Menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang, Netflix mengajak Anda menikmati akhir pekan panjang ini untuk menyaksikan karya-karya anak bangsa yang membanggakan. Daftar ini meliputi berbagai tayangan yang seru untuk ditonton bersama keluarga maupun film-film yang telah meraih penghargaan bergengsi. Jika mungkin Anda belum menyaksikan judul-judul ini kala tayang di bioskop, ini juga bisa jadi kesempatan menyenangkan untuk menontonnya kapan dan di mana saja Anda inginkan. Menyambut Hari Kemerdekaan, mari turut berbangga akan kekayaan sinema negeri ini dan selamat menonton!
Pilihan film untuk ditonton bersama keluarga
Diangkat dari buku populer karya Reda Gaudiamo, Na Willa mengikuti perjalanan kisah seorang gadis ceria yang hidup nyaman di sebuah gang kecil Surabaya di tahun 1960-an. Babak baru hidupnya terbuka kala ia mulai bersekolah dan teman-teman baru serta guru yang tegas menghadirkan tantangan tak terduga bagi dirinya. Film ini menghadirkan berbagai pengalaman masa kecil yang penuh makna dengan tema keragaman dan zaman yang terus melaju. Ryan Adriandhy (Jumbo) menulis naskah film ini bersama Reda Gaudiamo serta juga bertindak sebagai sutradara. Selama penayangannya di bioskop sejak Maret 2026, film ini telah disaksikan lebih dari 1,4 juta penonton.
Salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan lebih dari 10,2 juta penonton selama penayangan di bioskop. Jumbo yang tayang perdana di bioskop pada Maret 2025 adalah garapan Ryan Adriandhy dalam debutnya sebagai sutradara. Film animasi ini bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Don yang berusaha mementaskan pertunjukan berdasarkan buku kenang-kenangan dari orang tuanya. Berbagai tantangan yang muncul ia hadapi bersama teman-temannya, termasuk kala ia bertemu dengan seorang bidadari cilik misterius yang meminta bantuan Don untuk menemukan orang tuanya. Petualangan penuh keajaiban Don dan kawan-kawan mengajak mereka untuk belajar tentang arti pertemanan, keberanian, dan menghargai janji yang sudah terucap. Jumbo menjadi Film Animasi Panjang Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2025.
Karya terbaru dari penulis dan sutradara Gina S. Noer, Aku Sebelum Aku dengan peka mengurai hubungan orang tua dan anak, luka batin yang belum selesai, peran ekosistem sebagai ruang belajar yang manusiawi, serta memahami jati diri melalui masa lalu. Film ini mengikuti kisah seorang remaja berprestasi yang memenangkan kompetisi sekolah bergengsi dan malah mengalami serangan panik. Di tengah tekanan yang semakin menyesakkan, ia harus berjuang menemukan kembali dirinya sebelum ambisi sang ayah memutuskan ikatan keluarga mereka. Kisah yang relevan dan menyentuh ini dibintangi Ringgo Agus Rahman, Bima Sena, Widuri Puteri, Prastiwi Dwiarti, Aming, dan Poppy Sovia.
Sebuah keluarga terbiasa menerapkan gaya hidup yang sangat hemat dalam hidup mereka sehari-hari. Namun setelah sang ayah di-PHK, mereka seolah ditantang untuk semakin mengencangkan ikat pinggang demi memangkas pengeluaran. Selain pindah ke rumah yang berukuran lebih kecil, mereka juga melakukan penghematan yang ekstrem dengan jurus yang mereka sebut Taktik Irit Keluarga. Dibintangi Dwi Sasono, Widi Mulia, Dru Prawiro Sasono, dan Widuri Puteri yang merupakan keluarga dalam kehidupan nyata, film ini merupakan adaptasi dari komik populer Korea Selatan karya Yim Chang-ho. Cerita yang humoris dan membumi ditambah chemistry yang kuat antara pemeran membuat film ini layak jadi tontonan bersama keluarga.
Ringgo Agus Rahman dan Boris Bokir Manullang berperan sebagai duo penagih utang yang tiba-tiba harus tinggal bersama dan mengurus seorang gadis kecil akibat sang ibu tak bisa membayar utangnya. Kehidupan ketiganya berubah drastis dan bersama-sama mereka bersiasat menjalani hari demi hari, hingga perlahan muncul ikatan yang tak disangka-sangka antara mereka. Lewat film ini Ringgo Agus Rahman meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2025.
Pilihan film lain:
Surat untuk Masa Mudaku, Petualangan Menangkap Petir, My Annoying Brother, Keluarga Cemara 2
Pilihan film pemenang penghargaan
Saat situasi semakin sulit dan kebutuhan hidup harus dipenuhi, seorang ibu muda membulatkan tekad untuk bekerja di kedai kopi pangku di bilangan Pantura, Jawa Tengah. Claresta Taufan berperan sebagai Sartika yang harus lapang dada menghadapi setiap kesukaran dan berupaya melaluinya. Film ini merupakan debut penyutradaraan Reza Rahadian berdasarkan naskah yang ia tulis bersama Felix K. Nesi. Turut dibintangi Fedi Nuril dan Christine Hakim, Pangku memenangkan empat Piala Citra di Festival Film Indonesia 2025, yaitu Film Terbaik, Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik (Christine Hakim), Penulis Skenario Asli Terbaik, dan Pengarah Artistik Terbaik (Eros Eflin).
Tayang perdana di bioskop pada 2019, film yang dibintangi Angga Yunanda dan Adhisty Zara ini berkisah tentang sepasang kekasih dan pelajar SMA serta hidup yang berubah drastis kala mereka menghadapi kehamilan yang tak direncanakan. Digambarkan dengan penuh empati oleh Gina S. Noer sebagai sutradara dan penulis, film ini mengikuti perjalanan kedua tokoh utama kala mereka gagap menghadapi babak baru dalam hidup serta dinamika keluarga besar yang tak selalu menyenangkan. Dua Garis Biru meraih dua Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 2019 untuk kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Cut Mini) dan Skenario Asli Terbaik.
Walau telah lama bekerja bersama di sebuah kantor, Gema hampir tak pernah dianggap oleh teman-teman di tempat kerjanya. Situasi mulai berubah ketika sang ayah meninggal dan teman-teman Gema mulai menunjukkan perhatian. Tapi ketika simpati mereka mulai hilang, Gema panik dan menyiapkan rencana agar ia senantiasa menjadi pusat perhatian. Film drama komedi besutan perdana Kristo Immanuel sebagai sutradara ini diganjar penghargaan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Penampilan Terbaik, Penyuntingan Terbaik, hingga Naskah Terbaik di JAFF Indonesian Screen Awards 2026. Film ini juga meraih nominasi Festival Film Indonesia 2026 di kategori Penulis Skenario Asli Terbaik (Kristo Immanuel dan Jessica Tjiu) serta Penata Suara Terbaik (Syaifullah Praditya).
Pilihan film lain:
Sore: Istri dari Masa Depan, Home Sweet Loan, Samsara, Kabut Berduri, Jatuh Cinta Seperti di Film-film












