Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Kemarin, saat Ifan Seventeen napak tilas perjalanan hidup Band Seventeen

by nuty laraswaty
December 9, 2020
in Articles, Dokumenter, Drama, Drama, Indonesia, Movie Articles, Reviews
Reading Time: 6 mins read
A A
0
Kemarin
Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini film drama dokumenter Kemarin, masih diputar di bioskop di Indonesia. Film ini diperkenalkan kepada masyarakat melalui sebuah lagu berjudul sama, Kemarin, karya band Seventeen

 

Film ini memang merupakan kompilasi dari beberapa rekaman video dan juga rekaman wawancara kepada beberapa orang yang mengenal personil band Seventeen.

 

Seperti yang telah diketahui bersama, pada tanggal 22 Desember 2018, tsunami Banten telah menghantam wilayah pesisir Banten dan Lampung, yang disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda. Akibat peristiwa ini, tercatat dalam sejarah , bahwa paling tidak ada sekitar  426 orang tewas dan 7.202 terluka dan 23 orang hilang. lebih lanjut dalam berita yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tsunami disebabkan pasang tinggi dan longsor bawah laut karena letusanAnak Krakatau  tersebut. Pada saat kejadian itu, banyak ucapan belasungkawa datang dari dalam dan luar negeri. Hingga akhirnya orang kembali melupakan peristiwa ini.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Riefian Fajarsyah (@ifanseventeen)


Namun ini tidak berlaku bagi Ifan Seventeen, vokalis band Seventeen yang selamat, namun kehilangan keluarganya. Teman-teman bandnya, isterinya, krunya dan orang-orang terdekat lainnya yang kebetulan berada bersama band Seventeen saat menghibur para tamu di sebuah hotel di Tanjung Lesung.

Mereka sedang memainkan sebuah lagu, saat tiba-tiba tsunami menelan mereka , menarik mereka dan membenamkan mereka ke dalamnya air laut. Bercampur dengan material bangunan, besi,perabotan.  tamu-tamu yang hadir, seluruh kehidupan yang ada di pantai itu seolah ditarik tanpa kecuali, menyisakan jeritan hingga takbir kepada Tuhan, tempat terakhir manusia berlindung.

Mendengar penuturan Ifan dan juga korban lain yang selamat. Di saat itulah memang, manusia hanya dapat memasrahkan dirinya kepada Tuhan. Jika Tuhan berkehendak, maka terjadilah.

Baca Juga:  Review The End Of Oak Street – Film Dinosaurus Terbaik Dalam 10 Tahun Terakhir?

 

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MAHAKARYA PICTURES (@mahakaryapictures_)


Dari pembukaan film, penonton diberikan sekilas kejadian saat tsunami sebelum kamera pun mulai menuturkan suara Ifan, yang menceritakan mengenai sejarah pendirian band Seventeen. Jatuh bangun band ini dalam menjaga eksistensinya pada industri musik, hingga harapan dan cita-cita yang hendak dilakukan oleh keluarga besar band Seventeen.

Semua dituturkan oleh Ifan dengan terbuka dengan diselingi  video cuplikan potongan demi potongan wawancara dengan orang-orang yang dekat, terlibat dan pernah bekerja sama dengan band ini.

Semua berpadu begitu pas nya , sehingga membuat penonton, yang mungkin baru saja mengenal sosok band Seventeen ini terbawa dalam alur cerita yang disampaikan akan jatuh bangunnya perjuangan band ini dari awal berdirinya hingga akhirnya peristiwa tsunam ini terjadi.

Tanpa sadar memang emosi penonton dibawa hanyut dalam alur cerita yang disampaikan melalui film ini.

 

Pada akhirnya, setelah berupaya Ifan pun kembali bangkit setelah hampir dua tahun terbenam dalam kesdihan dan rasa bersalah. Ifan kembali menghidupkan cerita band Seventeen, band  yang pernah membuat para fansnya tergila-gila, mereka yang pernah berjuang bersama dirinya dan kembali mengingatkan bahwa Tuhan itu ada dan akan selalu menjaga manusia.

Pesan yang terasa setelah menonton film ini adalah hidup ini adalah sebuah perjuangan, setiap keberhasilan dan kesuksesan patut disyukuri dan dinikmati, namun semua rencana hanyalah rencana jika tiada kehendak dari Tuhan untuk menjadikan itu terjadi.

 

Film karya sutradara Upie Guava , ini mungkin ingin menyampaikan banyak suara, sehingga pada menit-menit akhir , alur cerita ini agak terasa melelahkan . Mungkin ini salah satu kekurangan dari rata-rata pembuat film, ingin memberikan penjelasan sedetil-detilnya. Pengulangan gambar adegan pun juga terlalu sering ditemukan pada durasi akhir film ini.

Baca Juga:  Home Sweet Loan The Musical Hadirkan Perjalanan Kaluna ke Atas Panggung dengan Lima Lagu Baru Karya Idgitaf

Namun yang patut dipuji dan diperhatikan adalah, penggabungan video yang diambil dari banyak sumber ini terasa sangat mulus dan rapih. Warnanya terasa sama, dipertahankan dengan apik, sehingga penonton yang melihatnya, seolah melihat pengambilan gambar yang dilakukan dari satu jenis alat perekam saja.

Film Kemarin, masih tayang di bioskop di Indonesia. Untuk kamu para fans band Seventeen dan juga penonton penyuka film bergenre dokumenter.

 

Sebagian besar artikel ini juga tayang disini 

Tags: Band SeventeenIfan SeventeenKemarinUpie Guava
Previous Post

Interview spesial dengan pemeran Kaiji: Final Game , Nobuyuki Fukumoto & Tatsuya Fujiwara

Next Post

STXfilms Hadirkan Sebuah Motion Poster Keren dari Film Pandemi, Songbird

Related Posts

Review Film ‘Mutiny’ (2026): Aksi Jason Statham yang Seru, tapi Terlalu Familiar
Action

Review Film ‘Mutiny’ (2026): Aksi Jason Statham yang Seru, tapi Terlalu Familiar

21/08/2026
Review Insidious: Out Of The Further  – Kembalinya Franchise Horor Ikonik dengan Formula Baru
Barat

Review Insidious: Out Of The Further – Kembalinya Franchise Horor Ikonik dengan Formula Baru

21/08/2026
Rekomendasi Film-film Indonesia di Netflix untuk Menemani Akhir Pekan Panjang
Anak dan Keluarga

Rekomendasi Film-film Indonesia di Netflix untuk Menemani Akhir Pekan Panjang

14/08/2026
Home Sweet Loan The Musical Hadirkan Perjalanan Kaluna ke Atas Panggung dengan Lima Lagu Baru Karya Idgitaf
Drama

Home Sweet Loan The Musical Hadirkan Perjalanan Kaluna ke Atas Panggung dengan Lima Lagu Baru Karya Idgitaf

12/08/2026
Next Post
STXfilms Hadirkan Sebuah Motion Poster Keren dari Film Pandemi, Songbird

STXfilms Hadirkan Sebuah Motion Poster Keren dari Film Pandemi, Songbird

Please login to join discussion
[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Review Film ‘Mutiny’ (2026): Aksi Jason Statham yang Seru, tapi Terlalu Familiar

    Review Film ‘Mutiny’ (2026): Aksi Jason Statham yang Seru, tapi Terlalu Familiar

    414 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Review Insidious: Out Of The Further – Kembalinya Franchise Horor Ikonik dengan Formula Baru

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Trailer The Terminal List Season 2 Tampilkan Chris Pratt dalam Misi Global yang Lebih Berbahaya

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Nicolas Cage Hadapi Kelompok Kanibal dalam Film Aksi Pasca-Apokaliptik Parish

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Legends: Bintang Sons of Anarchy Reuni dalam Cerita yang Bikin Batas Fiksi dan Nyata Kabur

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags