Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Inception, Menilik Ulang Salah Satu Fiksi Ilmiah Terbaik

by Paulus Ladiarsa
July 8, 2020
in Action, Articles, Barat, Fiksi Ilmiah dan Fantasi, Klasik, Movies, Pemenang Penghargaan, Reviews, Streaming, Thriller, Trending
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Satu dekade sudah berlalu sejak Inception pertama kali dirilis. Dan, untuk memperingati hal itu, entah bagaimana, film besutan Christopher Nolan itu  menjadi buah bibir kembali. Bisa jadi hal ini dikarenakan film ini di tahun 2020 telah menjadi salah satu koleksi Netflix dan terbukti banyak dipilih untuk ditonton, atau juga karena punya potensi untuk ditayangkan ulang di bioskop sebagai hidangan pembuka untuk film terbaru Nolan, Tenet. namun, yang jelas, sampai sekarang Inception masih mantap menyandang predikat sebagai salah satu film fiksi ilmiah terbaik yang pernah ada hingga saat ini. Bagi penulis sendiri Inception punya tempat tersendiri. Saat pertama kali dirilis, penulis merupakan salah satu yang langsung jatuh hati pada film ini. Baik karena lingkup kisahnya, ambisinya, visual efek yang dikedepankan, komposisi pemainnya, pun juga dengan jalinan kisahnya membuat film ini menjadi salah satu film favorit pribadi sepanjang masa hingga saat ini. Oleh karena itulah, berkenaan dengan satu dekade perilisan Inception, kami hadirkan pelbagai perihal mengenai salah satu karya terbaik Christopher Nolan ini.

Welcome to the Dream World

Dom Cobb (DiCaprio) adalah seorang ahli pencuri ide yang sangat piawai menginfiltrasi pikiran seseorang dan mencuri informasi dari alam bawah sadar orang lain. Namun, bukannya kemahsyuran yang dituainya, ia terpaksa hidup menggelandang ke berbagai sebagai buronan internasional dan membuatnya harus terpisah dengan dua anaknya.

Hingga, suatu ketika Cobb mendapatkan tawaran kesempatan untuk menebus akibat perbuatannya. Satu tugas terakhir yang bisa mengakibatkan dirinya bisa meraih kehidupan lamanya kembali, namun itu semua bakal terjadi jika ia berhasil menanamkan sebuah ide ke pikiran seseorang, sebuah misi yang dianggap mustahil untuk dilakukan.

Baca Juga:  Film Horor DCU Clayface Dapat Crossover Fortnite, Ini Cara Menemukan Sang Monster

Akan tetapi, saat memutuskan mengambil kesempatan itu, tidak ada perhitungan matang maupun kepiawaian yang mempersiapkan tim Cobb untuk kemunculan musuh berbahaya, yang tampaknya sudah bisa memprediksi segala langkah yang telah mereka kalkulasi. Seorang musuh yang datang dari kehidupan masa lalu Cobb.

Requiem for a Dream

Film fiksi ilmiah yang merupakan proyek langsung sang sineas selepas menimba kesuksesan luar biasa melalui The Dark Knight setahun sebelumnya sontak menarik minat para pecinta maupun pengamat film dunia dikarenakan dalam proses pembuatannya segala hal yang berkaitan dengan film ini diselubungi dengan tingkat kerahasiaan yang tinggi.

Membayar tuntas ekspektasi dan rasa penasaran yang ditujukan padanya, film dengan gaya penceritaan nonlinear hasil gagasan sang sineas sejak sepuluh tahun sebelumnya ini sukses menuai hasil sangat menggembirakan. Segala aspek yang dimilikinya (sutradara jempolan, tema dan plot cerita orisinal yang menggugah rasa penasaran, adegan-adegan spektakuler, nama-nama besar sebagai para pemainnya) sukses dimanfaatkan secara maksimal, menjadikan film aksi fiksi ilmiah kontemporer ini sebagai salah satu karya terbaik, tidak hanya sebatas untuk genre fiksi ilmiah, namun juga di ranah perfilman global, yang pernah dihasilkan sang sineas.

Lewat Inception pula, Nolan secara tidak langsung memberikan sumbangan yang tidak ternilai terhadap perkembangan film-film fiksi ilmiah di masa depan, berupa bukti sahih bahwa film dengan ide orisinal mampu menuai kesuksesan, yang memicu optimisme para sutradara Hollywood generasi baru untuk berani menghasilkan film dari konsep maupun ide orisinal.

The Ambiguity Ending

Perihal paling menarik dalam Inception, tak pelak adalah adegan endingnya yang sukses mengundang tanya seraya memicu perdebatan, khususnya di berbagai forum maupun portal film. Apakah konklusi itu dialami dalam dunia nyata ataukah masih dalam alam bawah sadar?  Mengenai hal ini, Nolan mengungkapkan bahwa adegan penutup yang brilian itu memang sudah ia perhitungkan dengan matang dan memang bertujuan menghadirkan ambiguitas bagi kalangan penontonnya. Namun, sang sineas menegaskan lebih lanjut bahwa poin utama dari adegan tersebut adalah upayanya untuk menginformasikan bahwa jawaban dari pertanyaan itu tidaklah penting bagi sang tokoh utama karena ia sudah benar-benar melepaskan masa lalunya.

Baca Juga:  "Rambut Sewu: Satu Langkah Getih" Luncurkan Poster, Trailer, dan Dua OST Jelang Tayang

The Edith Piaf’s Connection

Inception punya keterkaitan kuat dengan figur Edith Piaf, di mana selain tembang berjudul Non, je ne regrette rien  milik biduanita yang berjuluk si burung gagak ini memainkan peranan penting dalam plot cerita filmnya, Inception juga turut dibintangi Marion Cotillard yang pernah memerankan Piaf dalam film biopiknya; La Vie en Rose.  Mengenai hal ini, Nolan mengatakan bahwa itu hanyalah sebatas kebetulan belaka. Namun, usut punya usut ketika Cotillard mulai masuk bursa pemain Inception, Nolan sempat berniat untuk mengganti lagu yang telah dipilihnya itu untuk menghindari spekulasi yang terjadi karenanya, namun ia mengurungkan niatnya setelah Hans Zimmmer membujuk sang sineas untuk tetap memakai tembang tersebut.

The Movie Companion

Sebagai sarana pelengkap informasi, pihak Legendary juga merilis dua judul novel grafis yang difungsikan sebagai kisah prolog dari filmnya. Komik yang berjudul Inception: The Cobol Job dan The Big Under karya Jordan Goldberg ini mengetengahkan narasi Miles mengajari Cobb perihal memanipulasi dunia mimpi serta kisah pencurian ide terhadap Mr.Kaneda; salah satu pegawai penting dalam perusahaan Saito oleh Cobb, Arthur, Nash, dan beberapa pegawai Cobol Engineering, yang bermuara pada misi dengan target Saito, dalam paruh awal filmnya.

Almost Unreal?

  • Inception merupakan karya kedua Nolan yang kisahnya diangkat dari cerita asli rekaannya sendiri, setelah Following. Sebelumnya, proyek film yang dikerjakannya pasca debut penyutradaraannya tersebut merupakan hasil remake, diadaptasi dari komik, novel, maupun cerita-cerita pendek.
  • Leonardo DiCaprio merupakan pilihan utama dan kandidat tunggal duet Chris Nolan – Emma Thomas untuk peran Cobb.
  • Desain labirin yang ada di logo judul Inception serupa dengan desain yang terdapat di logo perusahaan produksi milik sang sineas; Syncopy.
  • Tantangan terberat yang harus dihadapi tim spesial efek Inception adalah membuat setting koridor hotel yang bisa berputar 360° untuk menciptakan efek gravitasi nol.
  • Menurut pengakuan sang sineas, ide pembuatan Inception sudah ‘menari-nari’ di kepalanya, sejak ia masih berusia belasan, di mana Nolan belia saat itu memiliki ketertarikan yang sangat tinggi pada fenomena mimpi dan terpesona dengan proses bagaimana ia bangun dan kemudian, kala kembali ke keadaan setengah tertidur, ia masih menyadari bahwa apa yang baru dialaminya adalah sebuah mimpi, dengan sangat jelas. Nolan juga kemudian mulai bisa merasakan bahwa ia bisa mempelajari berbagai tempat dan menghindari kejadian yang terjadi di mimpinya.
Baca Juga:  Portrait of God: Film Horor Viral YouTube Resmi Diangkat ke Layar Lebar oleh Jordan Peele dan Sam Raimi

Your mind is the scene of the crime

(Warner Bros. Pictures)

Directed by: Christopher Nolan 

Starring: Leonardo DiCaprio, Marion Cotillard, Cillian Murphy, Ellen Page, Joseph Gordon-Levitt, Michael Caine, Ken Watanabe, Tom Hardy

Running time: 148 minutes

Awards: Won 4 Oscars (Best Cinematography, Best Sound Editing, Best Sound Mixing, Best Visual Effects) Another 83 wins and 109 nominations.

 

Tags: Christopher NolanCillian MurphyEllen PageInceptionJoseph Gordon-LevittKen WatanabeLeonardo DiCaprioMarion CotillardMichael CaineTom Hardy
Previous Post

Seluruh Bioskop di Indonesia Akan Dibuka Serentak Pada 29 Juli 2020

Next Post

SERIAL DRAMA HBO ORIGINAL TERBARU PERRY MASON MULAI TAYANG 22 JUNI EKSKLUSIF DI HBO GO DAN HBO

Related Posts

Greta Gerwig Berhasil Bujuk Led Zeppelin Izinkan Stairway to Heaven untuk Trailer Narnia
Anak dan keluarga

Greta Gerwig Berhasil Bujuk Led Zeppelin Izinkan Stairway to Heaven untuk Trailer Narnia

17/10/2026
The Greatest: Perjalanan Muhammad Ali dari Cassius Clay hingga Menjadi Legenda Tinju
Barat

The Greatest: Perjalanan Muhammad Ali dari Cassius Clay hingga Menjadi Legenda Tinju

16/10/2026
The Mummy 4
Action

Universal Pictures Umumkan Judul Resmi dari Film The Mummy 4

16/10/2026
Channing Tatum dan Gemma Chan Hadapi Trauma Berat Sang Anak di Trailer Josephine
Barat

Channing Tatum dan Gemma Chan Hadapi Trauma Berat Sang Anak di Trailer Josephine

16/10/2026
Next Post
SERIAL DRAMA HBO ORIGINAL TERBARU PERRY MASON MULAI TAYANG 22 JUNI EKSKLUSIF DI HBO GO DAN HBO

SERIAL DRAMA HBO ORIGINAL TERBARU PERRY MASON MULAI TAYANG 22 JUNI EKSKLUSIF DI HBO GO DAN HBO

Please login to join discussion
[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • 10 Film dengan Konten Dewasa yang Bisa Kamu Tonton di Netflix (US)

    21717 shares
    Share 8687 Tweet 5429
  • 10 Serial Keren Orisinal Netflix

    431 shares
    Share 172 Tweet 108
  • 10 Aktor Hebat Selain DiCaprio yang Belum Pernah Memenangkan Oscar

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • 10 Rahasia Film Hollywood yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

    422 shares
    Share 169 Tweet 106
  • 10 Kisah Keren Tentang Batman yang Mengalahkan Superman

    435 shares
    Share 174 Tweet 109
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags