Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Serial Alice in Borderland: Sinopsis dan Ulasan

by Paulus Ladiarsa
December 14, 2020
in Action, Articles, Asia, Fiksi Ilmiah dan Fantasi, Horor, Reviews, Streaming, Thriller, Trending, TV Shows, Uncategorized
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi para penikmat film Asia, terutama rilisan negeri matahari terbit rasanya pasti tidak asing dengan tema permainan maut misterius, ala- ala Battle Royale ataupun As the Gods Will. Perihal itulah yang juga dikedepankan dalam serial original Netflix yang berjudul Alice in Borderland ini.

Diangkat lewat penyutradaraan Shinsuke Sato (Kingdom, Gantz, Inuyashiki), serial ini diadaptasi dari manga berjudul sama karya Haro Aso. Berujungtombakkan salah satu heartthrob di industri perfilman Jepang, Kento Yamazaki (Kingdom,L.DK, Another), Alice in Borderland berfokus tentang orang-orang bernasib naas yang harus berkompetisi dalam ajang permainan maut misterius hidup-mati. Analoginya sendiri jelas mengacu pada dongeng klasik populer Alice in Wonderland.

Tokoh Alice dalam kisah ini adalah Ryohei Arisu, mantan mahasiswa penyuka game yang punya intelegensi tinggi, terutama dalam hal memecahkan logika teka-teki dan permainan. Kelebihan Arisu ini dengan cepat terbukti sangat berguna, dikarenakan ia dan dua sahabatnya: pemuda tangguh perayu gadis; Karube (Keita Machida) dan IT spesialis Chota (Yuki Morinaga), saat memasuki sebuah kamar toilet bersama-sama, tiba-tiba berada di situasi aneh di mana kota Tokyo yang sangat ramai menjadi sepi, dan dipenuhi banyak tantangan mematikan berdasarkan kategori kartu permainan yang menunjukkan jenis dan tingkat kesulitannya. Instruksi disampaikan melalui ponsel dan kegagalan bisa berakibat kematian. Arisu dan teman-temannya kini harus bekerjasama baik satu sama lain, dan pemain lainnya, seperti gadis atletis jago memanjat Yuzuha Usagi (Tao Tsuchiya), untuk bisa tetap bertahan hidup sambil berusaha untuk mencari tahu mengenai apa yang terjadi.

Satu hal yang lumayan impresif dari Alice in Borderland, salah satunya adalah momen awalnya. Harus diakui, dalam keadaan normal, adalah bagaimana Sato beserta timnya bisa mengosongkan Shibuya Crossing, salah satu persilangan jalan paling terkenal di dunia. Namun, pandemi global Covid-19 sudah menyebabkan pengosongan area-area padat penduduk sepanjang tahun ini, menjadikan hal itu tidak terlalu mengagumkan lagi. Akan tetapi, usaha untuk mewujudkan adegan itu layak mendapat apresiasi tinggi. Dan, berawal dari sana, situasi akan semakin bertambah eskalasinya.

Baca Juga:  Trailer Intens Film Thrash Dirilis, Phoebe Dynevor dan Djimon Hounsou Bertarung untuk Bertahan Hidup

Dan, memang susah rasanya untuk tidak hanya sekadar menikmatinya. Pasalnya tidak ada sebagian episodenya yang memberikan eksposisi ataupun sesi pembangunan latar belakang karakter secara cermat. Bahkan, tidak ada pengaturan franchise yang jelas, meski serial ini merupakan hasil adaptasi manga yang masih banyak hal yang bisa diadaptasi di sini. Tidak ada penjelasan yang padat untuk apapun, bahkan karakternya- pelbagai kebiasaan dan keistimewaan para pemain penting baru terkuak saat mereka memiliki peranan penting dan tidak pernah benar-benar bertahan, dan pemahaman penonton tentang apa yang sebenarnya terjadi sejalan dengan karakter tersebut.

Pendek kata, bisa dikatakan Alice in Borderland tidak lain adalah Battle Royale yang cara bermainnya mendapatkan perubahan dan peningkatan kontemporer. Nyaris tidak ada elemen yang baru, namun serial ini mampu menampilkan versi yang sangat halus dan energik dari format yang siap untuk ditonton secara simultan. Sajiannya berjalan dalam pace sangat tinggi dan hanya memberikan plot atau informasi karakter saat diperlukan, dan berani percaya lebih menitikberatkan pada keragaman jenis permainan yang ada. Dan, terbukti hasilnya mumpuni.

Digarap dengan baik, porsi aksinya tertata apik dan menarik, permainan-permainannya cerdas, dan para karakternya terlihat meyakinkan sebagai sahabat karib yang terjebak dalam situasi berbahaya dan tidak terduga. Dengan jumlah delapan episode berdurasi kurang dari satu jam, ini adalah tayangan beroktan tinggi dalam format usang yang terbukti menghibur untuk disaksikan.

Alice in Borderland bisa disaksikan secara streaming di Netflix

Tags: Adaptasinetflix 2020rekomendasi
Previous Post

Wawancara dengan Ken Leung dari serial HBO ‘Industry’

Next Post

Valley of Tears (produksi HBO Max Orginal): wawancara dengan Shahar Tavoch – pemeran Avinoan Shapira

Related Posts

Anime Legendaris Samurai Champloo Siap Diadaptasi Jadi Serial Live-Action
Action

Anime Legendaris Samurai Champloo Siap Diadaptasi Jadi Serial Live-Action

14/03/2026
Trailer Intens Film Thrash Dirilis, Phoebe Dynevor dan Djimon Hounsou Bertarung untuk Bertahan Hidup
Action

Trailer Intens Film Thrash Dirilis, Phoebe Dynevor dan Djimon Hounsou Bertarung untuk Bertahan Hidup

13/03/2026
Warner Bros. Discovery
Barat

Akuisisi Warner Bros. oleh Paramount Skydance Hadapi Hambatan Internasional

12/03/2026
Netflix Perkenalkan Serial Man on Fire Lewat Trailer Perdana
Action

Netflix Perkenalkan Serial Man on Fire Lewat Trailer Perdana

12/03/2026
Next Post
Valley of Tears (produksi HBO Max Orginal): wawancara dengan Shahar Tavoch – pemeran Avinoan Shapira

Valley of Tears (produksi HBO Max Orginal): wawancara dengan Shahar Tavoch - pemeran Avinoan Shapira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Film Na Willa Tayang Lebih Dulu di 22 Kota Indonesia, Tiket Jakarta  Sold Out dan Sejumlah Kota Hampir Habis

    Film Na Willa Tayang Lebih Dulu di 22 Kota Indonesia, Tiket Jakarta Sold Out dan Sejumlah Kota Hampir Habis

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Trailer Fuze Pamer Aksi Tegang Aaron Taylor-Johnson dalam Misi Penjinakan Bom

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Kate Winslet Bergabung di Film Prekuel The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Your Friendly Neighborhood Spider-Man: Serial Baru Marvel Sudah Diperbarui untuk 2 Musim Lagi

    413 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Trailer Intens Film Thrash Dirilis, Phoebe Dynevor dan Djimon Hounsou Bertarung untuk Bertahan Hidup

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags