda dengan film-film sebelumnya, ‘Resident Evil’ karya Zach Cregger ini tidak mengadaptasi langsung game yang merupakan sumbernya, melainkan mengambil cerita original yang terjadi di universe yang sama dengan game-nya. Hal ini membuat banyak fans skeptis di awal, karena tidak akan ada karakter seperti Leon S. Kennedy, Ada Wong, Chris Redfield dan Jill Valentine. Namun, Cregger berkali-kali meyakinkan para fans bahwa film ini akan menjadi experience ‘Resident Evil’ yang berbeda namun familiar! AND HE’S RIGHT!
Film ini berfokus pada Bryan yang diperankan Austin Abrams, seorang kurir medis yang ditugaskan untuk mengantarkan paket misterius ke Racoon City! Yup! Racoon City yang itu! Selama perjalanan mengantarkan ini banyak kejadian misterius yang mengerikan terjadi pada Bryan. Tanpa ia ketahui, ia ternyata sedang berada di tengah wabah virus misterius.
Setelah menonton film ini, saya sebagai pemain game franchise ‘Resident Evil’ merasa bahagia dan sebagai penikmat film horor saya merasa puas! Kenapa? Terlepas dari sumber yang diadaptasinya, film ini memang film horor yang dibuat dengan sangat baik! Sebuah sajian menegangkan dan menyeramkan namun juga lucu dari awal sampai akhir khas dari sutradara Zach Cregger. Sudah lama saya tidak merasa jijik saat melihat zombie karena saking banyaknya film zombie, namun creatures di ‘Resident Evil’ membuat saya memalingkan wajah ketika melihat perubahan bentuk badan mereka.
Meskipun tidak mengadaptasi game secara langsung, tapi ini jadi film ‘Resident Evil’ yang paling dekat dengan game-nya! Selain latar Racoon City, banyak sekali easter eggs buat kamu yang pernah mainkan game ini. Bukan hanya dari easter eggs, namun dari filmmaking Cregger juga berani membuat film ini semirip mungkin dengan pengalaman bermain game ‘Resident Evil’. Shot seperti third person pov dan first person pov menambah experience menonton film ini jadi unik dan menyenangkan.
Austin Abrams dengan sangat baik mampu membawa cerita film ini sebagai Bryan. Sebuah tantangan yang sulit untuk memerankan karakter baru dalam franchise yang penuh dengan karakter ikonik, namun performance Abrams di film ini mampu membuat kita peduli dengan karakternya. Juga, saya sangat menikmati interaksi dia dengan karakter-karakter lainnya di film ini. Bisa terlihat jelas bahwa Bryan ketakutan dan panik namun masih bisa mengeluarkan jokes atau melakukan tingkah laku yang lucu saat ditonton.
Overall, ‘Resident Evil’ sangat-sangat memuaskan, setelah berkali-kali kecewa dengan adaptasi Resident Evil di dunia film, Zach Cregger hadir membuat sesuatu yang fresh namun juga tetap jujur ke source material yang diambil! It’s not just a great Resident Evil film, it’s a great horror flick!
Rating: 4.5/5 ⭐
Penulis : Rafy Khilzy





