Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Saidjah Adinda, kisah cinta di masa kolonialisme Belanda

by nuty laraswaty
January 26, 2021
in Drama, Drama, Indonesia, Komunitas, Movie Articles, Movies
Reading Time: 4 mins read
A A
0
saidjah adinda
Share on FacebookShare on Twitter
Satu kisah dari buku Max Havelaar karya Multatuli , dengan latar lokasi di tanah Banten, telah dibuat filmnya dengan judul Saidjah Adinda.
Film Saidjah Adinda telah tayang perdana pada tanggal 21 Januari 2021 di Bioskop  XXI Ramayana Kota Cilegon, Banten

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KREMOV PICTURES OFFICIAL (@kremovpictures)

Film  Saidjah Adinda menarik karena disela-sela drama cinta antara sepasang muda mudi di pelosok desa, juga menyampaikan kisah perlawanan masyarakat desa saat itu kepada pihak kolonialisme.
Secara khusus, sutradara Darwin Mahesa saat penayangan perdana tersebut menyampaikan bahwa kisah romantis dari buku Max Havelaar, di bab 17.  Bukan sekadar percintaan, tapi juga pesan mendalam untuk memanusiakan manusia, dengan periode waktu sekitar tahun 1860
Adapun para pemerannya antara lain:
1.Rizky Darta berperan sebagai Adinda,
2.Achmad Ali Sukarno sebagai Saidjah,
3.Christian Bernard Leitner berperan sebagai Edward Douwes Dekker
4.Arswendi Nasution sebagai Abah Saidjah,
5.Egi Fredly sebagai Bupati Lebak tahun 1856, dan
6.Jajang C Noer sebagai Ibu Neng
serta melibatkan 60 kru lokal, 15 aktor pendatang, 7 artis senior, 50 figuran dan 200 ekstras.
Diperjelas lebih lanjut bahwa latar film  Saidjah Adinda merupakan gambaran Kabupaten Lebak di zaman kolonial.
Adapun buku itu sendiri ditulis oleh Max Havelaar pada tahun 1859 dan telah terbit pada tahun 1860 dengan judul asli Max Havelaar, of de koffij-Maatschappi atau dalam bahasa Indonesia Max Havelaar: Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda.
Berikut adalah trailernya

“Kami harap bisa diterima oleh masyarakat Indonesia, bukan hanya masyarakat Banten, karena film Saidjah Adinda sudah dinantikan,” tandas  Darwin Mahesa.
Dalam channel youtube rumah produksi film ini ,  Kremov Pictures  juga diperlihatkan proses pembuatan film ini, meliputi dari riset dan lokasi, proses casting hingga kegiatan saat pra produksi.
Videonya dapat dilihat dibawah ini

Riset film ini dilaksanakan sejak tahun 2014 , kemudian diteruskan pada tahun 2019, hingga akhirnya diproduksi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kremov Pictures pada tahun 2020 dengan suatu harapan agar film ini mampu menumbuhkan semangat dan memperkenalkan kembali budaya Indonesia ke generasi muda.

Baca Juga:  Film Dirty Dancing Dapat Sekuel Setelah 40 Tahun

Sebelum diproduksi, skenario Saidjah dan Adinda dibedah langsung oleh kepala Museum Multatuli Lebak, Ubaidillah Muchtar bersama penulis novel Niduparas Erlang. Hal ini dilakukan demi tercapainya ekspektasi pembaca Max Havelaar dalam film Saidjah dan Adinda. Bahkan untuk mencapai tujuan tersebut Darwin Mahesa juga membawa konsep film dan naskah ini untuk dipresentasikan kepada Guru Besar, Dosen serta Mahasiswa Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta.

Secara khusus Sekretaris Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Darmawati, juga menyampaikan bahwa tidak banyak film yang berbicara tentang sejarah Indonesia, dan diharapkan makin banyak lagi, karena saat ini sedang gencar berbicara ke-Indonesiaan.
Distribusi dan pemutaran film ini akan dilaksanakan oleh Kemendikbud, dan rencananya akan melalui program nonton bareng di setiap bioskop dan daerah.
Tags: Arswendi NasutionDarwin MahesaJajang C. NoerMax Havelaar: Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda
Previous Post

Attack on Titan Trending Terus. Ini 7 Karakter Keren yang Bikin Jatuh Cinta

Next Post

Sinopsis Resmi Godzilla Vs. Kong Ungkap Detail dan Plot Lengkap Tentang Latar Pertarungan Dua Monster Ikonik Ini

Related Posts

Bintang Schitt’s Creek dan Home Alone,  Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun
Barat

Bintang Schitt’s Creek dan Home Alone, Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

31/01/2026
Usai F1, Brad Pitt Kembali dengan Film Gelap dan Intens Berjudul The Riders
Barat

Usai F1, Brad Pitt Kembali dengan Film Gelap dan Intens Berjudul The Riders

30/01/2026
Live action Gundam
Action

Netflix Resmi Amankan Film Live-Action Gundam yang Dibintangi Sydney Sweeney

30/01/2026
Ana de Armas Akan Bintangi Film Thriller Psikologis Berjuudl Sweat, Siap Tampilkan Sisi Gelap Dunia Influencer
Barat

Ana de Armas Akan Bintangi Film Thriller Psikologis Berjuudl Sweat, Siap Tampilkan Sisi Gelap Dunia Influencer

30/01/2026
Next Post
Sinopsis Resmi Godzilla Vs. Kong Ungkap Detail dan Plot Lengkap Tentang Latar Pertarungan Dua Monster Ikonik Ini

Sinopsis Resmi Godzilla Vs. Kong Ungkap Detail dan Plot Lengkap Tentang Latar Pertarungan Dua Monster Ikonik Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • 7 Karakter Bikin Emosi di Drama Korea Hits. Bukan Cuma Pelakor!

    7 Karakter Bikin Emosi di Drama Korea Hits. Bukan Cuma Pelakor!

    605 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Sebelum Nonton, Kenali Dulu Ragam Kelas di Bioskop CGV

    31514 shares
    Share 12605 Tweet 7878
  • Tonton Aksi Panas Alexandra Daddario dalam Trailer Perdana Lost Girls & Love Hotels

    2533 shares
    Share 1013 Tweet 633
  • Spin-off Extraction: Tygo Jadi yang Paling Brutal? Netflix Gandeng Tim Stunt Iko Uwais

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • Bintang Schitt’s Creek dan Home Alone, Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags