Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Film Mortal Engines

by miki
December 16, 2018
in Articles, Movie Articles, News, Reviews
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ini adalah debut Christian Rivers, seniman visual effect yang menjadi langganan Peter Jackson dalam menangani proyek visual Lord of The Rings, The Hobbit, dan King Kong. Penyertaan embel-embel nama Peter Jackson dalam trailer-nya merupakan bagian dari strategi marketing yang kemungkinan mengecoh ekspektasi audiens. Pasalnya film adaptasi ini memiliki potensi sukses besar sebagaimana halnya film-film Jackson yang lain, namun sayangnya masih jauh dari idealisme itu, malahan kurang memberi kesan mendalam. Bahkan Rotten Tomatoes hanya memberikan bintang satu setengah dengan kejamnya (lupakanlah Rotten Tomatoes ataupun IMDB), meskipun berbeda nasib dengan novelnya sendiri yang mendapat apresiasi baik, beberapa aspek dalam film ini tidaklah terlalu buruk.

Konsep post-apocalyptic memang bukan hal baru. Setingan, plot, dan para karakternya sedikit mengingatkan film-film adaptasi YA novel yang mengisahkan dunia distopia masa depan, (sebutlah Maze Runner, Hunger Games, etc) keunikannya ada pada nuansa steampunk yang kental, tema yang tidak biasa ditemui di Hollywood.

Berlatar peradaban mesin ribuan tahun ke depan, tidak diceritakan bagaimana sejarahnya kota London sang ‘adikuasa’ dibangun di atas roda yang digerakan mesin, yang pasti teknologi kita sekarang sudah di anggap purba, bahkan minion dan smartphone sudah menjadi barang museum. Atas dasar hukum “Municipal Darwinism”, Thaddeus Valentine (HugoWeaving) berambisi memburu kota-kota kecil. Ia adalah seorang politikus yang gila kekuasaan tapi tunduk kepada Lord Mayor of London, Magnus Crome. Valentine juga merupakan sasaran balas dendam si tokoh utama, Hester Shaw (Hera Hilmar) yang disinyalir puterinya sendiri. Ambisi Valentine yaitu menembakan senjata pemusnah masal ke lawannya, kota Shan Guo, rumah bagi kaum Anti-Tractionist. Keseluruhan narasi ini mengingatkan kepada Star Wars – versi steampunk dengan Anti-Tractionist sebagai kelompok rebellion.

Baca Juga:  Teaser Trailer Baru Resident Evil Buktikan Film Zach Cregger Tetap Setia pada Game

Karakter pemeran utama (Hera Shaw) hanya menarik di awal-awal, dan selanjutnya tenggelam oleh karakter Valentine (Weaving memiliki karisma sekelas Nick Cave meskipun berperan antagonis), dan terlebih oleh tokoh CGI, Shrike (Stephen Lang). Pula peran heroine di film ini diambil alih wanita androginy, Anna Fang (Jihae) yang ridiculously selalu muncul bak malaikat penyelamat lengkap dengan kacamata hitam saat Hera Shaw dipepet bahaya. Di antara keseluruhan tokoh, Kedalaman karakter hanya dimiliki Shrike, sosok robot Frankenstein dengan masa lalu misterius. Sayangnya karakter motion capture ini tidak mendapat porsi lebih lanjut hingga akhir film, dan hanya meninggalkan rasa penasaran kepada audiens.

Kepiawaian visual sudah tidak bisa didustakan. Meskipun dibuat oleh teknologi CGI, tidak pernah dalam sejarahnya audiens dibawa menyaksikan onderdil mesin-mesin raksasa bekerja, memberikan mobilitas dan menghancurkan –merepresentasikan imajinasi steampunk yang awesome sekaligus mengerikan. View penonton juga dimainkan ke berbagai angle. Namun sayangnya lagi, kehebatan visual kurang didukung dengan kematangan plot. Terlalu  banyak distraksi saat menontonnya, banyak adegan yang berpindah terlalu cepat sehingga tidak memberi audiens jeda untuk berefleksi, juga terdapat beberapa adegan kurang penting, seperti saat Robert Sheehan (Tom Natsworthy) sempat-sempatnya memilih jaket kulit sebelum lepas landas darurat.

Dengan menghiraukan berbagai kekurangan di atas, film epic adventure ini sekiranya masih terbilang fun bagi audiens remaja. Narasi sosial-politik, kekuasaan, senjata pemusnah masal, dan watak serta fitrah alami manusia; sebagai penghancur (direpresentasikan oleh sistem dan mesin) sekaligus pembawa damai (direpresentasikan oleh Anti-Tractionist yang memilih hidup di alam dengan figur menyerupai Dalai Lama sebagai pemimpin mereka) adalah topik menarik yang diceritakan kembali secara fiktif, seperti halnya dalam Star Wars dan LOTR, meskipun disuguhkan dengan kurang matang.

Baca Juga:  The Other Sister Tayang 29 Mei, MAXStream TV dan iQIYI Hadirkan Drama Misteri yang Dekat dengan Realita Relasi Masa Kini

Tags: DystopianMortal EnginesMovie ReviewPost-ApocalypticSteampunk
Previous Post

Ali Wong Bergabung Dengan Film Birds of Prey

Next Post

Poster Baru Godzilla Tampilkan Rodan, Mothra & Ghidorah

Related Posts

Badut Gendong ‘Hidup’ di Epicentrum! Intip Kengerian Gala Premiere Monster Baru di Universe Qodrat
Horor

Badut Gendong ‘Hidup’ di Epicentrum! Intip Kengerian Gala Premiere Monster Baru di Universe Qodrat

26/05/2026
Sekuel Murder on the Orient Express
News

BBC Resmi Garap Serial Baru Hercule Poirot, Detektif Ikonik Agatha Christie

26/05/2026
Trailer “Vought Rising” Resmi Dirilis, Ungkap Asal-Usul Gelap Vought & Soldier Boy
Action

Trailer “Vought Rising” Resmi Dirilis, Ungkap Asal-Usul Gelap Vought & Soldier Boy

26/05/2026
Netflix Resmi Dapatkan “Sacrifice”, Thriller Satir Gila Dibintangi Chris Evans & Anya Taylor-Joy
Barat

Netflix Resmi Dapatkan “Sacrifice”, Thriller Satir Gila Dibintangi Chris Evans & Anya Taylor-Joy

26/05/2026
Next Post

Poster Baru Godzilla Tampilkan Rodan, Mothra & Ghidorah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Talks: Diskusi Terbuka untuk Memahami Isu-Isu Terkini Industri Film

    Talks: Diskusi Terbuka untuk Memahami Isu-Isu Terkini Industri Film

    442 shares
    Share 177 Tweet 111
  • Sydney Sweeney Akan Membintangi Film Scandalous, Salah Satu Kisah Cinta Paling Kontroversial di Hollywood

    491 shares
    Share 196 Tweet 123
  • Chad Stahelski Akan Mengadaptasi Novel Fantasi Spellslinger Menjadi Serial TV

    443 shares
    Share 177 Tweet 111
  • Pengepungan di Bukit Duri (The Siege at Thorn High) Itu Apa?

    556 shares
    Share 222 Tweet 139
  • Belum Rilis, Film Masters of the Universe Sudah Pecahkan Rekor Dunia Guinness

    413 shares
    Share 165 Tweet 103
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags