Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Parasite: Menohok Para Pemimpi Drakor

by miki
June 27, 2019
in Articles, Movie Articles, Reviews
Reading Time: 3 mins read
A A
0
review film parasite
Share on FacebookShare on Twitter

Review Film Parasite Indonesia – Meskipun masih terbilang underrated di ranah Hollywood, lebih dari satu dekade ke belakang, film-film Korea Selatan mampu menembus pasar internasional mendahului Jepang dan Hong Kong. Sebutlah nama-nama seperti Park Chan-wook, Kim Jee-woon, dan yang kini semakin santer terdengar; Bong Joon-ho merupakan sedikit dari sutradara Korea yang dilirik Hollywood. Dibandingkan dengan drakor (Drama Korea), film-film indie karya beberapa sutradara Korea “auteur” ini lebih suka mengisahkan pribadi-pribadi yang memiliki konflik dengan inner demon mereka sendiri. Old Boy, I Saw the Devil, Thirst, The Wailing, Train to Busan, hanyalah beberapa judul yang melibatkan plot dan karakter semacam itu, tidak jarang pula kita temui kebrutalan realita di dalamnya yang tidak seindah drakor.

Baru-baru ini, Bong Joon-ho seakan menohok para pemimpi drakor dengan film terbarunya yang menampilkan dua sisi kelas sosial berpatok dari keluarga Ki Taek dan keluarga Park serta kenyamanan hidup mereka yang serba bertolak belakang. Emosi audiens dibangun sejak awal untuk berpihak ke keluarga Ki Taek yang semuanya pengangguran. Asam manis keluarga yang terdiri dari empat orang ini digambarkan dengan kondisi rumah mereka yang terletak di semacam basement, menonton orang kencing dan muntah di luar jendela sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, bahkan mereka harus berada di sebelah kaskus WC untuk dapat mencuri sinyal wifi, kenyataan-kenyataan yang dihadapi ‘orang susah’ dan jarang diekspos di film, di tampilkan untuk ditertawakan alih-alih ditangisi.

review film parasite
Review film parasite

Meski hidup berkekurangan, keluarga tersebut digambarkan kompak, terutama untuk urusan mencari uang dan tipu-menipu. Suatu hari, Ki-woo, anak lelaki Taek, diberikan kesempatan bekerja sebagai guru les Da-hye, anak perempuan keluarga Park, dari detik itulah tipu muslihat digencarkan. Dengan modal ijazah palsu dan membual, Ki-woo berhasil mengelabuhi nyonya rumah keluarga Park dan seterusnya menciptakan upaya-upaya licik agar semua anggota keluarganya dapat bekerja di rumah itu. Rangkaian upaya licik pun berjalan sukses hingga mengubah nasib mereka, namun teror tak terduga muncul dari bawah basement rumah keluarga Park yang seketika membuat film ini berubah menjadi menegangkan –tanpa kehilangan unsur komedi.

Baca Juga:  Review ‘The Social Reckoning’: Follow up yang cukup baik dari film Facebook yang ikonik

Gaya plot berawal komedi menuju twist berujung tragis bukanlah hal baru yang dapat kita temukan film Korea ‘sakit’ pada umumnya. Tentunya ini adalah sesuatu yang telah diekspektasikan audiens yang akrab dengan film-film bergenre sejenis. Namun yang membuat penulis tidak bosan saat menontonya adalah sindiran-sindiran sosial menyentil dan perbandingan situasi antara dua keluarga yang begitu jomplang. Sepertinya juga baru kali ini sebuah film Korea menampilkan scene banjir di suatu perkampungan sudut kota Seoul. Selain memainkan emosi audiens secara naik turun, sinematografi filmnya juga terbilang apik. Adanya unsur drama, komedi, tragedi, horror, thriller-psikologi, membuat film ini sulit dimasukan ke genre tertentu.

Setiap karakter memiliki porsi yang sesuai, kebolehan akting Kang-ho Song, aktor langganan Bong jon-hoo, pemeran Taek, tidak perlu dipertanyakan lagi. Tanpa harus mengucapkan kata-kata, audiens seakan sudah dapat menerka tabiatnya. Akting  Myeong-hoon Park sebagai orang gila juga betu-betul creepy.

Sayangnya, menjelang ending film, beberapa detail tampak terasa kurang pas, contohnya reaksi spontan Taek menusuk Mr. Park yang sangat impulsif (bisa dimaklumi karena ini dipicu oleh rasa tersinggung yang terakumulasi), tapi seharusnya ada alasan yang lebih kuat untuk dramatisasi emosionil semacam itu. Pengiriman sandi morse yang kelewat panjang sebagai upaya Taek menyurati Ki-woo lewat udara juga secara nalar impossible dan terlampau dreamy. Seseorang tidak segampang itu menyadari panggilan kode di waktu tertentu dan berdiri berjam-jam demi menerima kode yang kelewat panjang (surat).

Tema ketidakadilan kelas bukanlah topik baru yang dialamatkan sang sutradara, sebelumnya tema ini juga ditonjolkan di Snowpiercer dengan akhir destruktif bagi keseluruhan kelas. Film Parasite sedikit mengingatkan penulis kepada film adaptasi karya Harold Pinter berjudul The Servant (1963), keduanya mengisahkan penipuan yang dilakukan kalangan bawah, serta gambaran mental kedua kalangan tersebut secara kontras, juga digambarkan bagaimana si kaya yang serba gampang mendapatkan sesuatu jarang menggunakan otaknya, sedangkan si miskin didorong insting survival-nya memanipulasi si kaya, tidak ketinggalan eksplorasi sisi norak si miskin berpura-pura menjadi orang kaya, saat penghuni rumah pergi. Bedanya, dalam the Servant, si miskin berjaya secara amoral, sedangkan dalam Parasite satu-satunya solusi bagi keluarga Ki Taek hanya bisa diatasi dengan sesuatu yang secara satir, bersifat kesuksesan materi.

Baca Juga:  Review ‘The Social Reckoning’: Follow up yang cukup baik dari film Facebook yang ikonik

Review Film Parasite.

Tags: Bong Joon-hoParasite
Previous Post

Review Film Toy Story 4

Next Post

Drama Musikal, The Prom akan Menampilkan Meryl Streep, Nicole Kidman & Ariana Grande

Related Posts

Review ‘The Social Reckoning’: Follow up yang cukup baik dari film Facebook yang ikonik
Barat

Review ‘The Social Reckoning’: Follow up yang cukup baik dari film Facebook yang ikonik

08/10/2026
Review ‘Verity’: Drama Thriller Manipulatif Yang Cukup Fun
Barat

Review ‘Verity’: Drama Thriller Manipulatif Yang Cukup Fun

01/10/2026
Trailer Baru Fall 2: Deadpoint Tampilkan Teror Ketinggian yang Lebih Mengerikan
Action

Review ‘FALL 2: Deadpoint’: Sekuel Yang Terlalu Membuat Kompleks Formula Film Pertamanya

18/09/2026
Resident Evil Rilis Poster Baru yang Mengerikan, Siap Bikin Penonton Mimpi Buruk
Barat

Review ‘Resident Evil’: Film Zombie Dari Franchise Game Legendaris Yang Akhirnya Memuaskan!

16/09/2026
Next Post
Drama Musikal, The Prom akan Menampilkan Meryl Streep, Nicole Kidman & Ariana Grande

Drama Musikal, The Prom akan Menampilkan Meryl Streep, Nicole Kidman & Ariana Grande

Please login to join discussion
[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • 10 Serial Keren Orisinal Netflix

    437 shares
    Share 175 Tweet 109
  • 10 Film dengan Konten Dewasa yang Bisa Kamu Tonton di Netflix (US)

    21729 shares
    Share 8692 Tweet 5432
  • 10 Superhero Marvel & DC Heroes Dengan Kekuatan Superpower yang Hampir Sama

    455 shares
    Share 182 Tweet 114
  • 10 Rahasia Film Hollywood yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

    427 shares
    Share 171 Tweet 107
  • 10 Aktor Hebat Selain DiCaprio yang Belum Pernah Memenangkan Oscar

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags