Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Resident Evil: Welcome to Raccoon City

rekam jejak sebuah pemikiran mendalam, yang kemudian dituangkan dalam sebuah game dan sukses.

by nuty laraswaty
December 30, 2021
in Articles, Featured, Horor, Komunitas, Movie Articles, Reviews, Thriller
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Resident Evil: Welcome to Raccoon City
Share on FacebookShare on Twitter

Film Resident Evil: Welcome to Raccoon City telah tayang dan para penggemar game nya akan sangat bersuka cita.

Johannes Roberts Resident Evil: Welcome to Raccoon City

Banyak sekali film yang dibuat , diadaptasi dari buku laris, fenomena yang menjadi buah bibir (viral/trending topik) hingga game yang sukses. Biasanya hasil akhir film tersebut akan terbagi menjadi beberapa model, yaitu adaptasi mengikuti secara penuh pola alur cerita nya, adaptasi menyesuaikan dengan media pembuatnya, hingga adaptasi secara total  namun tetap berpegang pada inti ceritanya.

Berhasil atau tidaknya, tentunya ada di tangan para pembuat dan prosesnya.

Kali ini film Resident Evil: Welcome to Raccoon City, mengambil metode adaptasi mengikuti secara penuh pola alur cerita nya, sehingga para penggemar video game nya akan merasa senang sekali menyaksikan nya dalam media berbeda yaitu di layar lebar.

Adaptasi yang menyajikan horor penuh dengan jumpscare ini, dapat dikatakan mampu membawa emosi penonton penggemar video game nya , karena karakter-karaket yang disajikan tampil sesuai harapan , ditambah pula humor yang diselipkan pada karakter Leon S. Kennedy

Film ini membawa kembali pengalaman saat bagaimana awal  percobaan “mulia” ,dilakukan terhadap manusia. Demi suatu alasan yang terkesan mulia, namun pada kenyataannya tidak berperikemanusiaan, biadab dan cenderung sadis.

Ini direpresentasikan pada karakter bersaudara Chris dan Claire Redfield, yang seakan mewakili masing-masing pihak , setuju dan tidak setuju , pada percobaan ini.

Kembali demi alasan “mulia” tersebut, seolah merupakan hal yang wajar jika ada pengorbanan dari pihak-pihak yang dapat dikatakan tidak akan dicari oleh siapapun di dunia . Serta tidakkah orang-orang yang miskin pun juga selayaknya dapat dijadikan korban, untuk mencapai tujuan “mulia” tersebut?

Namun manusia pun tak dapat menjadi dewa, hingga akhirnya virus pun tercipta , menghasilkan sesuatu yang berlawanan dengan tujuan “mulia” tersebut.

Baca Juga:  "Munafik: Melawan Iblis" Resmi Luncurkan Poster, Bawa Teror Spiritual Film Malaysia ke Indonesia

Resident Evil: Welcome to Raccoon City

Game dibuat oleh Shinji Mikami dan Tokuro Fujiwara, game komputer “Resident Evil” pertama dirilis untuk PlayStation oleh Capcom pada tahun 1996, dan mendapatkan sambutan luar biasa, memang seolah menyindir akan ego manusia yang menginginkan agar diri mereka menjadi dewa yang menentukan hidup atau mati. Batasan ini memang terasa abu-abu jika dibandingkan dengan tingkat keberhasilan yang dicapai, dan terbukti benar-benar menyelamatkan manusia hingga membantu meningkatkan harkat kemanusiaannya.

Film ini merupakan sebuah rekam jejak. Sebuah pemikiran mendalam, yang kemudian dituangkan dalam sebuah game , dan sukses.

Namun nampaknya film ini memang segmented , dan hanya dapat memuaskan para penggemar gamenya , dikarenakan pola penceritaan semacam ini telah banyak dibuat dan membuatnya kembali , dengan mengikuti adaptasi secara penuh , tidaklah membuat film ini menyajikan sesuatu yang baru.

Baca juga: Resident Evil: Welcome to Raccoon City , menurut Johannes Roberts

 

Tags: Resident EvilShinji MikamiTokuro FujiwaraWelcome to Raccoon City
Previous Post

Film Backstage

Next Post

Dwayne Johnson Tolak Undangan Vin Diesel untuk Kembali ke Fast & Furious 10

Related Posts

Spider-Man: Brand New Day
Action

Review ‘Spider-Man: Brand New Day’ – Petualangan Spider-Man Yang Lebih Mature Tapi Dekat Di Hati

29/07/2026
Review: ‘Ip Man: Kung Fu Legend’ – Film Martial Art Mediocre untuk Sang Legenda
Action

Review: ‘Ip Man: Kung Fu Legend’ – Film Martial Art Mediocre untuk Sang Legenda

22/07/2026
“Munafik: Melawan Iblis” Resmi Luncurkan Poster, Bawa Teror Spiritual Film Malaysia ke Indonesia
Horor

“Munafik: Melawan Iblis” Resmi Luncurkan Poster, Bawa Teror Spiritual Film Malaysia ke Indonesia

22/07/2026
Cek Khodam Gelar Press Screening dan Gala Premiere, Hadirkan Horor Komedi tentang Ketakutan Manusia Masa Kini*
Horor

Cek Khodam Gelar Press Screening dan Gala Premiere, Hadirkan Horor Komedi tentang Ketakutan Manusia Masa Kini*

20/07/2026
Next Post
Dwayne Johnson

Dwayne Johnson Tolak Undangan Vin Diesel untuk Kembali ke Fast & Furious 10

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Traveloka CGV

    Sebelum Nonton, Kenali Dulu Ragam Kelas di Bioskop CGV

    31912 shares
    Share 12764 Tweet 7978
  • Marvel Rekrut Samara Weaving untuk Peran Emma Frost di Film X-Men

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • The Odyssey Pecahkan Rekor Box Office, Lampaui Avengers hingga Spider-Man

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Poster Baru Werwulf Akhirnya Ungkap Wujud Monster Aaron Taylor-Johnson

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • 7 Karakter Superhero Favorit dari DC dan Marvel

    548 shares
    Share 219 Tweet 137
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags