Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Setelah The Brutalist, Kini Emilia Pérez Juga Terjebak dalam Kontroversi AI

by Kent
January 22, 2025
in Barat, Drama, Movies, Musik dan Musikal, News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Emilia Pérez
Share on FacebookShare on Twitter

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus menuai kontroversi di dunia perfilman Hollywood. Setelah The Brutalist dikritik karena menggunakan AI untuk memperbaiki aksen para aktornya, kini giliran film musikal Emilia Pérez yang menghadapi gelombang kecaman karena menggunakan teknologi AI untuk menyempurnakan suara aktor utamanya.

Film Emilia Pérez, yang memenangkan penghargaan Golden Globe, menghadapi tuduhan bahwa teknologi AI digunakan untuk membantu Karla Sofía Gascón, pemeran utama, menyanyikan nada-nada yang berada di luar jangkauan vokalnya. Menurut Cyril Holtz, sound mixer film tersebut, penggunaan AI ini diperlukan karena Gascón, seorang wanita transgender yang masih dalam proses transisi medis, memiliki suara yang terlalu rendah untuk beberapa bagian lagu dalam film tersebut.

Namun, banyak penonton merasa bahwa penggunaan AI ini tidak pantas dan bahkan menodai kemenangan Emilia Pérez di Golden Globe, terlebih ketika bersaing dengan film musikal populer seperti Wicked yang dikabarkan tidak menggunakan teknologi generatif sama sekali.

Kritik Budaya dan Representasi

Kontroversi seputar Emilia Pérez tidak berhenti pada penggunaan AI. Film ini juga menuai kecaman karena dianggap merepresentasikan stereotip budaya Meksiko. Meski berlatar di Meksiko dan melibatkan karakter-karakter Meksiko, film ini disutradarai oleh seorang sineas asal Prancis, sepenuhnya difilmkan di Prancis, dan hampir tidak melibatkan aktor Meksiko, kecuali Adriana Paz.

Banyak kritikus merasa bahwa cerita Emilia Pérez, yang berfokus pada tema-tema seperti kartel narkoba dan penghilangan paksa, adalah pandangan sempit dunia Barat tentang Meksiko yang kaya akan budaya dan keanekaragaman. Selain itu, komunitas LGBTQ+ juga mengkritik penggambaran karakter wanita transgender di film ini, yang dinilai kurang sensitif dan klise. Gascón sendiri mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap naskah film tersebut, meskipun ia telah meminta perubahan yang tidak pernah diwujudkan.

Baca Juga:  Bintang Dawson’s Creek James Van Der Beek Meninggal Dunia

Emilia Pérez

Selain Emilia Pérez, film The Brutalist karya Brady Corbet juga menuai kontroversi serupa. Film ini menggunakan teknologi AI untuk memperbaiki aksen Hungaria pada dialog yang diucapkan oleh Adrien Brody dan Felicity Jones. Corbet membela keputusan tersebut, menyatakan bahwa penggunaan AI hanya dilakukan pada proses pascaproduksi, tetapi publik tetap menyayangkan langkah ini sebagai pelanggaran terhadap otentisitas seni peran.

Gelombang kritik ini memunculkan seruan untuk melarang penggunaan teknologi generatif di industri film, karena dianggap merusak keaslian karya seni dan menyingkirkan kreativitas manusia. Meski begitu, Hollywood tampaknya masih terus terpesona dengan teknologi ini, membuat kemungkinan perubahan kebijakan menjadi semakin jauh dari harapan.

Akankah kontroversi ini membawa perubahan nyata di dunia perfilman, atau justru semakin memperkuat tren penggunaan AI? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Tags: AIBerita FilmEmilia PérezKarla Sofía GascónZoe Saldana
Previous Post

Trailer Baru Film Live-Action How to Train Your Dragon Janjikan Kisah Epik Keren

Next Post

Serial Baru Berjudul Fallen Siap Tayang di Februari Mendatang

Related Posts

Something Very Bad Is Going to Happen
Barat

Teaser Something Very Bad Is Going to Happen Tampilkan Misteri Mencekam Jelang Pernikahan

19/02/2026
Walton Goggins Gantikan Josh Brolin di Proyek Film Thriller Berjudul ‘Mister’
Action

Walton Goggins Gantikan Josh Brolin di Proyek Film Thriller Berjudul ‘Mister’

19/02/2026
Proyek Film R-Rated TMNT: The Last Ronin Ternyata Belum Tamat, Masih Berpeluang Diproduksi
Action

Proyek Film R-Rated TMNT: The Last Ronin Ternyata Belum Tamat, Masih Berpeluang Diproduksi

19/02/2026
The Mummy Versi Baru Rilis Trailer Perdana, Hadirkan Teror Lebih Brutal dan Gelap
Barat

The Mummy Versi Baru Rilis Trailer Perdana, Hadirkan Teror Lebih Brutal dan Gelap

19/02/2026
Next Post
Fallen

Serial Baru Berjudul Fallen Siap Tayang di Februari Mendatang

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Disney

    Disney Gugat Platform AI Viral yang Gunakan Karakter Star Wars dan Marvel Tanpa Izin

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Trailer Baru The Mandalorian and Grogu Janjikan Petualangan Epik dengan Aksi Lebih Besar

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • The Mummy Versi Baru Rilis Trailer Perdana, Hadirkan Teror Lebih Brutal dan Gelap

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Mantan Bintang Arrow, Stephen Amell Pimpin Serial Baywatch Versi Baru

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Sony Hidupkan Lagi Film Charlie’s Angels dengan Konsep Baru

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags