Setelah mencuri perhatian lewat cameo singkatnya dalam film ‘Superman’ tahun lalu. Akhirnya, Kara Zor-el kembali di layar lebar tahun ini dengan film Supergirl karya sutradara Craig Gillespie dan tetap diproduseri oleh James Gunn & Peter Safran.
‘Supergirl’ (2026) mengisahkan perjalanan epik Kara Zor-El yang terpaksa keluar dari zona nyamannya setelah seorang bandit melukai anjing kesayangannya, Krypto. Masih dihantui trauma akibat kehancuran Krypton, Kara memulai petualangan lintas galaksi untuk memburu pelaku di balik serangan tersebut. Dalam perjalanannya, ia bekerja sama dengan sekutu-sekutu tak terduga, menghadapi berbagai ancaman berbahaya, sekaligus menemukan makna baru tentang keberanian, kehilangan, dan keadilan.
Jika melihat trailer, film ini punya vibes yang mirip dengan ‘Guardians of The Galaxy’ sebuah space adventure yang fun dan diiringi oleh musik-musik klasik. Jadi, sebagai fans GoTG bisa dibilang film ini berbeda jauh dengan kisah Peter Quill dan kawan-kawan. Kalau kamu belum tahu, ‘Supergirl’ mengadaptasi cerita sebuah komik berjudul ‘Supergirl: Woman Of Tomorrow’ karya Tom King. Sebagai pembaca komik tersebut, bisa dibilang ada ekspektasi lumayan tinggi untuk film ini, apakah ekspektasi tersebut berhasil terpenuhi?
Milly Alcock dengan sempurna memerankan Supergirl alias Kara Zor-El di film ini! She shuts all the haters dengan penampilan yang sangat baik dari awal hingga akhir. Kita dibawa mengikuti kisah Kara yang kehilangan identitasnya sebagai pahlawan dan trauma yang ia bawa menuntunnya ke arah yang salah. Tujuan Kara hanya satu: Mencari obat untuk Krypto. Namun, dalam perjalanan antar galaksi ini, ia justru menemukan jati dirinya sendiri.
Akhirnya kita punya Supergirl yang bukan hanya copy-paste Superman tapi versi cewek. Melihat Melissa Benoist dalam series ‘Supergirl’ yang playful, nerd dan selalu melakukan hal baik, meski aktingnya bagus namun jujur itu hanya Superman versi wanita. Sama jatuhnya dengan Sasha Calle dalam film ‘The Flash’ yang hanya versi wanita dari Superman-nya Henry Cavill. Namun Milly disini punya chemistry yang sempurna dengan David Corenswet Superman, terasa sekali mereka adalah keluarga di film ini.
JASON MOMOA IS LOBO! Hilang sudah pesona Aquaman, Momoa memang lahir untuk jadi Lobo. Salah satu fancast terbaik dalam sejarah. Melihat Momoa bisa menampilkan Lobo ke layar lebar is a dream come true buat DC Fans! Gak sabar lihat dia kembali sebagai Lobo di project-project DC selanjutnya.
Kehadiran karakter Ruthye yang diperankan oleh Eve Ridley, membuat film ini lebih personal dengan tujuannya ingin balas dendam pada Krem yang diperankan oleh Matthias Schoenaerts. Sayangnya, karakter dia yang kurang ter-develop baik dalam film ini kadang membuat karakter Ruthye terasa annoying. Namun, chemistry dia dengan Supergirl membuat karakter ini masih bisa dimaklumi.
Soal action scene? Cukup memuaskan, akhirnya kita bisa lihat bagaimana kekuatan para Kryptonian digunakan di luar angkasa pada era ini. Tetap, action scene Lobo mencuri perhatian setiap ia muncul dengan Spacehog miliknya. Selain itu? Nothing special, tipikal action pada comic book film yang cukup oke.
‘Supergirl’ mungkin belum bisa connect seperti ‘Superman’ tahun lalu, namun film ini highly enjoyable dan follow up yang cukup baik untuk DCU!
RATING FILM 3.5 / 5
Penulis: Rafy Khilzy







