Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Valley of Tears (produksi HBO Max Orginal): wawancara dengan Shahar Tavoch – pemeran Avinoan Shapira

by nuty laraswaty
December 14, 2020
in Action, Articles, Barat, Drama, Featured, Interview, Movie Articles
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Photographer Adir Vered

Photographer Adir Vered

Share on FacebookShare on Twitter

Serial drama Valley of Tears tediri atas sepuluh episode. Serial ini terinspirasi oleh kisah nyata dalam Perang Yom Kippur tahun 1973 di Israel.

Cinemags diwakili Nuty  Laraswaty , berkesempatan untuk mewawancarai secara khusus pemeran utama dalam serial ini yaitu Shahar Tavoch, yang memerankan karakter Avinoam Shapira. Dalam serial ini  Avinoan Shapira digambarkan sebagai seorang analis dari korps inteligen yang menyadap panggilan telepon di Syria. Ia mengetahui banyak rahasia negara, namun tak punya keahlian menggunakan senjata atau berperang di Valley of Tears.

Valley of Tears berfokus pada kepahlawanan dan pengorbanan universal melalui empat kisah unik yang saling terkait:

  1. Seorang bintang televisi bohemian terkenal dalam pencarian terhadap puteranya yang terpisah,
  2. Seorang tentara yang baru terdaftar; seorang komandan bersama teman barunya seorang analis intelijen;
  3. Awak tank yang mewakili gerakan reformasi keadilan sosial Israel, Black Panthers; dan
  4. Seorang perwira perempuan yang menolak meninggalkan medan tempur, mengabaikan perintah evakuasi. Pengambilan gambar di lokasi perang sebenarnya, penggambaran secara langsung yang menyoroti ketegangan, kecemasan, dan sentimen masyarakat setempat secara luas, dengan hasil tak terduga layaknya sebuah kemenangan.

https://www.youtube.com/watch?v=dLeGDGvvWWg&feature=youtu.be

 

Berikut adalah rangkuman wawancaranya

 

Cinemags : Saat memerankan adegan dalam serial ini, apakah ada adegan yang sulit dilakukan?

Shahar Tavoch: Yah, lokasi syutingnya memang berat dan aku sendiri adalah “anak mama”, sehingga sangat berat bagi diriku untuk menempatkan diri pada posisi Avinoan Shapira. Belum lagi saat adegan perang, mesti banyak sekali ketegangan yang timbul. Ini agak sulit bagiku untuk dilakukan. Untunglah aku memiliki seorang kakek yang ikut serta berperang, banyak orang dalam keluarga besarku juga turut berperang, sehingga aku berupaya merasakan dan terlibat secara emosi. Bisa dikatakan aku menjadi dewasa dalam proses pengambilan film ini.

Baca Juga:  Sekuel Film The Beekeeper Akhirnya Dapat Tanggal Rilis Resmi

Karakter Avinoan Shapira adalah prajurit yang neurotic dan sangat pemalu. Ia tidak begitu memiliki teman, namun memilki hubungan dekat dengan hewan peliharannya.

Proses pendalaman karakter Avinoan Shapira, saya harus mengetahui terlebih dahulu mengenai perang Yom Kippur ini. Kami sehari-hari tidak biasa membicarakan mengenai peperangan, kami hanya membicarakannya saat pelajaran sejarah serta saat berada di museum. Kakekku turut berperang, jadi aku banyak bertanya kepada dirinya mengenai pengalamannya dalam perang, namun selain itu saat aku telah pasti mendapatkan perannya, aku banyak bertemu dengan orang-orang yang turut serta juga berperang dan juga ada guru di lokasi, sehingga bagiku aku mendapatkan banyak pelajaran. Aku mendapatkan jadwal dan aku belajar, seperti di sekolah (tersenyum). Ini sangat berkesan bagiku, sehingga dalam proses semua ini, mendadak aku jadi mengetahui semua hal yang perlu diketahui dalam perang ini.

Sebagai generasi yang lahir pada era baru dan tidak terlibat dalam perang tersebut. Ibuku berusia dua tahun saat perang dimulai. Saat aku memerankan karakter tersebut, aku merasa ada ikatan yang kuat dengan keluarga dan negaraku, terlebih lagi pada kakek nenekku, dikarenakan aku jadi mengetahui bagaimana caranya untuk melindungi negaraku. Pertama amatlah sulit untuk difahami karena kodisi saat ini berbeda dengan dahulu, dimana kita harus setiap sat siap untuk maju ke medan peperangan.

Dari semua pelajaran yang kudapat, ini membuatku menjadi lebih mudah untuk memerankan karakter Avinoan Shapira.

Catatan : Shahar Tavoch juga sempat menyampaikan betapa dirinya sangat takut untuk memerankan karakter ini, karena ini kejadian nyata dan banyak orang yang pernah terlibat dalam perang ini yang menyaksikan. Ini adalah cerita tentang mereka, jadi dirinya sangat terinspirasi sekali. Terlebih dukungan dan kasih sayang dari mereka semua membuatnya merasa lebih dapat terkait dalam perang ini.

Baca Juga:  Lena Headey dan Chloe Fineman Resmi Bergabung di Film Red, White & Royal Wedding
Valley of Tears
Sumber foto HBO Max

 

Cinemags: Menurutmu apakah serial ini berhasil mewujudkan kejadian saat Perang Yom Kippur?

Shahar Tavoch : Ya, menurutku iya. Sekarang sudah menjadi pencarian nomor satu dalam mesin pencari Google di Israel. Sungguh menyenangkan, semua membicarakan mengenai perang ini dan ini mengagumkan. Generasiku tidak pernah membicarakan mengenai perang ini diluar pelajaran sejarah atau untuk ujian akhir, semua generasi akhirnya dapat membicarakan mengenai perang ini.

Valley of Tears

Sebagai penutup Shahar Tavoch mengharapkan agar semua menyaksikan serial ini karena serial ini membicarakan mengenai kasih sayang, persahabatan dan membicarakan segala sesuatu dalam perang. Kamu dalam kondisi apapun dapat menjadi seseorang yang pemberani dan kamu dapat melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan dirimu, keluargamu. Ini adalah cerita pribadimu, sebuah cerita yang tidak dibicarakan secara terbuka. Kalian dapat mendukung serial ini dengan cara menontonnya. Ini membuat luka dalam dalam negara kami menjadi sembuh karena kalian menontonnya dengankasih sayang. Saat kalian menontonnya kalian dapat merasakan semua hal itu. Terima kasih banyak.

 

 

 

Tags: HBOHBO Max OriginalPerang Yom KippurShahar TavochValley of Tears
Previous Post

Serial Alice in Borderland: Sinopsis dan Ulasan

Next Post

ManifestaSITI2020 – Album Teranyar Siti Nurhaliza

Related Posts

Bintang Schitt’s Creek dan Home Alone,  Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun
Barat

Bintang Schitt’s Creek dan Home Alone, Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

31/01/2026
Usai F1, Brad Pitt Kembali dengan Film Gelap dan Intens Berjudul The Riders
Barat

Usai F1, Brad Pitt Kembali dengan Film Gelap dan Intens Berjudul The Riders

30/01/2026
Live action Gundam
Action

Netflix Resmi Amankan Film Live-Action Gundam yang Dibintangi Sydney Sweeney

30/01/2026
Ana de Armas Akan Bintangi Film Thriller Psikologis Berjuudl Sweat, Siap Tampilkan Sisi Gelap Dunia Influencer
Barat

Ana de Armas Akan Bintangi Film Thriller Psikologis Berjuudl Sweat, Siap Tampilkan Sisi Gelap Dunia Influencer

30/01/2026
Next Post
ManifestaSITI2020 – Album Teranyar Siti Nurhaliza

ManifestaSITI2020 - Album Teranyar Siti Nurhaliza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Traveloka CGV

    Sebelum Nonton, Kenali Dulu Ragam Kelas di Bioskop CGV

    31513 shares
    Share 12605 Tweet 7878
  • Usai F1, Brad Pitt Kembali dengan Film Gelap dan Intens Berjudul The Riders

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • Bintang Schitt’s Creek dan Home Alone, Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Tonton Aksi Panas Alexandra Daddario dalam Trailer Perdana Lost Girls & Love Hotels

    2533 shares
    Share 1013 Tweet 633
  • 7 Karakter Bikin Emosi di Drama Korea Hits. Bukan Cuma Pelakor!

    603 shares
    Share 241 Tweet 151
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags