Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Merah Putih Memanggil , film Indonesia yang melibatkan jajaran TNI

by nuty laraswaty
January 11, 2020
in Articles, Movie Articles, Movies, User News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
MPM
Share on FacebookShare on Twitter

Merah Putih Memanggil

 

Bagi kamu penggemar film action, di layanan multiplatform televisi kabel, IPTV, dan video on-demand Mola TV, sedang tayang  film Merah Putih Memanggil yang pada tahun 2017 di bioskop dan stasiun tv swasta sempat menjadi buah bibir karena salah satunya melibatkan pula jajaran TNI dalam pembuatan filmnya. Film ini memiliki latar belakang di dua negara, yakni Indonesia dan satu lagi adalah Tongo, sebuah negara fiktif yang sengaja dibuat dalam film ini.

Kisah film ini bermula dengan disekapnya sebuah kapal pesiar ukuran sedang berbendera Indonesia Merah Putih di wilayah perairan negara tetangga Indonesia, negara fiktif Tongo, oleh sekelompok jaringan teroris internasional. Satu orang awak kapal telah ditembak mati oleh teroris karena melakukan perlawanan dan pembangkangan.

Aktor utama teroris dipimpin oleh Diego (Ariyo Wahab) sosok yang sangat bengis, kejam dan tidak punya rasa simpati. Diego dibantu oleh kaki tangannya Lopez (Restu Sinaga), dan merekalah teroris yang bermukim di Tongo, negara tetangga Indonesia

Kelompok teroris besutan Diego dan Lopez berhasil menyandera empat orang awak kapal pesiar termasuk kapten kapal beserta tiga orang warga negara lain, satu dari Perancis, satu orang warga negara Kanada dan satu orang warga negara Korea Selatan diculik dan dibawa ke suatu daerah di bagian selatan negara Tongo. Diego, selaku pimpinan penculikan meminta tebusan dari negara-negara yang warga negaranya diculik termasuk Indonesia. Sementara, TNI belum bisa melakukan bantuan apapun karena wilayah penyanderaan teroris berada di luar wilayah kekuasaan Indonesia.

Meski telah berusaha melakukan perlawanan, nyatanya aparat keamanan dan pemerintah negara Tongo tidak mampu menangani aksi keji tersebut. Kelompok teroris cukup agresif dan terlatih dalam melakukan perlawanan, salah satu penyebab Tongo gagal melakukan penyelamatan.

Baca Juga:  Chase Sui Wonders Bergabung dengan Jennifer Aniston di Naughty, Komedi Terbaru Olivia Wilde

Negara Tongo akhirnya kewalahan dalam menghadapi kelompok teroris. Banyaknya masalah internal negara Tongo sendiri merupakan salah satu penyebab pemerintahan Tongo gagal melakukan perlawanan. Melalui hal ini, pendekatan dari Pemerintah Indonesia kepada negara Tongo membuahkan hasil, Indonesia diberi akses kepada Tentara Nasional Indonesia untuk membantu menyelasikan masalah tersebut. TNI diberi izin masuk ke Tongo untuk untuk membebaskan para sandera dalam batas waktu 2×24 jam saja. Untuk itulah TNI membuat suatu rencana OG (Operasi Gabungan) yang melibatkan semua Angkatan bersenjata Indonesia.

Seusai latihan rutin kemiliteran, kapten Norman (Maruli Tampubolon) melihat berita video tentang penyekapan tersebut. Norman yang merupakan komandan anti teror Kopassus ditugaskan untuk menyelamatkan sandera. Timnya dibantu oleh pasukan gabungan dari unsur TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Mereka hanya memiliki waksetu 48 jam untuk menyelamatkan sandera.

MPM

TNI AD melakukan operasi tertutup atau pendadakan dengan mengirimkan satu tim yang berasal dari ‘Batalyon Anti Teror Kopassus’ yang diterjunkan pada malam hari . Dalam keadaan siap siaga, mereka akan dibantu oleh pesawat tempur TNI Angkatan Udara serta kapal-kapal perang milik TNI Angkatan Laut di pantai.

Selain itu, ada juga turut serta operasi Kopaska atau ‘Pasukan Katak’ dan ‘Batalyon Marinir’ untuk didaratkan. Semua satuan-satuan dari TNI ini akhirnya dilibatkan.Meskipun pasukan khusus tersebut berhasil menyelamatkan para sandera dalam prosedur misi awalnya, mereka malah diburu dan dikejar-kejar oleh pasukan pemberontak.

 

Menarik dari film ini, adegan peperangannya terlihat sangat nyata dan seolah benar-benar terjadi , bahkan korban tembakan dan terluka diperlihatkan juga secara nyata tindakan-tindakan yang dilakukan hingga luka tembakan yang parah dan berdarah-darah. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena penulis ceritanya adalah  Tiopan Bernhard Silalahi atau lebih dikenal dengan TB Silalahi , seorang Purnawirawan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara yang memang sudah beberapa tahun berkiprah di dunia film melalui TB Silalahi Pictures.

Baca Juga:  Jude Law Dikabarkan Gabung Bersama Scarlett Johansson di Proyek Film Scapegoat

Selain itu dalam film ini terlihat beberapa pemainnya aktingnya menonjol dan tampil apa adanya , sangat mendukung sekali jalannya cerita dengan meninggalkan kesan yang mendalam bagi para penonton, mereka adalah Ariyo Wahab, Maruli Tampubolon, dan Prisia Nasution. (cinemags/NutyLaraswaty)

MPM

 

Tags: Ariyo WahabMaruli TampubolonMerah Putih MemanggilMola TVPrisia NasutionRestu SinagaTB SilalahiTB Silalahi PicturesTiopan Bernhard Silalahi
Previous Post

Pesan untuk Orang Tua dan Wali: Batas Umur Pengguna LINE Berubah Menjadi 12+

Next Post

Syuting Snake Eyes Dimulai, Iko Uwais dan Henry Golding Meminta Berkat di Jepang

Related Posts

Terinspirasi dari Budaya dan Mitologi Filipina, Forgotten Island Ajak Penonton Menjelajahi Pulau Nakali dan Merayakan Arti Persahabatan
Anak dan keluarga

Terinspirasi dari Budaya dan Mitologi Filipina, Forgotten Island Ajak Penonton Menjelajahi Pulau Nakali dan Merayakan Arti Persahabatan

29/09/2026
Mengira Sudah Tahu Siapa Dalangnya Hanya dari Trailer? Jangan Terlalu PD, Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film ‘Lobang Buaya’, Sukses Membuat Penonton Gala Premiere Merinding!
Drama

Mengira Sudah Tahu Siapa Dalangnya Hanya dari Trailer? Jangan Terlalu PD, Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film ‘Lobang Buaya’, Sukses Membuat Penonton Gala Premiere Merinding!

29/09/2026
Serial Pasca-Apokaliptik Fallout, Segera Tayang di Prime Video
Barat

Ella Purnell Bergabung dengan Scapegoat, Film Misterius Ari Aster yang Dibintangi Scarlett Johansson

29/09/2026
Margaret Qualley dan Sabrina Carpenter Bergabung dengan Tom Holland di Film Fred Astaire
Barat

Margaret Qualley dan Sabrina Carpenter Bergabung dengan Tom Holland di Film Fred Astaire

29/09/2026
Next Post
Syuting Snake Eyes Dimulai, Iko Uwais dan Henry Golding Meminta Berkat di Jepang

Syuting Snake Eyes Dimulai, Iko Uwais dan Henry Golding Meminta Berkat di Jepang

Please login to join discussion
[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Serial Pasca-Apokaliptik Fallout, Segera Tayang di Prime Video

    Ella Purnell Bergabung dengan Scapegoat, Film Misterius Ari Aster yang Dibintangi Scarlett Johansson

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • 10 Film Superhero Terbaik di Luar Marvel ataupun DC

    878 shares
    Share 351 Tweet 220
  • Margaret Qualley dan Sabrina Carpenter Bergabung dengan Tom Holland di Film Fred Astaire

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Mengira Sudah Tahu Siapa Dalangnya Hanya dari Trailer? Jangan Terlalu PD, Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film ‘Lobang Buaya’, Sukses Membuat Penonton Gala Premiere Merinding!

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Ending Baru Avengers: Endgame Encore Buka Jalan Berbahaya bagi Masa Depan MCU

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags