Normal terasa sebagai angin segar di genre action-thriller dengan premis yang menarik dan eksekusi yang cukup solid. Film ini dipenuhi aksi brutal yang intens dan menghibur, membuat ketegangannya terus terjaga dari awal hingga akhir.
Dari sisi aksi, Normal menyuguhkan pertarungan yang kasar, cepat, dan terasa realistis. Koreografinya tidak berlebihan, sehingga setiap adegan konflik memiliki dampak yang lebih kuat. Unsur thriller juga berjalan efektif berkat pacing yang konsisten dan beberapa momen kejutan yang berhasil menjaga rasa penasaran penonton.
Meski demikian, Normal belum sepenuhnya lepas dari formula thriller kriminal yang sudah familiar. Beberapa alur cerita terasa cukup mudah ditebak, sementara karakter-karakter pendukung masih kurang mendapat ruang untuk berkembang lebih jauh.
Film ini juga sedikit kehilangan momentum di bagian akhir. Klimaks yang dibangun sepanjang cerita terasa kurang maksimal, sehingga ending-nya tidak memberikan pukulan emosional maupun ketegangan yang sekuat ekspektasi yang telah dibangun sebelumnya.
Secara keseluruhan, Normal tetap menjadi action-thriller yang solid dengan karakter utama yang menarik, aksi yang memuaskan, dan konflik moral yang membuat penonton terus mempertanyakan batas antara benar dan salah. Cocok untuk penggemar film seperti John Wick, Nobody, atau thriller kriminal bernuansa gelap.
Kelebihan:
✅ Aksi brutal yang intens dan menghibur
✅ Atmosfer gelap dan penuh ketegangan
✅ Karakter utama yang kompleks dan menarik
✅ Konflik moral yang memancing rasa penasaran
Kekurangan:
❌ Beberapa elemen cerita terasa familiar
❌ Karakter pendukung kurang tergali
❌ Klimaks dan ending kurang memberikan dampak yang kuat
Film ‘NORMAL’ kini sudah tayang di bioskop-bioskop Indonesia.
Rating: 3.5 / 5
Penulis: Fahri Husaini






