Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Jojo Rabbit: Hitler Diperankan Aktor Berdarah Non-Arya dan di Olok Habis-habisan Dalam Satir Komedi Ini

by miki
December 30, 2019
in Action, Anak dan keluarga, Articles, Barat, Drama, Komedi, Movie Articles, Movies, Reviews
Reading Time: 3 mins read
A A
0
(From L-R): Sam Rockwell, Scarlett Johansson and Roman Griffin Davis in the film JOJO RABBIT. Photo by Larry Horricks. © 2019 Twentieth Century Fox Film Corporation All Rights Reserved

(From L-R): Sam Rockwell, Scarlett Johansson and Roman Griffin Davis in the film JOJO RABBIT. Photo by Larry Horricks. © 2019 Twentieth Century Fox Film Corporation All Rights Reserved

Share on FacebookShare on Twitter

Waititi mengambil langkah yang cukup berani menyangkut film bertema Nazi, pasalnya, baru kali ini kisah bertema Nazi datang tidak dari sudut pandang victim-nya (Yahudi), melainkan dari seorang pendukung Nazi berusia 10 tahun bernama Jojo Betzler (Roman Griffin Davis).

Dikisahnkan, Jojo kerap berkomunikasi bersama teman imajinernya, Adolf (Waititi) yang kerap membangkitkan jiwa patriotisme Nazi dalam diri Jojo. Ia tergabung ke dalam grup patriotik Deutsches Jungvolk (pemuda Jerman) dan diajari melempar granat, membakar buku, menikam pisau oleh Captain Klenzendorf (Sam Rockwell). Sisipan ‘Rabbit’ diembannya saat ia tidak tega membunuh seekor kelinci di depan rekan-rekan Nazi.

Jojo sangat memuja Hitler dan antusias mengikuti doktrin anti Jews yang digencarkan Jungvolk, namun yang tidak Jojo ketahui bahwa sang ibu, Rosie Betzler (Scarlett Johansson) ternyata menyembunyikan seorang gadis Yahudi di dalam gudang mereka.

Film yang diadaptasi dari novel Caging Skies karya Christine Leunens ini, aslinya mengisahkan seorang anak Jerman yang hidup dalam situasi perang dunia II. Ayah Jojo tidak pernah kembali dari pertempuran di  front Italia, dan ia baru saja kehilangan kakak perempuan yang meninggal karena wabah flu, dalam kondisi seperti itu,  ia pun melakukan semacam escape lewat ilusi Hitler dan patriotisme Nazi. Adapun  penambahan tokoh imajiner datang dari ide sang sutradara yang sejatinya berdarah Yahudi- Maori.

Secara natural, Griffin Davis memerankan dengan baik problem yang dihadapi si tokoh utama, tidak susah bagi penonton untuk bersimpati pada karakternya yang jenaka meskipun diliputi tanda tanya dan kecemasan, situasi menjadi lebih menggelikan lagi setiap kali Jojo bertemu Yorki (Archie Yates) teman pramukanya. Untuk debutnya ini, Davis cukup layak mendapatkan nominasi di perhelatan bergengsi.

Baca Juga:  Ella Purnell Bergabung dengan Scapegoat, Film Misterius Ari Aster yang Dibintangi Scarlett Johansson

Sedangkan Johansson yang akhir-akhir ini bertransformasi dengan lebih sering memerankan sosok ibu, di satu sisi seperti mengubur sebagian jati dirinya di film-film dekade terdahulu, sementara di sisi lain tengah mengembangkan karakter tipikal ‘tough mom’, sayangnya akting Johansson kali ini bisa dibilang berlebihan dan kurang berkesan. Sebaliknya, Rockwell yang selalu identik dengan sifat slengean (bahkan saat memerankan kapten Nazi!) memerankan karakter kontradiktif yang meninggalkan kesan mendalam.

Para karakter pendukung memainkan porsinya dengan pas, termasuk Aktris pendatang baru asal New Zealand, Thomasin McKenzie sebagai gadis Yahudi (Elsa Korr), instruktur fasis wanita Fräulein Rahm (Rebel Wilson) yang brutal, serta kemunculan Stephen Merchant memerankan Captain Deertz dengan ekspresi kaku dan tubuh jangkungnya yang mengintimidasi, sedangkan Alfie Allen sebagai cameo (Finkel) hanya terkesan sebagai bumbu konyol-konyolan belaka, peran konyol memang lebih cocok disandangnya paska memerankan Theon Greyjoy.

Berbeda dari kebanyakan film Nazi yang mencekam, komedi satir ini mampu memancing tawa meskipun beberapa scene terbilang gelap dan sedih, film ini juga membuat kita menyadari bahwa situasi perang (khususnya di jaman seputaran Nazi) tidak hanya berdampak bagi orang-orang Yahudi, namun masyarakat Jerman sendiri.

Secara keseluruhan, inti ceritanya adalah mengenai kepolosan anak kecil yang tidak memiliki ide bahwa rasisme dan Nazi itu salah, sama seperti anak kecil umumnya yang gampang dibentuk untuk menjadi fanatik, tapi kemudian Jojo mendengarkan kata hati. Pada akhirnya, Jojo hanyalah seorang anak yang menikmati kebersamaan bersepeda bersama ibunya dan menumbuhkan rasa peduli pada manusia lain, meskipun pada seorang Yahudi.

Konsep ceritanya sederhana, namun film yang telah dipersiapkan sejak 2011 ini dikemas tanpa menimbulkan rasa bosan bagi penontonnya. Selalu terdapat hal yang konyol, menegangkan, juga sedih. Dialognya jenaka, dan gambar berpalet eye-catchy akan mengingatkan audiens  pada film ala Wes Anderson. Waititi mengungkapkan dalam resetnya mengenai Jerman masa WWII, dimana kota-kota dan penduduk di negara itu terlihat kaya warna dan fashionable, berbeda dengan apa yang ditampilkan film perang umumnya dengan vibra warna cenderung gelap dan dingin, ia menginginkan para karakternya terlihat berwarna dan penuh gaya; “semua terlihat berwarna dan bahagia, padahal kekuasaan Hitler pelan-pelan runtuh, and, you know the dream, is over.” 

Satu hal yang membuat film ini terkesan kurang afdol hanyalah perihal bahasa, dimana tokoh-tokoh Jerman berbicara satu sama lain tidak dalam bahasa ibu mereka, meskipun tampaknya ini menjadi cukup  lazim untuk semua film Nazi keluaran Hollywood.

Baca Juga:  Poster V/H/S/Mixtape Penuh Darah, Empat Cerita Horor Siap Meneror Penonton

Satu lagi, Waititi juga apik memasukan soundtrack pop seperti Beatles dan Bowie dalam cover berbahasa Jerman. Di awal film, The Beatles menghantarkan penonton pada euphoria mengikuti spirit si tokoh utama, dan ending film (Spoiler Alert!), audiens akan mendengar soundtrack Helden (Heroes) dalam bahasa Jerman, disandingkan dengan penggalan quote dari penyair Jerman termasyhur yang menjadi suatu penutup sempurna.

Sebagai catatan, “Heroes” merupakan lagu Bowie yang mengisahkan dua kekasih terpisah oleh tembok Berlin, Bowie memainkan Heroes di Tembok Berlin pada tahun 1987. Ia mengatakan bahwa performanya di tembok Berlin adalah hal yang paling emosional dan tidak akan pernah terlupakan. Saat itu, tembok Berlin menjadi background panggung dan ribuan warga Berlin Timur dibalik tembok turut menyanyikan lagu ini dari jarak jauh.

 

 

 

 

 

Tags: HitlerJojo RabbitScarlett JohanssonTaika WaititiWWII
Previous Post

FX akan Memproduksi Serial Carrie

Next Post

Terbongkar! Ilmu Kungfu Bruce Lee bukanlah Wing Chun!!

Related Posts

Paramount Kian Dekat Kuasai Warner Bros., Gugatan Antimonopoli Jadi Halangan Terakhir
Barat

David Ellison Umumkan Nama Baru Perusahaan Gabungan Paramount dan Warner Bros.

03/10/2026
Pemenang Palme D’Or Fjord Jadi Pembuka Jakarta World Cinema 2026 dan Inherit karya Banjong Pisanthanakun Jadi Penutup
Events

Pemenang Palme D’Or Fjord Jadi Pembuka Jakarta World Cinema 2026 dan Inherit karya Banjong Pisanthanakun Jadi Penutup

02/10/2026
Cerita Keluarga Indonesia Film Desember Jani akan World Premiere di Tokyo International Film Festival 2026
Drama

Cerita Keluarga Indonesia Film Desember Jani akan World Premiere di Tokyo International Film Festival 2026

02/10/2026
HOME SWEET LOAN THE MUSICAL RESMI HADIR DI PANGGUNG,  AJAK PENONTON TEMUKAN ARTI BARU TENTANG PULANG
Drama

HOME SWEET LOAN THE MUSICAL RESMI HADIR DI PANGGUNG, AJAK PENONTON TEMUKAN ARTI BARU TENTANG PULANG

02/10/2026
Next Post
Bruce Lee

Terbongkar! Ilmu Kungfu Bruce Lee bukanlah Wing Chun!!

Please login to join discussion
[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • 24 Jump Street Resmi Punya Tanggal Rilis! Channing Tatum & Jonah Hill Kembali Setelah 13 Tahun

    24 Jump Street Resmi Punya Tanggal Rilis! Channing Tatum & Jonah Hill Kembali Setelah 13 Tahun

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • 10 Film dengan Konten Dewasa yang Bisa Kamu Tonton di Netflix (US)

    21713 shares
    Share 8685 Tweet 5428
  • Daniel Zolghadri Gantikan Charles Melton di Film Kriminal Baru Chris Evans My Darling California

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Review ‘DIGGER’: Sebuah Penampilan Mengagumkan Dari Tom Cruise

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • Film Horor Sam Raimi Every House Is Haunted Bangkit Setelah 5 Tahun Mangkrak

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags