James Wan dan Jason Blum resmi memperkenalkan nama baru untuk perusahaan produksi horor hasil penggabungan studio mereka. Dua tahun setelah merger, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Blumhouse Atomic Monster kini berganti nama menjadi Blumhouse Atomic.
Perubahan ini menandai babak baru bagi dua sosok penting di balik sejumlah franchise horor populer, seperti The Conjuring, Insidious, dan Saw. Meski identitas perusahaan induknya berubah, Blumhouse dan Atomic Monster tetap beroperasi sebagai label produksi terpisah. Kedua tim kreatif tersebut akan terus mengembangkan dan memproduksi film serta serial televisi masing-masing.
Jason Blum menjelaskan bahwa penggabungan perusahaan pada 2024 telah memberikan hasil sesuai harapan. Menurutnya, mereka kini memiliki kapasitas produksi setara studio besar, tetapi tetap mempertahankan kebebasan kreatif dan kedisiplinan finansial perusahaan independen. Peluang pengembangan cerita juga semakin luas, mulai dari film bioskop hingga televisi, video game, dan pengalaman hiburan langsung.
James Wan turut menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada sineas baru. Ia berharap Blumhouse Atomic dapat menjadi wadah bagi para pembuat film horor berbakat untuk mengembangkan karier. Wan sendiri mengawali perjalanan kreatifnya melalui film berskala kecil dan ingin memberikan kesempatan serupa kepada generasi berikutnya.
Secara bisnis, merger kedua perusahaan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Sejak bergabung pada 2024, film-film mereka telah menghasilkan lebih dari US$2,5 miliar di box office global, dengan total anggaran produksi kurang dari US$330 juta. Beberapa judul terbaru mereka mencakup Obsession, The Conjuring: Last Rites, dan Backrooms.
Untuk 2027, Blumhouse Atomic menyiapkan sejumlah proyek, termasuk River, The Revenge of La Llorona, The Exorcist: Martyrs, Anything But Ghosts, Molepeople, Sleepover, dan Seasons. Perusahaan ini juga mengembangkan kelanjutan franchise Saw, Paranormal Activity, dan Blair Witch.
Dengan nama baru tersebut, James Wan dan Jason Blum berambisi memperluas pengaruh mereka di industri horor sekaligus membuka jalan bagi lebih banyak talenta kreatif.





