Netflix mendapatkan proyek serial baru yang disebut-sebut berpotensi menjadi tontonan menarik bagi penggemar Tropic Thunder. Platform streaming tersebut berhasil mengamankan hak adaptasi cerita pendek Understudy karya Nicholas Binge dengan nilai fantastis, mencapai US$1 juta atau sekitar Rp16 miliar.
Menurut laporan The Hollywood Reporter, cerita tersebut akan dikembangkan menjadi sebuah serial televisi dengan Phil Lord dan Chris Miller sebagai produser eksekutif. Bintang Invincible, Steven Yeun, juga terlibat sebagai executive producer melalui perusahaan produksinya, Celadon Pictures.
Understudy sebelumnya menjadi incaran besar di Hollywood. Sebanyak tujuh studio dikabarkan bersaing untuk mendapatkan hak cerita tersebut sebelum akhirnya Netflix memenangkan persaingan. Selain Binge, Lord, Miller, dan Yeun, jajaran executive producer juga mencakup Aditya Sood, Dan Shear, serta Christina Oh.
Cerita Understudy memiliki premis yang cukup unik. Kisahnya berpusat pada seorang aktor yang mendapatkan pekerjaan tak biasa di Korea Selatan. Awalnya, kesempatan tersebut terlihat seperti peran impian, tetapi keadaan berubah drastis ketika serangkaian kematian mulai terjadi.
Sang aktor kemudian menyadari bahwa pekerjaan yang diterimanya ternyata menyimpan sesuatu yang jauh lebih gelap dan berbahaya daripada yang ia bayangkan.
Nicholas Binge sendiri dikenal melalui karya-karya bergenre fiksi ilmiah dan horor. Selain Understudy, sejumlah karyanya juga tengah dikembangkan untuk layar lebar. Novel Dissolution sedang diadaptasi oleh Sony, sementara cerita kriminal White Smoke telah dijual kepada A24 UK dengan Benedict Cumberbatch terikat sebagai pemeran utama.
Bagi Lord dan Miller, Understudy menjadi proyek lanjutan setelah kesuksesan Project Hail Mary pada 2026. Keduanya disebut sedang mengembangkan skenario serial ini dan berpotensi menyutradarai episode pilot.
Sementara itu, keterlibatan Steven Yeun hanya berada di belakang layar. Meski namanya menjadi salah satu daya tarik proyek, Yeun tidak akan membintangi serial tersebut dan sejauh ini hanya berperan sebagai produser.
Dengan harga hak adaptasi yang mencapai Rp16 miliar dan persaingan dari sejumlah studio besar, Understudy menjadi salah satu proyek Netflix yang patut diperhatikan dalam beberapa tahun mendatang.






