Memasuki tahun baru, sejumlah karya dan karakter legendaris resmi memasuki domain publik, membuka peluang besar bagi para kreator di seluruh dunia. Mulai 2026, salah satu karakter paling ikonik milik Disney serta novel pertama karya Agatha Christie kini dapat digunakan secara bebas tanpa izin atau biaya lisensi.
Di Amerika Serikat, aturan hak cipta menetapkan bahwa karya yang diterbitkan sebelum 1978 dilindungi selama 95 tahun, sementara karya setelahnya dilindungi hingga 70 tahun setelah penciptanya wafat. Dengan berakhirnya masa tersebut, karya-karya ini kini menjadi milik publik.
Menurut laporan CBS News, novel The Murder at the Vicarage — buku pertama Agatha Christie yang memperkenalkan detektif legendaris Miss Marple — kini resmi masuk domain publik. Novel ini menjadi tonggak penting dalam sejarah fiksi kriminal dan menandai awal dari salah satu karakter detektif paling ikonik sepanjang masa.
Tak hanya itu, dua film pendek Disney klasik, The Chain Gang dan The Picnic, juga kini bebas digunakan. Kedua animasi ini menampilkan versi paling awal dari Pluto, anjing kesayangan Mickey Mouse, menjadikannya salah satu karakter Disney populer terbaru yang memasuki ranah publik.

Jennifer Jenkins, Direktur Center for the Study of the Public Domain di Duke University, menjelaskan pentingnya domain publik bagi perkembangan seni dan budaya:
“Domain publik adalah tanah subur bagi kreativitas masa depan. Jika hak cipta berlaku selamanya, akan sangat sulit bagi para kreator untuk berkarya tanpa terus-menerus khawatir menghadapi tuntutan hukum.”
Pemahaman tentang domain publik memungkinkan para seniman dan pembuat film untuk terus mengadaptasi cerita-cerita klasik yang telah bertahan ratusan bahkan ribuan tahun. Contohnya, The Odyssey karya Homer — teks kuno yang sudah lama berada di domain publik — kini diadaptasi menjadi film epik terbaru oleh Christopher Nolan, yang menjadi salah satu film paling dinantikan pada 2026.
Namun, penting dicatat bahwa interpretasi modern atas karya domain publik tetap dilindungi hak cipta. Desain karakter Disney versi modern seperti Snow White atau Cinderella masih berada di bawah perlindungan hukum. Artinya, hanya versi orisinal dari cerita atau karakter tersebut yang bebas digunakan.
Sejarah menunjukkan bahwa masuknya sebuah karya ke domain publik hampir selalu memicu gelombang adaptasi baru. Kisah Winnie-the-Pooh karya A.A. Milne menjadi domain publik pada 2022 dan langsung melahirkan film horor kontroversial Winnie the Pooh: Blood and Honey pada 2023. Sementara The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald yang bebas hak cipta sejak 2021 telah diadaptasi menjadi beberapa versi musikal.
Dengan masuknya karya-karya baru ini ke domain publik, para kreator kini memiliki lebih banyak ruang untuk bereksperimen dan berimajinasi. Tantangannya tinggal satu: menghadirkan interpretasi yang segar dan kreatif, bukan sekadar mengeksploitasi nama besar masa lalu.




