Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Film Candyman

by Paulus Ladiarsa
October 26, 2021
in Articles, Barat, Drama, Featured, Horor, Movie Articles, Movies, Reviews, Thriller
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Satu lagi sosok ikonik horor lawas Hollywood kembali untuk menghibur para penonton di tanah air. Setelah minggu lalu kedatangan aksi brutal terbaru Michael Myers (Halloween Kills, baca reviewnya di sini-red) kali ini giliran sosok boogeyman bertangan kait, Candyman, dalam film terbarunya, Candyman (2021).

Perlu dinformasikan sebelumnya, Candyman (2021) mengambil sekitar 30 tahun setelah peristiwa film horor asli, mengabaikan insiden dalam sekuel Farewell to the Flesh (1995) dan Day of the Dead (1999), yang semuanya dibintangi Tony Todd sebagai penjahat tituler. Film baru ini berkisah tentang Anthony McCoy (diperankan Yahya Abdul-Mateen II), seorang seniman Chicago yang kemudian terobsesi dan dihantui oleh legenda Candyman dari lingkungan Cabrini-Green.

Dalam franchise Candyman sudah bukan rahasia lagi kalau core kisahnya adalah konsekuensi mengenaskan yang dialami para korban saat mengetahui bahwa urban legend yang awalnya mereka kira sekadar takhayul ternyata sungguhan. Urban legend ini menyebutkan bahwa jika seseorang berdiri di depan cermin dan menyebutkan “Candyman” sebanyak 5 kali, ia akan muncul dan membunuh si pemanggilnya.

Berangkat dari premis inilah saga horor ini berkembang menjadi sebuah franchise, dengan fokus investigasi individu-individu yang penasaran dan ingin tahu banyak tentang hal itu. Dan, sejak kemunculan pertamanya di tahun 1992 hingga kemunculan dua sekuelnya, franchise Candyman tidak melenceng jauh dari formula awal tersebut untuk membuat penggemarnya takut-takut senang.

Berkenaan dengan Candyman baru ini, DaCosta bersama timnya masih mengusung formula yang kurang lebih sama. Namun, seraya mengapus kontinuitas dua sekuel dari film pertamanya, sang sineas mencoba memberikan esensi baru pada saga ini sambil di kesempatan yang sama memberikan banyak penghormatan pada fans film orisinalnya. Sajian baru ini punya pendekatan, tone, dan treatment yang berbeda dari film pertamanya.

Baca Juga:  Film The Housemaid Dapat Sekuel, Sydney Sweeney Kembali Jadi Bintang Utama

Sekuel langsung dari film klasiknya di tahun 1992, Candyman 2021 mencoba untuk mengukir identitasnya sendiri selain berfungsi sebagai babak kelanjutan dari film orisinalnya. Namun, hasilnya bisa dibilang ada di persimpangan keduanya.   Sebagai sekuel, film ini tidak memperbaiki yang asli dengan cara, bentuk, atau bentuk apa pun. Dan sebagai standalone sendiri, sajiannya memunculkan banyak pemikiran dan banyak pertanyaan yang perlu diolah lebih lanjut untuk memberikan sajian yang memuaskan.

Terlebih seperti tadi sudah disinggung sebelumnya, kentara benar pihak kreator berusaha memoles ulang mitologinya agar bisa pas dengan cerita miliknya sendiri. Dan, meskipun itu bukan keluhan, skrip adalah letak masalahnya, karena seperti tidak memiliki prioritas yang diselesaikan. Itu penuh dengan terlalu banyak ide serta tema dan mencoba untuk menutupi semuanya dalam runtime yang terbatas, sehingga menghasilkan narasi yang terkesan terlalu padat dan kurang matang.

Untuk sisi positifnya, citarasa visual DaCosta yang tinggi membuat film ini memiliki beberapa scene yang impresif. Seperti scene adegan kematian salah satu karakter yang terlihat artistik dan jarang disajikan di banyak film lainnya, sembari tetap memberikan kesan ngeri yang dibutuhkan.

Jajaran pemainnya pun bermain baik dengan apa yang diberikan kepada mereka meski mungkin akan lebih baik jika mereka memiliki lebih banyak materi untuk dikerjakan. Film ini terlihat dan terdengar solid tetapi tidak memiliki kualitas imersif dan memikat yang dimiliki pendahulunya.

Secara keseluruhan, Candyman Seperti reboot Halloween yang dibuat Blumhouse baru-baru ini. Candyman mampu mengambil formula film klasiknya dan mengubahnya menjadi sesuatu yang baru seraya signifikan dengan situasi realitas masa kini.

Ini menguraikan lebih lanjut tentang beberapa elemen yang diceritakan dari film pertama, sementara juga lumayan menghibur, tajam (dalam hal menyinggung permasalahan sosial masa kini-red), dan mampu menjaga aura kengeriannya. Minus utamanya adalah kadang-kadang film ini terasa agak terlalu turunan dari aslinya, dan editingnya yang sedikit mengganggu (melompat-lompat ke karakter lain-red) bisa menjadi cerita yang agak canggung – tetapi setiap adegan bekerja seperti yang dimaksudkan Pada akhirnya, Candyman tidak sempurna – tetapi memang begitulah seharusnya reboot dilakukan, dan bisa dikatakan sebagai salah satu reboot terbaik yang pernah dibuat sejauh ini. Ini mungkin bukan yang paling orisinal, tetapi sangat unik.

Baca Juga:  Trailer Brutal Film Horor They Will Kill You Tampilkan Aksi R-Rated dari Zazie Beetz

Film Candyman dapat disaksikan di bioskop tanah air

Tags: Jordan PeeleNia DacostaTony ToddYahya Abdul-Mateen II
Previous Post

Review Hostage Missing Celebrity (tayang saat KIFF 2021 dimulai)

Next Post

Rekomendasi Tayangan Netflix Indonesia – Edisi November 2021

Related Posts

Film Horor Malam 3 Yasinan Tayang Hari Ini, Angkat Teror Keluarga Konglomerat
Horor

Film Horor Malam 3 Yasinan Tayang Hari Ini, Angkat Teror Keluarga Konglomerat

08/01/2026
Film Suka Duka Tawa Tayang Hari Ini, Ajak Penonton Menertawakan Luka Lewat Komedi Keluarga
Drama

Film Suka Duka Tawa Tayang Hari Ini, Ajak Penonton Menertawakan Luka Lewat Komedi Keluarga

08/01/2026
Rachel McAdams Meneror Dylan O’Brien di Trailer Baru Send Help
Barat

Rachel McAdams Meneror Dylan O’Brien di Trailer Baru Send Help

08/01/2026
The Death of Robin Hood
Action

Hugh Jackman Tampil Brutal di Trailer Film The Death of Robin Hood

08/01/2026
Next Post
Red Notice Netflix Cinemags

Rekomendasi Tayangan Netflix Indonesia - Edisi November 2021

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • 10 Film dengan Konten Dewasa yang Bisa Kamu Tonton di Netflix (US)

    21684 shares
    Share 8674 Tweet 5421
  • Hugh Jackman Tampil Brutal di Trailer Film The Death of Robin Hood

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Trailer Brutal Film Horor They Will Kill You Tampilkan Aksi R-Rated dari Zazie Beetz

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Rachel McAdams Meneror Dylan O’Brien di Trailer Baru Send Help

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Film Fantasi Misterius J.J. Abrams yang Dibintangi Glen Powell & Jenna Ortega Akhirnya Ungkap Judul Resmi

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags