Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Film Siti – Film yang Jujur Namun Tetap Berpuisi

by Kent
February 9, 2016
in Reviews, User News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Review Film Siti

Film terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2015 ini bagi saya adalah film yang sederhana. Sesuai judulnya, “Siti” bercerita tentang sosok Siti yang galau gundah gulana dikelilingi kemiskinan, jeratan utang, dan sang suami yang lumpuh layu. Konfliknya pun jauh dari rumit dan mungkin sudah klise, yaitu dilema antara moral dan realitas. Antara pasrah menerima “takdir” atau berkehendak bebas.

Hal utama yang membuat “Siti” menjadi istimewa adalah usaha sang sutradara, Eddie Cahyono, untuk menjadikan film ini efektif dan praktis, namun tetap estetis. Pertama, skup film tidak pernah keluar dari sosok Siti (diperankan aktris pendatang baru Sekar Sari). Dia muncul di setiap adegan, mulai dari mengejar anak lanang semata wayangnya yang malas mandi, menjual rempeyek di pantai Parangtritis, hingga mabuk oplosan melayani tamu di karaoke kelas kampung.

Kedua, dari sisi sinematik. Film berbujet 150 juta ini mengambil gambar dengan teknik hitam putih. Teknik semacam ini sudah jamak di dunia sinema, namun jarang digunakan sineas lokal. Saya tidak tahu apa motivasi utama sang Sutradara menggunakan B/W. Bagi saya pribadi, penggunaan warna yang minimalis-monokromatik akan mereduksi cukup banyak informasi dan impresi visual. Konsekuensinya, penonton akan lebih terfokus pada gerak dan mimik para pemeran. Untungnya seksi perwatakan tampil mumpuni. Akting setiap pemeran tidak terlihat terlalu dibuat-buat. Baik dari gestur, aksen (Jawa-Jogja), maupun ekspresi terlihat dan terdengar renyah, bahkan seringkali menyelipkan unsur komedi yang memancing gelak tawa. Penonjolan unsur perwatakan tadi juga semakin ditekankan dengan teknik pengambilan gambar tanpa jeda (long shot) yang menguasai lebih dari 60% film.

Ketiga, “Siti” sepertinya tidak dibuat untuk menggurui. Tidak ada adegan meraung-raung dan histeris. Tidak ada adegan berdoa sambil berlinang air mata meminta perubahan nasib. “Pesan & moral” dari film yang 95% dialognya menggunakan bahasa Jawa ini tidak ditampilkan secara eksplisit. Pergumulan Siti pada akhirnya adalah pergumulan yang personal dan sunyi, khususnya ketika dia mulai membandingkan suaminya yang disfungsi dengan sosok polisi gagah (dan berkumis) bernama Gatot.

Baca Juga:  Review ‘HOPE’: Film Alien Slow Burn Dari Sutradara ‘The Wailing’

Diluar hal-hal di atas, “Siti” tetap dibungkus dengan kemasan audio-visual yang layak tonton. Untuk tata suara, sudah cukup pas dan tidak bocor. Untuk sinematografi, teknik hitam-putih tidak menjadi penghalang untuk menciptakan komposisi gambar yang artistik. Saya senang pada adegan transisi yang mengambil lansekap laut, ombak, pantai, dan matahari terbenam di horizon. Komposisi visual tadi semakin diperkuat dengan tata musik yang digubah oleh Krisna Purna. Pemilihan alat gesek tradisional rebab sebagai instrumen utama cukup efektif menciptakan kesan getir, mistis, dan menyayat. Selain rebab, piano juga digunakan pada bagian2 akhir film.

Akhir kata, “Siti” sekali lagi adalah sajian sinematik yang efektif dan minimalis berbalut unsur lokalitas yang bukan sekedar tempelan. Karya yang wajar namun tetap berpuitik. Kesederhana-wajaran inilah yang membuat pesan dan tujuan film ini tersampaikan. Eddie Cahyono (yang juga merangkap sebagai penulis naskah) tidak menggiring penonton ke sebuah ujung, melainkan menuju pantai yang luas bebas tanpa batas. “Siti” pada akhirnya adalah tentang Siti yang mempertahankan hidup.

Oh ya sekedar tambahan, bukan bermaksud untuk ber-jinggoisme. Film ini harus berkeliling di festival-festival terlebih dahulu sebelum menembus jaringan bioskop mainstream. Oleh karena itu, jangan sungkan-sungkan untuk men-support langsung. Bukan karena faktor kasihan, namun karena film ini memang berkualitas. Apalagi jika anda penikmat drama.

Baca juga: Mengulas Peluang Oscar Leonardo DiCaprio dalam The Revenant
linebreak
Ini adalah artikel review dari komunitas Cinemags dan sama sekali tidak mencerminkan pandangan editorial Cinemags. Anda bisa membuat artikel serupa di sini.

Tags: Eddie CahyonoReview FilmSiti
Previous Post

Review Film The Revenant – Siksaan yang Indah dan Beku Dari Tuan Inarritu

Next Post

Deadpool akan Memiliki 2 Post-Credit Scene

Related Posts

Review ‘RUNNER’: Film Kejar-Kejaran Basic Yang Terselamatkan Chemistry Alan Ritchson & Owen Wilson
Action

Review ‘RUNNER’: Film Kejar-Kejaran Basic Yang Terselamatkan Chemistry Alan Ritchson & Owen Wilson

11/09/2026
Review ‘HOPE’: Film Alien Slow Burn Dari Sutradara ‘The Wailing’
Drama

Review ‘HOPE’: Film Alien Slow Burn Dari Sutradara ‘The Wailing’

09/09/2026
Review ‘By Any Means’: Buddy Cops Dengan Isu Yang Relevan
Barat

Review ‘By Any Means’: Buddy Cops Dengan Isu Yang Relevan

03/09/2026
Review ‘Motor City’: Alan Ritchson Tampil Brutal dalam Eksperimen Film Action Tanpa Dialog
Action

Review ‘Motor City’: Alan Ritchson Tampil Brutal dalam Eksperimen Film Action Tanpa Dialog

26/08/2026
Next Post

Deadpool akan Memiliki 2 Post-Credit Scene

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Keanu Reeves Siap Buka Era Baru Setelah John Wick Lewat Thriller Kill Current

    Keanu Reeves Siap Buka Era Baru Setelah John Wick Lewat Thriller Kill Current

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Review ‘RUNNER’: Film Kejar-Kejaran Basic Yang Terselamatkan Chemistry Alan Ritchson & Owen Wilson

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Film Death Stranding Selangkah Lebih Dekat ke Produksi, Syuting Segera Dipersiapkan

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • StarBe Jadi Pengisi Suara OST WeTV Original Pacarku Jinny

    414 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Urutan Terbaik Menonton DC Universe Animated Original Movies (Bagian I)

    4970 shares
    Share 1988 Tweet 1243
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags