Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Ramah Tamah Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

by nuty laraswaty
August 23, 2021
in Articles, Indonesia, Movie Articles, News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pardo d’oro, Grand Prize of the Festival of the City of Locarno to the best film: SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS (Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash) by Edwin, Indonesia / Singapore / Germany, Muhammad Zaidy Amirrudin, 74 Locarno Film Festival, Locarno, Saturday 14 August 2021.
© Locarno Film Festival / Ti-Press / Marco Abram

Pardo d’oro, Grand Prize of the Festival of the City of Locarno to the best film: SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS (Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash) by Edwin, Indonesia / Singapore / Germany, Muhammad Zaidy Amirrudin, 74 Locarno Film Festival, Locarno, Saturday 14 August 2021. © Locarno Film Festival / Ti-Press / Marco Abram

Share on FacebookShare on Twitter

Saat Seperti Dendam, Rindu Harus dibayar Tuntas mendapatkan Golden Leopard. Beragam respon berdatangan, hingga akhirnya dilakukan sesi ramah tamah tersendiri yang menghadirkan sutradara , produser dan castnya yaitu Edwin, Meiske Taurisia, Muhammad Zaidy, Dave Lumenta, Marthino Lio, dan Reza Rahadian

Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash

Berikut ini adalah beberapa fakta menarik yang disampaikan saat ramah tamah tersebut

  1. Kamera yang digunakan dalam melakukan syuting film ini adaah kamera seluloid, sehingga jika dibandingkan dengan syuting film yang menggunakan kamera digital. Para pemain mesti lebih memperhatikan proses pengambilan adegannya, serta tidak bisa terlalu sering melakukan kesalahan beradegan, sesuai dengan kapasitas pada kamera seluloid tersebut.
  2. Latar waktu cerita dalam film ini adalah pada akhir tahun 80 an, namun bersifat imajiner. Sehingga walaupun dari segi property, kostum, scoring (Pantura) dan lain-lain dibuat mendekati garis waktu tersebut. Tetap ada kebebasan tersendiri , walaupun begitu pemilihan tme line inilah yang menjadikan salah satu kategori yang membuat film ini memenangkan Golden Leopard
  3. Ternyata sesi pemutaran film pertama kali ditujukan untuk segmen bisnis, baru dilanjutkan untuk media serta yang terakhir adalah pemutaran untuk umum. Pola seperti ini , rencananya juga akan terus diterapkan dalam rangka memperkenalkan film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas selain secara internasional juga untuk di Indonesia.
  4. Sutradara Edwin dalam membuat film ini terinspirasi akan lini waktu tahun 80 an dalam film-film yang ia tonton semasa mudanya dahulu, itu pulalah yang menyebabkan scoring pada film ini terasa kental suasana Pantura nya , dengan sisipan elektronik dan alat musik klarinet. Aspek-aspek campur sari ini nanti akan dirasakan menonjol dan membedakan dengan scoring lain yang membawa nuansa tahun 80 an . Disertai juga dengan adegan-adegan laganya.
  5. Setelah TIFF, netizen masih harus bersabar untuk menyaksikan film ini di Indonesia, karena secara tersirat masih akan ada langkah-langkah lain yang akan dilakukan guna memperkenalkan film ini baik secara internasional maupun di Indonesia sendiri.
Baca Juga:  Jacob Elordi dan Margaret Qualley Bintangi Sci-Fi Emosional The Dog Stars

“Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” bercerita tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia — ia impoten. Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung, Ajo babak belur hingga jungkir balik — dia jatuh cinta.

Akankah Ajo menjalani kehidupan yang bahagia bersama Iteung dan, pada akhirnya, berdamai dengan dirinya?

Seperti Dendam Rindu

Tags: All Others Pay CashDave LumentaEdwinMarthino LioMeiske TaurisiaMuhammad ZaidyReza Rahadianseperti dendamSeperti Dendam Rindu Harus Dibayar TuntasVengeance Is Mine
Previous Post

Sinopsis dan Ulasan Serial Miniseri AlRawabi School for Girls

Next Post

Netflix Ungkap First Look dan Tanggal Rilis Serial Live-Action Cowboy Bebop

Related Posts

Superhero Klasik The Phantom Diadaptasi Jadi Serial Live-Action Baru
Action

Superhero Klasik The Phantom Diadaptasi Jadi Serial Live-Action Baru

22/04/2026
Matt LeBlanc Siap Comeback Lewat Serial Drama Berjudul Flint
Action

Matt LeBlanc Siap Comeback Lewat Serial Drama Berjudul Flint

22/04/2026
Film Perang Dunia II Millie Bobby Brown “Nineteen Steps” Resmi Digarap Sutradara Peraih Oscar
Barat

Film Perang Dunia II Millie Bobby Brown “Nineteen Steps” Resmi Digarap Sutradara Peraih Oscar

22/04/2026
I Am Legend 2
Action

‘I Am Legend 2’ Resmi Digarap, Sutradara Creed II Siap Lanjutkan Kisah Will Smith

22/04/2026
Next Post
Cowboy Bebop

Netflix Ungkap First Look dan Tanggal Rilis Serial Live-Action Cowboy Bebop

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Traveloka CGV

    Sebelum Nonton, Kenali Dulu Ragam Kelas di Bioskop CGV

    31647 shares
    Share 12658 Tweet 7912
  • Trailer Baru Man on Fire Dirilis, Yahya Abdul-Mateen II Jadi Antihero Baru Netflix

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • ‘I Am Legend 2’ Resmi Digarap, Sutradara Creed II Siap Lanjutkan Kisah Will Smith

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Superhero Klasik The Phantom Diadaptasi Jadi Serial Live-Action Baru

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Film Perang Dunia II Millie Bobby Brown “Nineteen Steps” Resmi Digarap Sutradara Peraih Oscar

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags