Sony Pictures kembali memperluas proyek adaptasi video game. Setelah mengembangkan film terbaru Resident Evil, studio tersebut kini menggandeng The Drifter, game indie pemenang penghargaan dari Powerhoof, untuk diangkat menjadi film live-action.
Menurut laporan Deadline, Sony Pictures dan Story Kitchen telah memperoleh hak adaptasi film The Drifter. Dmitri M. Johnson dan Michael Lawrence Goldberg akan bertindak sebagai produser, sementara Timothy I. Stevenson dan Elena Sandoval menjadi executive producer.
Belum ada sutradara maupun penulis skenario yang diumumkan. Sejumlah filmmaker dan penulis disebut telah mengajukan ide, tetapi proyek ini masih berada pada tahap awal pengembangan.
The Drifter mengikuti seorang pria pengembara yang terseret ke dalam konspirasi mematikan setelah menyaksikan pembunuhan brutal. Ia kemudian ditenggelamkan oleh tentara berteknologi tinggi, tetapi berhasil selamat.
Saat terbangun, sang protagonis harus berjuang mempertahankan hidup sambil mengungkap dalang di balik kejadian tersebut. Penyelidikannya membawanya pada jaringan perusahaan misterius dan obsesi berbahaya.
Dengan unsur aksi, misteri, dan fiksi ilmiah, cerita ini berpotensi menjadi film thriller yang berbeda dari adaptasi game lainnya.
Powerhoof merupakan studio independen asal Australia yang didirikan Dave Lloyd dan Barney Cumming. Sebelum mengembangkan The Drifter, mereka dikenal melalui Crawl dan Regular Human Basketball.
The Drifter dirilis untuk PC pada Juli 2025, kemudian hadir di Nintendo Switch dan Switch 2 pada Juni 2026. Game ini memenangkan penghargaan Game of the Year dalam Australian Game Developer Awards 2025, serta kategori visual art, narrative, dan sound design.
Story Kitchen juga mengembangkan adaptasi Tomb Raider, Life Is Strange, Just Cause, dan Streets of Rage. Hingga kini, film The Drifter belum memiliki pemeran maupun tanggal rilis.






