Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Film Gemini Man

by Paulus Ladiarsa
October 4, 2019
in Featured, Reviews
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa meski akhirnya baru bisa dirilis sekarang, proses pengembangan Gemini Man memakan waktu yang sangat panjang yakni lebih dari 20 tahun. Hal ini dikarenakan sejak mulai tercium eksistensinya pada tahun 1997, konsep film tentang seorang assassin yang diburu oleh versi muda hasil kloning dirinya ini menuntut teknik efek visual yang jauh belum memungkinkan pada masa itu.

Hambatan itulah yang membuat proyek ini kemudian berpindah tangan, skripnya mengalami banyak tambal sulam dari pelbagai penulis skrip ternama salah satunya David Benioff. Begitu pula kandidat pemeran utamanya, banyak nama kondang sempat dikaitkan atau sempat terlibat – dari Harrison Ford, Mel Gibson, Jon Voight, Nicolas Cage, Brad Pitt, Tom Cruise, Clint Eastwood, Arnold Schwarzenegger, hingga Sylvester Stallone. Sampai akhirnya di bawah penyutradaraan Ang Lee, yang terakhir kali menyutradarai film drama perang Billy Lynn’s Long Halftime Walk, Gemini Man hadir dengan Will Smith sebagai pengemban pemeran utamanya.

Pembunuh bayaran pemerintah Henry Brogan yang telah memasuki usia 51 tahun memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya. Namun kehidupan tenangnya berubah saat ia menyadari bahwa dirinya malah menjadi target operasi dari sosok pembunuh hebat yang ternyata adalah hasil kloning dirinya sendiri, untuk kesuksesan sebuah agenda sosok individu berkuasa. Berkolaborasi dengan seorang agen pemerintah wanita yang kemudian terjebak dalam intrik itu, Brogan berusaha menyelesaikan rintangan terakhirnya untuk bisa melanjutkan masa pensiunnya dengan tenang.

Dalam film aksi fiksi ilmiah perihal menghadapi diri sendiri, terutama versi lebih mudanya, bukanlah perihal yang asing. Looper, Terminator: Genysis, Multiplicity, Logan hanyalah sedikit judul dari daftar panjang yang sajiannya berisikan perihal yang sama dengan yang dihadirkan di Gemini Man ini.

Baca Juga:  Review Film ‘Mutiny’ (2026): Aksi Jason Statham yang Seru, tapi Terlalu Familiar

Satu hal yang paling sulit dikesampingkan dari film ini sudah tentu format yang diusungnya. Dipresentasikan menggunakan teknologi sinema 3D+, Lee untuk kali keduanya mematok format 3D 120 frame- per-detik, yang ia usung di film besutannya sebelum ini. Membuat gambar filmnya ini jauh lebih tajam dan terasa lebih nyata. Sayangnya, format ini juga membuat Gemini Man kurang terlihat sinematik dan di beberapa adegan tampilannya seperti gambar televisi.

Untuk kisahnya sendiri, bisa dibilang tidak istimewa, namun, permainan watak Will Smith cukup mampu membawa film ini untuk bisa dinikmati. Smith masih memiliki karisma dan star power yang cukup kuat untuk menghidupkan film dengan storyline apapun, bahkan yang cenderung usang sekalipun. Melipatgandakan poin-poin itu dengan membuat Smith memainkan dua jenis karakter yang berbeda, merupakan strategi yang pintar.

Untuk adegan aksinya, jauh dari mengecewakan. Bahkan, ada beberapa yang bisa dibilang menjadi highlight film ini, seperti adegan menit pembuka yang sukses membangun tensi, adegan kejar-kejaran motor yang memacu adrenalin, pertarungan dua Will Smith yang dinamis dan tentunya adegan perkelahian menggunakan motor yang teramat jarang hadir di film aksi Hollywood.

Pilihan lokasi-lokasi eksotis yang digunakan di film ini juga lumayan membantu visualisasi Gemini Man terasa lebih segar ketimbang film-film aksi lain yang kebanyakan hanya menggunakan lokasi-lokasi yang terbilang itu-itu saja.

Secara keseluruhan, harus diakui bahwa karya teranyar Ang Lee ini mungkin tidak sampai memuaskan seluruh kalangan, dan tidak juga bakal menjadi film yang menimbulkan kesan yang mendalam untuk jangka waktu yang lama. Sangat disayangkan memang mengingat betapa panjang proses untuk merealisasikannya.

Sebagai sebuah film aksi, Gemini Man boleh jadi tidak akan pernah melebihi ‘kebesaran’ yang dicapai film-film sejenisnya, meski film ini jauh dari sempuna dan semestinya plot yang digulirkan lebih dipoles lebih dalam dan baik lagi, Gemini Man yang berdurasi kurang lebih dua jam tetap dapat dikatakan berada dalam koridor aman. Punya aksi yang bagus dan gambar-gambar apik memanja mata dengan dukungan pilihan lokasi eksotis dan teknologi perfilman terkini, layak dipertimbangkan sebagai alternatif tontonan terutama yang menggemari film-film aksi berbumbu fiksi ilmiah untuk tidak lantas membiarkan film ini lewat begitu saja.

Baca Juga:  5 Film Dinosaurus Terbaik di Luar Franchise Jurassic Park/World
Tags: 3DAng LeeGemini ManWill Smith
Previous Post

Berbagi Keceriaan bersama para Pemeran “Maleficent: Mistress of Evil”

Next Post

Martin Scorsese Mengatakan Film-Film Marvel Bukanlah Karya Film

Related Posts

Review Film ‘Mutiny’ (2026): Aksi Jason Statham yang Seru, tapi Terlalu Familiar
Action

Review Film ‘Mutiny’ (2026): Aksi Jason Statham yang Seru, tapi Terlalu Familiar

21/08/2026
Review Insidious: Out Of The Further  – Kembalinya Franchise Horor Ikonik dengan Formula Baru
Barat

Review Insidious: Out Of The Further – Kembalinya Franchise Horor Ikonik dengan Formula Baru

21/08/2026
5 Film Dinosaurus Terbaik di Luar Franchise Jurassic Park/World
Action

5 Film Dinosaurus Terbaik di Luar Franchise Jurassic Park/World

15/08/2026
Review The End Of Oak Street  – Film Dinosaurus Terbaik Dalam 10 Tahun Terakhir?
Barat

Review The End Of Oak Street – Film Dinosaurus Terbaik Dalam 10 Tahun Terakhir?

12/08/2026
Next Post
Martin Scorsese Mengatakan Film-Film Marvel Bukanlah Karya Film

Martin Scorsese Mengatakan Film-Film Marvel Bukanlah Karya Film

Please login to join discussion
[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Review Film ‘Mutiny’ (2026): Aksi Jason Statham yang Seru, tapi Terlalu Familiar

    Review Film ‘Mutiny’ (2026): Aksi Jason Statham yang Seru, tapi Terlalu Familiar

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Review Insidious: Out Of The Further – Kembalinya Franchise Horor Ikonik dengan Formula Baru

    409 shares
    Share 164 Tweet 102
  • Trailer The Terminal List Season 2 Tampilkan Chris Pratt dalam Misi Global yang Lebih Berbahaya

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Nicolas Cage Hadapi Kelompok Kanibal dalam Film Aksi Pasca-Apokaliptik Parish

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Film Live-Action Naruto Rekrut Charles Melton sebagai Kakashi Hatake

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags