Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Film Mission: Impossible – Fallout

by Paulus Ladiarsa
July 26, 2018
in Movies, Non Indonesian Movies, Reviews
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum berbicara mengenai review film Mission:Impossible – Fallout, mari sedikit menilik ke belakang. Sejak menemukan momentumnya dan seakan terlahir kembali di installment keempatnya: Ghost Protocol, franchise M:I terus menjadi anomali tersendiri di Hollywood. Karena, tidak hanya menjadi satu-satunya film hasil adaptasi serial televisi lawas yang paling sukses dan masih bertahan hingga sekarang, namun juga mampu bertransformasi sempurna menjadi saga solid yang mampu berdiri sendiri. Istimewanya, itu diwujudkan tanpa meninggalkan karakteristik khas serialnya.

Hebatnya lagi, saga yang dimotori megabintang Tom Cruise ini tidak seperti kebanyakan franchise berumur panjang lainnya di Hollywood yang makin lama makin lesu darah, justru sebaliknya, semakin solid saja. Kunci kesuksesannya, aksi-aksi stunt berbahaya inovatif Cruise, dan dukungan storyline dari skrip yang berkualitas. Itu pula yang demikian kentara dari installment paling gresnya ini.

Mengusung tajuk Fallout, berbeda dengan storyline installment-installment sebelumnya, yang tidak berkaitan satu sama lain, apa yang dituangkan di sini merupakan kelanjutan dari Rogue Nation. Konfliknya masih menyangkut gembong kriminal Solomon Lane dan sisa dari organisasi bentukannya, Syndicate yang kini mengusung nama baru, The Apostles. Misi kali ini adalah upaya Ethan Hunt beserta timnya menebus kegagalan misi awal mereka sebelumnya dan mencegah konsekuensi yang terjadi karenanya. Situasi ini bertambah pelik dengan kehadiran agen CIA Walker yang ditugaskan khusus untuk mengawasi gerak-gerik Hunt.

Sering berkolaborasi dalam proyek film-film lain, dan juga dalam installment M:I sebelumnya, duet McQuarrie dan Cruise semakin padu saja untuk menghasilkan sajian aksi yang memikat. Di sini, kentara benar keduanya sudah fasih bagaimana menggabungkan dialog renyah dan plot kompleks berlapis, dengan unsur ketegangan tingkat tinggi untuk menghasilkan kisah film aksi memukau.

Baca Juga:  Warner Bros. Resmi Garap Film Shatter Me, Adaptasi Novel Distopia Populer yang Disebut Bisa Jadi The Hunger Games Berikutnya

Kredit lebih bagi McQuarrie yang mengarahkan plot paling sederhana di franchise ini dengan skema-skema aksi heist kompleks (Nolan, meet your new challenger, LOL). Menjadikan porsi aksi yang dihadirkannya tidak hanya sekadar bumbu, namun menjadi unsur elementer yang sulit dipisahkan. Sungguhpun demikian, dalam menuangkan kisahnya, sang sineas terkesan merasa tidak perlu tergesa-gesa untuk membangun fondasi ceritanya, yang mungkin menjadi satu-satunya titik lemah sekaligus keuntungan tersendiri karena menjadikan sisi pendalaman karakter-karakternya dapat tergali dengan baik, dan saat layer-demi layer mulai terbuka, efeknya makin menohok. Pendeknya, mudah didefinisikan bahwa ini adalah film yang tahu benar kapan harus menarik-ulur adegan-adegannya untuk memaksimalkan bobot sajiannya.

Dari segi paket aksinya, sejatinya, apa yang tersaji di sini sudah hadir di babak-babak M:I sebelumnya, namun penampilan Cruise sebagai ujungtombak utama yang makin menjadi-jadi (sang aktor melakoni sendiri  nyaris seluruh adegan berbahaya karakternya-red) dan arahan McQuarrie yang dinamis dalam mengeksekusi visualisasi skrip yang ia tulis secara langsung terbukti sangat mumpuni. Hasilnya, dengan durasi mencapai lebih dari dua setengah jam (jadi, pergilah ke toilet dulu sebelum memasuki teater-red) Fallout dijamin memikat penontonnya untuk tetap terpaku menyaksikannya.

Selain jajaran muka lamanya yang semakin solid memainkan karakternya, dua nama besar yang menjadi pemegang karakter sentral di babak ini efektif menambah bobot penceritaan. Baik itu aktris senior Angela Bassett sebagai petinggi CIA yang manipulatif, maupun Henry Cavill yang begitu terlihat bad**s dengan kumis lebatnya (ini sebabnya mengapa Superman tampak ganjil dalam Justice League-red).

Secara keseluruhan, seperti sudah disinggung sebelumnya, melalui Fallout, McQuarrie tidak berupaya menyuguhkan terobosan inovatif apapun di dalamnya, di mana jika mengesampingkan sisi penceritaan, kemasan aksinya hanya mencakup, kejar-kejaran, aksi baku tembak, dan pertarungan jarak dekat. Beberapa di antaranya bahkan terlihat sedikit kaku, namun ia mampu mengemasnya sedemikian rupa dengan ciri khas kemasan sinematik M:I dan memadukan itu semua dalam sajian yang terasa kreatif dan segar. Dan, memang semua itulah yang diharapkan audiens terhadap franchise ini.

Baca Juga:  Ana de Armas dan Kate Hudson Bersatu dalam Thriller Erotis 'Palm Grove', Siap Jadi Rebutan Studio Hollywood

Walaupun dari segi penilaian pribadi penulis masih lebih memilih Ghost Protocol sebagai installment terbaik sekaligus favorit M:I,  Fallout tidak diragukan lagi sukses membayar tuntas apa yang diharapkan sebelumnya. Tidak hanya sebagai salah satu film musim panas terbaik, namun juga salah satu yang rasanya paling berhasil di tahun 2018 sejauh ini.

Tags: Christopher McQuarrieFalloutHenry CavillM:IMission:ImpossibleTom Cruise
Previous Post

Dave Bautista Melawan Para Teroris di Film Final Score

Next Post

Ini Dia Tiga Pemeran Utama dalam Charlie’s Angels Reboot

Related Posts

Brendan Fraser Bertemu dengan Jeff Daniels di Film Fiksi Ilmiah Starman, Kisahkan Misi Berbahaya ke Mars
Barat

Brendan Fraser Bertemu dengan Jeff Daniels di Film Fiksi Ilmiah Starman, Kisahkan Misi Berbahaya ke Mars

23/06/2026
Tim Allen Ingin Ajak Tom Hanks Bergabung di Galaxy Quest 2
Barat

Tim Allen Ingin Ajak Tom Hanks Bergabung di Galaxy Quest 2

23/06/2026
Bob Odenkirk Bintangi Remake Unik The Room, Film Kultus Terburuk yang Justru Dicintai
Barat

Bob Odenkirk Bintangi Remake Unik The Room, Film Kultus Terburuk yang Justru Dicintai

23/06/2026
Jenna Ortega Jadi Robot Misterius di Trailer Perdana Klara and the Sun, Film Paling Emosional Taika Waititi
Barat

Jenna Ortega Jadi Robot Misterius di Trailer Perdana Klara and the Sun, Film Paling Emosional Taika Waititi

23/06/2026
Next Post
Ini Dia Tiga Pemeran Utama dalam Charlie’s Angels Reboot

Ini Dia Tiga Pemeran Utama dalam Charlie’s Angels Reboot

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Komedi, Misteri, Aksi Jadi Highlight HBO Maret 2023

    Jurassic World Dominion Resmi Jadi Film Termahal Sepanjang Masa, Biayanya Tembus Rp10 Triliun!

    409 shares
    Share 164 Tweet 102
  • Jim Carrey Bakal Kembali Perankan Grinch di Sekuel Film Natal Legendaris How the Grinch Stole Christmas

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Alan Ritchson dan Agnez Mo Bintangi Film Animasi Groove Tails, Kisah Tikus yang Mengejar Mimpi Jadi Bintang

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Belum Tayang, Spider-Man: Brand New Day Sudah Cetak Rekor Fantastis

    413 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Bob Odenkirk Bintangi Remake Unik The Room, Film Kultus Terburuk yang Justru Dicintai

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags