Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Film Frank – Idealisme Seorang Seniman

by admin
March 14, 2016
in News, Reviews
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Review Film Frank
Share on FacebookShare on Twitter

Review Film Frank

Sebelum menjadi aktor kelas A Hollywood seperti sekarang ini, Michael Fassbender (X-Men: First Class, Prometheus) dikenal sebagai aktor yang kerap bermain di film-film independen di tanah kelahirannya. Jika sempat menyaksikan penampilannya dalam Hunger (2008), Eden Lake (2008) dan Fish Tank (2009), maka kita dapat mengatakan bahwa Fassy adalah aktor yang berani melakoni peran yang berbeda dan menantang di tiap penampilannya. Film indie terbarunya, Frank, semakin memperlihatkan eksplorasinya dalam berakting. Di film garapan Lenny Abrahamson ini hampir sepanjang film, ia berakting dengan kepala palsu yang terbuat dari paper mache yang menutupi seluruh wajahnya.

Ceritanya mengetengahkan seorang pemuda bernama Jon (Gleeson) yang mempunyai hasrat besar menjadi musisi. Hasratnya tersebut terwujud kala ia diajak bergabung ke dalam sebuah grup band indie bernama The Soronprfbs untuk menggantikan posisi pemain keyboardnya yang dirundung musibah. Di dalam band tersebut, Jon bertemu dengan Frank (Fassbender) seorang musisi jenius yang mengenakan kepala palsu. Dari Frank, Jon belajar banyak tentang keindahan dan kesempurnaan musik sebagai sebuah karya seni. Pengalaman Jon selama bergabung dengan The Soronprfbs diabadikan olehnya melalui kamera handphone yang kemudian ia unggah ke media twitter dan youtube tanpa sepengetahuan rekan-rekannya yang lain. Konflik mulai mengemuka ketika The Soronprfbs mulai terkenal dan diundang ke festival musik bergengsi di Amerika Serikat. Sebagian besar punggawa band menolak ide tersebut karena menodai idealisme musik mereka, namun Jon tetap bersikukuh bahwa mereka harus datang agar band underground ini dikenal lebih luas, dan tanpa diduga Frank menyukai ide tersebut. Perpecahan pun tak terelakkan.

Frank adalah sebuah film yang menawarkan sebuah wacana tentang idealisme seorang seniman beserta keeksentrikannya. Film ini mencoba memberikan pemahaman bahwa seorang seniman dengan tingkat kreativitas yang tinggi memiliki keterikatan erat dengan sisi kejiwaannya yang bermasalah. Tokoh Jon dalam film ini tampak sebagai orang normal yang menjadi observator para seniman yang bila diibaratkan mempunyai dimensi yang berbeda dari dirinya. Frank sendiri didasarkan pada sosok Frank Sidebottom, karakter persona dari komedian Chris Sievey. Kisah hidup sang protagonis juga banyak terinspirasi dari para musisi hebat yang bermasalah seperti Daniel Johnston dan Captain Beefheart.

Baca Juga:  Katy Perry Pamerkan Kemegahan Lifetimes Tour dalam Trailer Film Konser Baru

Keunggulan terbesar film produksi Irlandia-Inggris ini terletak pada naskah dan performa para aktornya. Selain memberikan studi tentang keeksentrikkan para seniman, film ini juga mengandung komedi satir khususnya menyoroti dampak buruk media sosial yang dapat membuat setiap orang menjadi selebriti secara instan. Performa mengesankan Michael Fassbender sebagai Frank adalah bagian terbaik dari film ini. Tampil dengan kepala palsu yang membuatnya hanya bisa melihat secara terbatas tak membuat penampilannya menurun. Ia bahkan menyanyikan sendiri tiap lagu dalam film ini secara live.

Tags: Review Film
Previous Post

Lihat Penampilan Shredder di Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows

Next Post

Star Trek Beyond Shooting Ulang Dengan Menambah Bintang Baru

Related Posts

Bradley Cooper Diincar Jadi Bintang di Film Thriller Polisi tentang Kerusuhan Gedung Capitol AS
Barat

Bradley Cooper Diincar Jadi Bintang di Film Thriller Polisi tentang Kerusuhan Gedung Capitol AS

19/06/2026
Warner Bros. Resmi Garap Film Shatter Me, Adaptasi Novel Distopia Populer yang Disebut Bisa Jadi The Hunger Games Berikutnya
Barat

Warner Bros. Resmi Garap Film Shatter Me, Adaptasi Novel Distopia Populer yang Disebut Bisa Jadi The Hunger Games Berikutnya

19/06/2026
Wagner Moura Gabung Film Prekuel Ocean’s Eleven, Siap Beradu Akting dengan Bradley Cooper dan Margot Robbie
Action

Wagner Moura Gabung Film Prekuel Ocean’s Eleven, Siap Beradu Akting dengan Bradley Cooper dan Margot Robbie

19/06/2026
Ana de Armas dan Kate Hudson Bersatu dalam Thriller Erotis ‘Palm Grove’, Siap Jadi Rebutan Studio Hollywood
Barat

Ana de Armas dan Kate Hudson Bersatu dalam Thriller Erotis ‘Palm Grove’, Siap Jadi Rebutan Studio Hollywood

19/06/2026
Next Post
Shooting Star Trek Beyond

Star Trek Beyond Shooting Ulang Dengan Menambah Bintang Baru

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • The Furious: Kandidat Film Action Terbaik Sejak The Raid

    The Furious: Kandidat Film Action Terbaik Sejak The Raid

    409 shares
    Share 164 Tweet 102
  • Sebelum Nonton, Kenali Dulu Ragam Kelas di Bioskop CGV

    31745 shares
    Share 12698 Tweet 7936
  • Ana de Armas dan Kate Hudson Bersatu dalam Thriller Erotis ‘Palm Grove’, Siap Jadi Rebutan Studio Hollywood

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Trailer Baru Spider-Man: Brand New Day Pamer Duel Spider-Man vs Hulk

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Warner Bros. Resmi Garap Film Shatter Me, Adaptasi Novel Distopia Populer yang Disebut Bisa Jadi The Hunger Games Berikutnya

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags