Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Film Galaxy , Ungkap Kegelisahan Remaja Akan Keluarga

by nuty laraswaty
September 7, 2023
in Drama, Featured, Reviews
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Film Galaksi
Share on FacebookShare on Twitter

Film Galaxy, Gejolak Darah Muda

Menonton film Galaxy , seakan membawa kembali ingatan akan masa muda.

Menonton film ini, membuat penonton yang tak lagi remaja, mengalami refleksi diri . Ini membuka mata, membuka telinga akan masalah kehidupan, khususnya remaja dan umumnya keluarga.

Berawal dari buku yang ditulis oleh Poppi Pertiwi, maka alur kisahnya pun ditrasformasikan menjadi media film dengan beragam penyesuaian.

Penyesuaian ini hadir dari tangan dingin sutradara Kuntz Agus (Petualangan Menangkap Petir, Dear Nathan:Thank You Salma), kisah inipun hadir melaui gambar-gambar dan pengambilan adegan dengan sudut pandang memikat.

Ini membuat para penyuka film, dengan tata artistik dan sudut pengambilan berbeda dan unik, menjadi terbuai.

Ambillah contoh adegan, saat motor dipacu sekencang-kencangnya oleh Galaksi (Bryan Domani), dalam babak akhir penutup.

Kemudian saat dua sejoli Galaxy dan Kejora (Mawar De Jongh), mulai merasakan ada sesuatu yang hangat di hati mereka berdua, di atas gedung dengan temaram lampu malam.

Pengambilan close up para karakter yang diperankan oleh Omara N. Esteghlal dan Pangeran Lantang  . Mau tak mau  hadirkan rasa ngeri dan kaget mendalam pada diri penonton.

Ini merupakan adegan close up yang menarik dan menantang.

Kemudian jika diperhatikan lagi, pengambilan adegan gambarpun terlihat makin lama makin lebih banyak close up nya, saat momen manis perasaan mulai terhubung antara Galaksi dan Mawar.

Namun saat mereka mulai berselisih, gambarpun dibuat semakin menjauh dan memberikan ruang semakin lebar.

Penerapan yang sama juga dapat ditemukan , saat Galaxy beradu argumen dengan Ayahnya.

Ini memberikan perasaan tersendiri, bahwa imajinasi yang terbangun saat penonton yang pernah membaca bukunya, tetap dijaga dan mereka terangkul secara emosional dengan bahasa gambar semacam ini.

Baca Juga:  Film Laut Bercerita Disambut Hangat saat World Premiere di Busan International Film Festival

Persoalan Keluarga dengan Segala Kesulitannya

Memperhatikan alur kisah yang ditulis oleh Poppi Pertiwi , terlihat bahwa persoalan keluarga merupakan hal penting.

Ini merupakan hal yang banyak terjadi. Setiap teman dari teman, pasti mengalami persoalan keluarga layaknya Galaksi.

Di setiap sekolah, pasti ada geng dan juga ikatan rasa setia kawan serta kekompakan sekolah.

Saat semua ini dirajut, akan hasilkan kisah yang familiar dengan kondisi keseharian penonton.

Ini membuat penontonpun , dapat melakukan kilas balik akan masa remaja secara keseluruhan.

Namun ada sedikit kekurangan, saat adu argumen Galaksi dengan Ayahnya , imajinasi penonton kurang diberikan ruang melalui bahasa gambar.

Secara perlahan ini membuat persoalan utama dalam diri Galaksi, yang menjadikannya sebagai sosok remaja pelindung bagi “keluarganya” kurang terbentuk.

Padahal ini adalah poin utama dari film ini , dasar landasan utama dari rangkaian kejadian kemudian.

Nampaknya sutradara, lebih ingin memberikan unsur drama kasih sayang antara Galaksi dan Kejora . Serta bagaimana sosok lelaki, sekeras apapun itu, dapat melunak saat menemukan perempuan yang ia sayangi.

Kalimat di babak terakhir, yang menyatakan bahwa betapa Galaksi membutuhkan Kejora tersebut, memberikan penekan dalam.

Namun kembali, sayangnya pusat utama permasalahan, konfilk Ayah dan Galaksi , tidak tersampaikan dengan baik.

Barisan luka  yang terpampang jelas di tubuh Galaksi , terasa seakan adalah perbuatan ugal-ugalan Galaksi bersama-sama “keluarga motornya”. Bukan akibat dari tindakan Sang Ayah.

 

Lagu yang Mengena

Satu hal lagi yang dirasakan mengena adalah scoring dan theme song-nya , yang tepat sasaran.

Pada masing-masing adegan, terasa sekali  suasana yang ditampilkan di filmnya.

Momen saat Galaksi menahan tangis , akan adegan bersama Ayahnya, terasa mengena mendalam kepada emosi penonton.

Baca Juga:  Review ‘The Social Reckoning’: Follow up yang cukup baik dari film Facebook yang ikonik

Namun disini , hanya peran Galaksi saja yang terasa ditonjolkan. Kembali kehadiran Ayah, ibarat sosok yang dapat diceritakan melalui bahasa kata belaka, bukan dengan adegan demi adegan.

Ini merupakan hal yang paling disayangkan, karena pesan utama dari buku Poppi Pertiwi , hanya tersampaikan sebagian saja.

Penangkapan Poppi Pertiwi, akan fenomena yang ia temui , yaitu kegelisahan remaja akan keluarga, menjadi kurang teradaptasi dengan baik dan kehilangan suaranya.

Namun secara keseluruhan, film Galaksi hadirkan sebuah drama manis, memorable dan menyenangkan.

 

Tags: Bryan DomaniFilm GalaksiKuntz AgusMawar De JonghOmara N. EsteghlalPangeran LantangPoppi Pertiwi
Previous Post

Trailer Baru The Exorcist: Believer Tunjukkan Reuni yang Menyeramkan

Next Post

Sculpting The Giant Tayang Perdana di Vancouver International Film Festival 2023

Related Posts

Film Laut Bercerita Disambut Hangat saat World Premiere  di Busan International Film Festival
Drama

Film Laut Bercerita Disambut Hangat saat World Premiere di Busan International Film Festival

14/10/2026
Film Hasut Tayang Hari Ini di Bioskop! Jadi Momen Reflektif untuk Dengarkan Suara Mereka yang Memiliki Luka dan Trauma Batin Jelang World Mental Health Day
Drama

Film Hasut Tayang Hari Ini di Bioskop! Jadi Momen Reflektif untuk Dengarkan Suara Mereka yang Memiliki Luka dan Trauma Batin Jelang World Mental Health Day

08/10/2026
Review ‘The Social Reckoning’: Follow up yang cukup baik dari film Facebook yang ikonik
Barat

Review ‘The Social Reckoning’: Follow up yang cukup baik dari film Facebook yang ikonik

08/10/2026
Cerita Keluarga Indonesia Film Desember Jani akan World Premiere di Tokyo International Film Festival 2026
Drama

Cerita Keluarga Indonesia Film Desember Jani akan World Premiere di Tokyo International Film Festival 2026

02/10/2026
Next Post
Sculpting The Giant

Sculpting The Giant Tayang Perdana di Vancouver International Film Festival 2023

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • 10 Aktor Hebat Selain DiCaprio yang Belum Pernah Memenangkan Oscar

    429 shares
    Share 172 Tweet 107
  • 10 Superhero Marvel & DC Heroes Dengan Kekuatan Superpower yang Hampir Sama

    462 shares
    Share 185 Tweet 116
  • 10 Film dengan Konten Dewasa yang Bisa Kamu Tonton di Netflix (US)

    21738 shares
    Share 8695 Tweet 5435
  • 10 Rahasia Film Hollywood yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

    432 shares
    Share 173 Tweet 108
  • Steven Soderbergh Gantikan Matt Reeves untuk Selesaikan Syuting The Batman: Part II

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags