Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Film Sicario, Sebuah Sajian Drama Kriminal yang Mapan

by Kent
October 8, 2015
in Reviews
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sicario
Tanpa basa-basi, satu lagi film solid dari sutradara asal Kanada Denis Villeneuve. “Prisoners” (2013) bagi saya sudah cukup mewakili Mr. Villeneuve sebagai salah satu pengarah film terbaik saat ini. Dan kali ini melalui “Sicario”, Villeneuve melangkah lebih jauh dengan menyentuh genre aksi yang dibalut dengan drama-kriminal yang mapan.
“Sicario” awalnya berpusat pada tokoh Kate (Emily Blunt), seorang agen lapangan FBI yang masuk ke pusaran perburuan kartel narkotika AS-Mexico bersama agen Matt (Josh Brolin) dan dibantu agen Alejandro (Benicio Del Toro). Semakin dalam perburuan, semakin Kate melihat bahwa tidak ada yang hitam-putih. Segala cara ternyata bisa dilakukan demi sebuah “kebenaran”. Idealismenya terus digempur dengan kenyataan di lapangan dan kesadaran bahwa pada akhirnya dia tidak punya kuasa apa2 dalam permainan elit kucing dan tikus ini. Pilihan pun semakin sempit dalam dunia kriminal yang serba abu2. Menjadi “serigala” mungkin saja menjadi satu2nya pilihan untuk selamat.
Divisi akting sangat joss. Emily Blunt makin memantapkan diri sebagai aktris watak yang tangguh. Cukup dengan ekspresi, Emily bisa menggambarkan kebingungan, kenaifan, sekaligus pertarungan batin seorang penegak hukum. Josh Brolin tidak pernah beranjak dari kesan macho (dagunya memang benar2 sangat “Thanos”). Dan tentu saja Del Toro dengan native Spanyol-nya semakin memperkuat cerita dan penokohan.
Di bagian sinematografi, Roger Deakin yang sudah sering bekerjasama dengan Villeneuve tetap mempertahankan ciri pengambilan gambar “long shot” yang dalam dan indah. Tonal kuning sering dilakukan untuk menekankan gurun Mexico dan Arizona sebagai setting. Puncak pengalaman sinematik Deakin adalah pada akhir menjelang klimaks film. Pada sisi musik latar, di beberapa bagian gubahan Johann Johannsson sempat mengingatkan saya pada film “Munich” (Steven Spielberg, digubah oleh John Williams) yaitu pada efek degup jantung pada adegan aksi. Namun kali ini Johannsson bereksplorasi lebih jauh melalui bunyi2an eletronik deep bass dan string yang amat mencekam dan memperkuat tensi adegan film. Dan jangan lupa, tata suara film ini betul2 memanjakan telinga. Rasanya lama sekali tidak mendengar adegan tembak2an yang mantap setelah “Public Enemy”.
Akhir kata, “Sicario” sedikit mengingatkan saya dengan “Zero Dark Thirty”. Keduanya sama2 diperkuat oleh protagonis utama seorang wanita. Keduanya juga membangun sangat perlahan konflik dan politik yang melingkupi inti cerita. Namun “Sicario” terasa amat masam. Ada kenikmatan sekaligus keputusasaan yang disajikan oleh Villeneuve dalam film terbaik, tersolid, dan paling mencekam yang pernah saya tonton sepanjang 2015.
Catatan :
1) Jika anda mengaku penikmat film dan hanya berharap menonton film ini melalui laptop, maka rugilah anda untuk tidak memanjakan otak-mata-telinga dalam satu momen sekaligus.
2) Rating film ini adalah DEWASA (untuk adegan sadis, berdarah, dan seksual). Tekankan itu sebelum membawa anak2 ke bioskop.
linebreak
Ini adalah artikel review dari komunitas Cinemags. Andapun bisa membuatnya di sini.

Baca Juga:  Review ‘Spider-Man: Brand New Day’ – Petualangan Spider-Man Yang Lebih Mature Tapi Dekat Di Hati
Tags: Benicio Del ToroEmily BluntJosh Brolinsicario
Previous Post

The Walk

Next Post

Review Film The Martian, Ketika Ridley Scott Bersenang-senang Dengan Genrenya

Related Posts

Spider-Man: Brand New Day
Action

Review ‘Spider-Man: Brand New Day’ – Petualangan Spider-Man Yang Lebih Mature Tapi Dekat Di Hati

29/07/2026
Review: ‘Ip Man: Kung Fu Legend’ – Film Martial Art Mediocre untuk Sang Legenda
Action

Review: ‘Ip Man: Kung Fu Legend’ – Film Martial Art Mediocre untuk Sang Legenda

22/07/2026
Review ‘Evil Dead Burn’ – Brutal, Intens, dan Menjadi Salah Satu Seri Evil Dead yang Paling Mencekam
Barat

Review ‘Evil Dead Burn’ – Brutal, Intens, dan Menjadi Salah Satu Seri Evil Dead yang Paling Mencekam

17/07/2026
Review Film Supergirl: Petualangan Antar Galaksi Untuk Menemukan Jati Diri
Action

Review Film Supergirl: Petualangan Antar Galaksi Untuk Menemukan Jati Diri

24/06/2026
Next Post

Review Film The Martian, Ketika Ridley Scott Bersenang-senang Dengan Genrenya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Traveloka CGV

    Sebelum Nonton, Kenali Dulu Ragam Kelas di Bioskop CGV

    31932 shares
    Share 12772 Tweet 7983
  • Setelah G.I. Joe, Kini Giliran Action Man Dibuat Jadi Film

    408 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Sekuel Alien: Romulus Terancam Batal, Ridley Scott Dikabarkan Tolak Ide Besar Sutradara

    408 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Nasib Barbie 2 di Ujung Tanduk, Masalah Gaji Jadi Penghalang

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Coyote vs. Acme Parodikan Spider-Man: Brand New Day Lewat Poster Terbaru

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags