Setelah lama diselimuti misteri, film adaptasi Call of Duty akhirnya mendapat update penting. Sutradara Peter Berg mengungkapkan bahwa film yang tengah dikembangkan Paramount Pictures itu akan mengambil latar di semesta Modern Warfare, salah satu subseri paling populer dalam waralaba gim tersebut.
Dalam acara Fanatics Fest di New York City, Berg mengonfirmasi bahwa film Call of Duty akan “berlatar di dunia Modern Warfare”. Pernyataan itu disampaikan saat sesi “Call of Duty in Culture Panel”, yang juga menjadi ajang promosi untuk perilisan Modern Warfare 4 pada Oktober mendatang.
Selain membahas filmnya, laporan juga menyebut Paramount Pictures tengah menyiapkan serial televisi Call of Duty yang akan dikembangkan setelah film layar lebarnya dirilis.
Franchise Call of Duty pertama kali hadir pada 2003 dengan latar Perang Dunia II. Namun, popularitasnya melejit ketika seri Modern Warfare diluncurkan pada 2007. Seri tersebut membawa pemain ke konflik militer modern dan memperkenalkan karakter-karakter ikonik seperti Captain John Price serta Task Force 141, yang kemudian menjadi wajah utama franchise.
Meski telah dipastikan mengambil latar di dunia Modern Warfare, belum diketahui apakah film ini akan mengadaptasi kisah dari salah satu gim secara langsung atau menghadirkan cerita orisinal dengan karakter baru. Pendekatan tersebut sebelumnya sukses digunakan dalam adaptasi gim seperti Fallout dan Assassin’s Creed, yang memperluas semesta cerita tanpa mengikuti alur gim secara persis.
Film ini akan disutradarai oleh Peter Berg dengan naskah yang ditulis Taylor Sheridan, kreator serial Yellowstone. Paramount Pictures telah menetapkan tanggal rilis film ini pada 30 Juni 2028.
Dengan penjualan gim yang telah melampaui 500 juta kopi di seluruh dunia, game ini menjadi salah satu franchise video game terbesar sepanjang masa. Kesuksesan tersebut membuat Paramount optimistis film ini bisa menjadi franchise besar berikutnya, menyusul keberhasilan adaptasi video game lain seperti Sonic the Hedgehog. Kini, tantangan terbesar adalah membuktikan bahwa nama besar Call of Duty mampu menarik penonton sebagai blockbuster musim panas, bukan sekadar film perang biasa.





