Disney kembali membuat gebrakan besar. Film Star Wars: Starfighter tercatat memiliki biaya produksi 226,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,6 triliun hingga syuting utama selesai di Pinewood Studios, Inggris. Angka ini menjadikannya salah satu film Star Wars termahal sepanjang sejarah, bahkan melampaui pengeluaran awal The Force Awakens (2015).
Menurut laporan Forbes, biaya tersebut masih merupakan angka kotor sebelum pascaproduksi dan pemasaran. Meski demikian, sudah cukup untuk menempatkan Starfighter di posisi puncak daftar film mahal franchise ikonik tersebut.
Laporan yang sama mengungkapkan penurunan tajam keuntungan Disney dari seri Star Wars. Jika The Force Awakens diperkirakan menghasilkan laba sekitar 500 juta dolar AS, The Rise of Skywalker hanya menyisakan kurang dari 50 juta dolar. Akibatnya, Disney sempat menahan proyek film layar lebar sebelum kembali hadir tahun ini lewat The Mandalorian and Grogu.
Starfighter merupakan film mandiri yang berlatar lima tahun setelah The Rise of Skywalker. Disutradarai Shawn Levy, film ini mengisahkan Kade Auberon (Ryan Gosling), seorang penjahat sinis yang dihadapkan pada masa lalunya dan terseret ke petualangan berbahaya di galaksi.
Cuplikan pertama film ditayangkan di D23 Expo Agustus lalu. Dalam video itu, Kade menyebut sebuah Starfighter yang sudah dinonaktifkan sebagai “yang tercepat yang pernah dibuat.”
Selain Ryan Gosling, film ini dibintangi Flynn Gray, Matt Smith, Mia Goth, Aaron Pierre, Simon Bird, Jamael Westman, Daniel Ings, dan Amy Adams. Dengan anggaran raksasa dan cast kuat, Starfighter menjadi salah satu film yang paling dinantikan penggemar.




