Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Film Overlord

by miki
November 16, 2018
in Articles, News, Reviews
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Film-film bertema Nazi seringnya mengesankan aroma rumah mayat lewat tampilan kamp, lorong-lorong, kamar gas, tumpukan mayat, tidak ketinggalan prajurit Nazi Jerman yang jeli mencium kesalahan dan dengan keji memberi hukuman, Overlord tidak hanya menampilkan kengerian seperti itu, suguhan science fiction, action, horror, gore, hingga patriotisme melebur jadi satu menjadikannya tontonan segar, terutama jika yang Anda incar adalah pompa adrenalin berupa darah, kekerasan, ledakan, kemenangan epik.

Dibesut oleh Julius Avery (Son of a Gun) dan diproduseri J. J. Abrams. Sejak diumumkan di tahun lalu, banyak pihak menganggap ini adalah stand alone dari waralaba Cloverfield. Nyatanya, Overlord mampu menyajikan action-horror yang tidak kalah menarik dengan elemen B–movies, (meskipun terbilang terlalu serius untuk disebut B-Movie).

D-Day atau Invasi Normandia sendiri adalah peristiwa paling bersejarah yang dijadikan background-nya. Ratusan pesawat di udara dalam misi menghancurkan rezim Nazi ditampilkan begitu menakjubkan di awal film dengan tone hitam putih seperti foto-foto dari era itu.

Dari salah satu pesawat memperlihatkan kecemasan para prajurit muda menjelang invasi. Sebagaimana halnya di film- film perang, kelakar kasar prajurit militer Amerika dijadikan pemanasan untuk memperkenalkan beberapa tokoh, di antaranya korporal Ford (Wyatt Russell) yang memiliki reputasi meyakinkan, Boyce (Jovan Adepo), tentara junior, belum berpengalaman, dan si fotografer, Chase (Iain De Caestecker) dengan tingkah konyolnya.

Dibuat dengan budget terbatas, Overlord mengunggulkan plot, karakter, dan kejutan-kejutan vulgar tak terduga. Paska pesawat sekutu jatuh dibom Jerman, audiens disuguhkan pemandangan mayat para prajurit yang tewas tergantung di atas pohon bersama parasut mereka, (level ngeri belum ada apa-apanya dibandingkan pemandangan gruesome di lab Nazi). Harapan mengalahkan Nazi mengecil di titik ini, tantangannya sangat berat; menghancurkan menara pemancar radio yang sekaligus markas Nazi. Sementara tentara yang berhasil survive hanya tersisa lima orang, jumlah mereka pun harus berkurang saat seorang tentara meledak terkena ranjau. Empat tentara sekutu berbanding ratusan tentara Nazi adalah tugas mustahil, namun jagoan kita, korporal Ford tetap optimis dengan misi ini.

Baca Juga:  Bob Odenkirk Bintangi Remake Unik The Room, Film Kultus Terburuk yang Justru Dicintai

Kurang lebih 30 menit pertama terasa seperti film action-war biasa. Misteri mulai terkuak saat Boyce menyusup masuk ke dalam markas dan menyaksikan (potongan) tubuh-tubuh manusia dijadikan objek percobaan biologis di lab Nazi. Faktanya, memang bukan rahasia bahwa Nazi melakukan praktek biadab ini ke beberapa tawanan mereka, sekilas film ini menampilkan real life horror tersebut. Dan akhirnya kotak misteri terungkap saat Boyce menyuntikan cairan ter misterius yang menjadi kunci keseluruhan film.

Berbeda dari umumnya, zombie disini lebih menyerupai monster yang menyerang mangsanya dengan brutal, ia dibuat sangat kuat dan anti peluru sehingga lebih sulit dibunuh kecuali dengan granat dan semburan api.

Sepertinya kurang adil jika hanya menyebut Boyce sebagai tokoh sentral, karena setiap tokoh memiliki peran uniknya yang menonjol, termasuk Dr. Wafner (Pilou Asbæk) sebagai antagonis utama. Sebagaimana aktingnya memerankan Euron Greyjoy (GOT), Asbæk terbilang cukup berhasil menampilkan manifestasi iblis dalam dirinya.

Wyatt Russel pemeran korporal Ford tidak kalah bad-ass dibandingkan Kurt Russell tanpa harus menjadi kopian ayahnya. Karakternya yang tegaan adalah kebalikan dari Boyce yang selalu bereaksi dari hati, di sepanjang film kedua orang ini saling bertentangan dalam mengambil keputusan namun berujung epik di akhir cerita. Tokoh-tokoh lain tak kalah memberi kontribusi, bahkan Paul (Gianny Taufer) menjadi pemanis di dunia brutal ini.

Overall, film ini menawarkan entertainment yang dapat dinikmati, namun kurang memaksimalkan beberapa elemen yang cukup memorable untuk dikenang. Mungkin karena story dan penokohannya sudah sering ditemui di film bertema perang ataupun Zombie, bisa juga karena hanya menawarkan pompa adrenalin terus terusan. Untuk urusan kaget, menegangkan, menjijikan, brutal, dan what the f**k, semua cukup terpenuhi.

Baca Juga:  Belum Tayang, Spider-Man: Brand New Day Sudah Cetak Rekor Fantastis

 

Tags: Cloverfield: OverlordJ.J. AbramsJulius AveryOverlord
Previous Post

Proyek Film Human Capital Menambah 3 Bintang Baru

Next Post

Chris Pratt Digadang Untuk Membintangi Remake The Saint

Related Posts

Brendan Fraser Bertemu dengan Jeff Daniels di Film Fiksi Ilmiah Starman, Kisahkan Misi Berbahaya ke Mars
Barat

Brendan Fraser Bertemu dengan Jeff Daniels di Film Fiksi Ilmiah Starman, Kisahkan Misi Berbahaya ke Mars

23/06/2026
Tim Allen Ingin Ajak Tom Hanks Bergabung di Galaxy Quest 2
Barat

Tim Allen Ingin Ajak Tom Hanks Bergabung di Galaxy Quest 2

23/06/2026
Bob Odenkirk Bintangi Remake Unik The Room, Film Kultus Terburuk yang Justru Dicintai
Barat

Bob Odenkirk Bintangi Remake Unik The Room, Film Kultus Terburuk yang Justru Dicintai

23/06/2026
Jenna Ortega Jadi Robot Misterius di Trailer Perdana Klara and the Sun, Film Paling Emosional Taika Waititi
Barat

Jenna Ortega Jadi Robot Misterius di Trailer Perdana Klara and the Sun, Film Paling Emosional Taika Waititi

23/06/2026
Next Post
Chris Pratt Menjadi Pemeran Utama di Film Thriller ‘Fast’

Chris Pratt Digadang Untuk Membintangi Remake The Saint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Komedi, Misteri, Aksi Jadi Highlight HBO Maret 2023

    Jurassic World Dominion Resmi Jadi Film Termahal Sepanjang Masa, Biayanya Tembus Rp10 Triliun!

    408 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Jim Carrey Bakal Kembali Perankan Grinch di Sekuel Film Natal Legendaris How the Grinch Stole Christmas

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Alan Ritchson dan Agnez Mo Bintangi Film Animasi Groove Tails, Kisah Tikus yang Mengejar Mimpi Jadi Bintang

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Belum Tayang, Spider-Man: Brand New Day Sudah Cetak Rekor Fantastis

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Sepuluh Serial Televisi yang Banyak Mengandung Konten Seksual

    5750 shares
    Share 2300 Tweet 1438
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags