Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Film Toy Story 4

by Paulus Ladiarsa
June 26, 2019
in Reviews
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sembilan tahun dari film terakhirnya, pasukan mainan anak-anak favorit banyak kalangan kembali ke layar lebar untuk kali keempatnya. Kini berada di tangan pemilik baru, gadis cilik bernama Bonnie, Sheriff Woody, Buzz Lightyear, dan teman-temannya akan menjalani kisah petualangan seru yang bakal membawa jalinan persahabatan para mainan itu ke fase selanjutnya, dan dalam prosesnya mereka akan berhadapan dengan mainan-mainan lain yang masing-masing memiliki agendanya tersendiri.

Meski notabene kisahnya diisyaratkan telah usai di film sebelumnya, dengan berakhirnya fase berpindah tangannya kepemilikan mainan-mainan yang menjadi tokoh-tokoh pentingnya, godaan bagi Pixar dan khususnya Disney untuk melanjutkan franchise itu sangatlah besar. Dan, untungnya, tidak seperti banyak sekuel film-film lainnya yang umumnya gagal karena tidak mampu mempertahankan kualitasnya dan cuma ditujukan untuk mengeruk pundi-pundi belaka, Toy Story 4 tampil impresif dan solid untuk mengukuhkan Toy Story sebagai franchise animasi komputer paling sukses sepanjang masa.

Lewat arahan nahkoda baru: Josh Cooley, seperti di tiga seri Toy Story sebelumnya, installment keempat ini sukses mengacak-acak emosi audiensnya. Baik itu, mengocok perut dengan kelakuan maupun dialog konyol dari tokoh-tokohnya, maupun mengharu biru lewat momen-momen emosionalnya.

Karakter-karakter baru yang hadir juga berhasil memberikan warna tersendiri dalam filmnya. Forky, ‘mainan’ ciptaan yang terbuat dari garpu sendok plastik; Duke Kaboom, mainan figure tokoh daredevil bernama sama; hingga duo Bunny dan Ducky; mainan berbentuk hewan lucu namun punya sifat menjurus psikopat, dibawakan dengan sangat baik oleh para voice cast-nya yakni Keanu Reeves, Jordan Peele, dan Tony Hale.

Tentu saja Toy Story 4 tidak hanya dibuat untuk menghibur, pembuat film juga menanamkan pesan penting di dalamnya. Cooley selaku sutradara menekankan pentingnya arti sebuah keluarga, hal ini mereka gambarkan salah satunya melalui hubungan pasangan orangtua dan putri kecilnya; maupun antar mainan yang harus belajar saling memahami dan menerima kekurangan satu sama lain.

Baca Juga:  Review The End Of Oak Street – Film Dinosaurus Terbaik Dalam 10 Tahun Terakhir?

Digarap secara matang dan benar-benar mengerti target audiens yang dibidik, film ini bisa dibilang sangat solid dari pelbagai aspek. Padahal, kalau mau ditelusuri langsung storylinenya tidak hanya sederhana namun sejatinya bukan mengisahkan sesuatu yang baru. Namun, pengeksekusian apik dari sang sineas beserta timnya mumpuni membuat film berdurasi 100 menit ini tidak pernah kendur.

Untuk format animasinya sendiri, layaknya sebagian besar film animasi yang menggunakan format yang sama, film ini juga sukses memanjakan mata penonton, efeknya begitu terasa “wah”di mata. Namun, kualitas sesungguhnya Toy Story 4 adalah keberhasilan mereka menjalin benang merah fondasi kuat saganya, seraya memaparkan kisah yang eksposurenya melengkapi secara solid pun terasa segar. Babak ini juga menyuguhkan konklusi yang memuaskan pun mengejutkan untuk perkembangan karakter sang protagonis utama, si boneka koboi Woody.

Tidak hanya sekadar memupus kerinduan selama sembilan tahun, Toy Story 4 namun juga tampil solid sebagai paket hiburan keluarga yang sangat lengkap. Melalui rilisan paling gresnya ini untuk kesekian kalinya, Pixar kembali membuktikan konsistensi mereka mempertahankan hegemoninya sebagai penghasil film-film animasi sukses yang berkualitas.

 

Tags: film animasi komputerJosh CooleyPixarToy Story 4
Previous Post

Video Behind-the-Scenes Resmi dari Bond 25 Membawa Anda ke Jamaika

Next Post

Review Parasite: Menohok Para Pemimpi Drakor

Related Posts

Review The End Of Oak Street  – Film Dinosaurus Terbaik Dalam 10 Tahun Terakhir?
Barat

Review The End Of Oak Street – Film Dinosaurus Terbaik Dalam 10 Tahun Terakhir?

12/08/2026
Spider-Man: Brand New Day
Action

Review ‘Spider-Man: Brand New Day’ – Petualangan Spider-Man Yang Lebih Mature Tapi Dekat Di Hati

29/07/2026
Review: ‘Ip Man: Kung Fu Legend’ – Film Martial Art Mediocre untuk Sang Legenda
Action

Review: ‘Ip Man: Kung Fu Legend’ – Film Martial Art Mediocre untuk Sang Legenda

22/07/2026
Review ‘Evil Dead Burn’ – Brutal, Intens, dan Menjadi Salah Satu Seri Evil Dead yang Paling Mencekam
Barat

Review ‘Evil Dead Burn’ – Brutal, Intens, dan Menjadi Salah Satu Seri Evil Dead yang Paling Mencekam

17/07/2026
Next Post
review film parasite

Review Parasite: Menohok Para Pemimpi Drakor

Please login to join discussion
[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Avengers: Doomsday

    Avengers: Doomsday Rilis Trailer Baru, Doctor Doom Siap Hancurkan MCU

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • 5 Film Dinosaurus Terbaik di Luar Franchise Jurassic Park/World

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • Jeremy Strong Bintangi The Best of Us, Serial Paramount+ tentang Perjuangan Korban 9/11

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Sepuluh Serial Televisi yang Banyak Mengandung Konten Seksual

    5782 shares
    Share 2313 Tweet 1446
  • Di Balik Efek Visual Kung Fu Soccer, Ada Studio VFX dari Jakarta

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags