Sejarah Amerika Serikat memang tidak bisa lepas dari persoalan rasisme. Hal itu menjadi latar kuat dalam film ‘By Any Means’, yang mengangkat kisah Wayne Strider, agen FBI kulit hitam yang ditugaskan menyelidiki pembunuhan aktivis hak-hak sipil di Mississippi pada 1966. Ketika penyelidikannya menemui jalan buntu, Strider harus bekerja sama dengan Gregory Scarpa, mafia asal New York yang dikenal sebagai pembunuh bayaran sekaligus informan FBI.
Dari sinilah cerita menjadi menarik. Strider mengandalkan prosedur dan penyelidikan sebagai agen FBI, sementara Scarpa memilih cara yang jauh lebih brutal untuk mendapatkan informasi. Perbedaan pendekatan keduanya kemudian menciptakan dinamika buddy-cop yang menjadi salah satu kekuatan utama film ini.
Mark Wahlberg menjadi salah satu kejutan terbesar. Selama ini lebih sering tampil dalam film aksi maupun komedi, Wahlberg menunjukkan sisi yang lebih dramatis lewat perannya sebagai Gregory Scarpa. Ia berhasil menghadirkan karakter yang karismatik sekaligus berbahaya tanpa membuatnya terasa berlebihan.
Di sisi lain, Yahya Abdul-Mateen II tampil dengan energi yang jauh lebih emosional sebagai Wayne Strider. Aktingnya terasa intens dan penuh tekanan, terutama ketika karakternya harus berhadapan dengan sistem yang seolah gak memberikan banyak pilihan. Chemistry antara Abdul-Mateen II dan Wahlberg pun menjadi salah satu kekuatan film. Dinamika mereka terasa natural dan membuat perjalanan investigasi ini semakin hidup.
Dari segi pacing, film bergerak dengan cukup pelan dan bertele-tele namun slow burn karena banyaknya aspek cerita yang ingin diceritakan. Namun, ‘By Any Means’ sayangnya belum memaksimalkan potensi cerita yang dipunya.
‘By Any Means’ memang berbicara mengenai rasisme, tetapi pembahasannya terkadang terasa terlalu sederhana. Padahal, premis mengenai FBI yang memanfaatkan jasa seorang mafia dan pembunuh bayaran untuk menyelesaikan kasus menyimpan konflik moral yang jauh lebih kompleks dan bisa lebih dieksplor.
Beberapa hal menarik seperti: Sejauh mana sebuah institusi penegak hukum bersedia mengabaikan aturan demi mendapatkan keadilan? Dan apakah hasil akhirnya dapat membenarkan cara-cara brutal yang digunakan untuk mencapainya? Sayangnya tidak terjawab dalam film ini.
Satu hal yang mengejutkan dari film ini ketika melihat aksi-aksi brutal yang dilakukan dalam film terinspirasi dari kisah nyata.
‘By Any Means’ tetap berhasil menjadi crime thriller yang solid. Chemistry kuat Mark Wahlberg dan Yahya Abdul-Mateen II berhasil menghidupkan cerita. Sementara perpaduan investigasi, aksi, dan kisah nyata membuat film ini memberikan pengalaman menonton yang cukup memuaskan.
Rating: 3.5/5 ⭐
Penulis : Rafy Khilzy





