Nintendo dan Illumination resmi merilis trailer terbaru The Super Mario Galaxy Movie yang akhirnya memperlihatkan penampilan perdana Yoshi, karakter dinosaurus hijau ikonik yang sudah lama dinantikan untuk tampil di layar lebar.
Menjelang jadwal rilis film yang semakin dekat pada April mendatang, Nintendo dan tim produksi terus membagikan detail baru mengenai sekuel dari The Super Mario Bros. Movie yang sukses besar. Trailer terbaru ini pun langsung mencuri perhatian, terutama karena kemunculan Yoshi yang selama ini hanya menjadi spekulasi penggemar.
Cerita The Super Mario Galaxy Movie melanjutkan peristiwa film sebelumnya. Mario (Chris Pratt) dan Luigi (Charlie Day) kini hidup tenang sebagai pelindung Mushroom Kingdom. Namun kedamaian tersebut kembali terusik ketika Bowser Jr. (Benny Safdie) berusaha membebaskan ayahnya, Bowser (Jack Black), dari penjara mini tempat ia dikurung.
Untuk menghentikan rencana tersebut, Mario dan Luigi harus melakukan perjalanan lintas galaksi. Dalam petualangan ini, mereka kembali ditemani oleh Princess Peach (Anya Taylor-Joy) dan Toad (Keegan-Michael Key). Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan sekutu baru, Rosalina, yang disuarakan oleh Brie Larson—seorang putri misterius dari luar angkasa yang dikenal sebagai pengasuh para Luma.
Meski banyak karakter lama dan baru diperkenalkan, sorotan utama trailer ini jelas tertuju pada Yoshi. Dinosaurus kecil berwarna hijau tersebut akhirnya membuat debut resminya di semesta film Super Mario. Trailer ini memang belum banyak menampilkan aksi Yoshi, namun cukup memberi gambaran bahwa perannya akan penting dalam petualangan galaksi Mario kali ini.
Menariknya, Yoshi bukan satu-satunya dinosaurus yang muncul. Trailer juga menampilkan Birdo serta T-Rex yang sebelumnya sempat muncul dalam gim Super Mario Odyssey (2017), menambah nuansa nostalgia sekaligus kejutan bagi para penggemar setia.
Dari materi promosi yang dirilis sejauh ini, The Super Mario Galaxy Movie tampaknya akan mempertahankan formula film pertamanya—penuh warna, humor ringan, dan referensi gim klasik. Pendekatan ini menjadi kabar baik bagi penonton, mengingat film sebelumnya mendapat skor audiens 95% di Rotten Tomatoes, meski hanya meraih 59% Tomatometer dari kritikus.
Apakah sekuel ini mampu memperbaiki penilaian kritikus atau tidak masih harus dibuktikan. Namun satu hal yang hampir pasti, jika The Super Mario Galaxy Movie berhasil memuaskan penggemar dan kembali memenuhi bioskop pada awal April, maka masa depan franchise Super Mario di layar lebar tampaknya akan semakin cerah.






