Setelah empat dekade menjadi salah satu film romantis paling ikonik sepanjang masa, Dirty Dancing akhirnya resmi mendapatkan sekuel. Kabar ini sekaligus menegaskan kembalinya Jennifer Grey sebagai Frances “Baby” Houseman, karakter yang melekat kuat dalam sejarah budaya pop sejak film aslinya dirilis pada 1987.
Menurut laporan The Hollywood Reporter, film Dirty Dancing terbaru ini akan diproduseri oleh Nina Jacobson dan Brad Simpson, duo produser di balik The Hunger Games: The Ballad of Songbirds and Snakes. Sementara itu, penulisan skenario dipercayakan kepada Kim Rosenstock (Dying for Sex).
Sempat direncanakan akan disutradarai oleh Jonathan Levine, proyek ini mengalami sedikit perubahan di balik layar. Levine kini mundur dari kursi sutradara, namun tetap terlibat sebagai produser eksekutif. Proses syuting Dirty Dancing 2 dijadwalkan dimulai pada akhir 2026.
Tak hanya kembali sebagai pemeran utama, Jennifer Grey juga akan bertindak sebagai produser eksekutif, menandakan keterlibatan kreatif yang lebih dalam dalam menghidupkan kembali warisan film ikonik ini.
Film Dirty Dancing pertama kali dirilis pada Agustus 1987, berlatar tahun 1963, dan mengisahkan perjalanan Frances “Baby” Houseman—seorang perempuan muda yang jatuh cinta pada instruktur dansa karismatik Johnny Castle, yang diperankan oleh mendiang Patrick Swayze. Film ini sukses besar secara global dengan pendapatan sekitar 214 juta dolar AS, serta menjadi fenomena budaya pop.
Sejumlah elemen dari film ini terus hidup hingga kini, mulai dari lagu pemenang Oscar “(I’ve Had) The Time of My Life”, hingga pose dansa ikonik yang kerap diparodikan, termasuk dalam film Crazy, Stupid, Love dan serial orisinal Prime Video Merv.
Upaya memperluas semesta Dirty Dancing sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya. Prekuel berdiri sendiri berjudul Dirty Dancing: Havana Nights dirilis pada 2004 dengan bintang Diego Luna dan Romola Garai, sementara serial televisinya sempat tayang satu musim di CBS pada 1989. Sekuel resmi sendiri pertama kali diumumkan pada 2020, dengan konsep awal menempatkan Baby sebagai seorang instruktur tari di masa dewasa.
Satu pertanyaan besar yang kini mengemuka adalah bagaimana film ini akan menghormati Patrick Swayze, yang wafat pada 2009. Mengingat betapa dicintainya film original, sekuel Dirty Dancing jelas menghadapi ekspektasi yang sangat tinggi.
Namun, seperti halnya Top Gun: Maverick, ada harapan bahwa Dirty Dancing 2 bisa menjadi sekuel warisan era 1980-an yang berhasil menyentuh nostalgia sekaligus memperkenalkan kisah baru bagi generasi penonton masa kini. Dengan kembalinya Jennifer Grey sebagai Baby, langkah pertama menuju momen dansa legendaris berikutnya tampaknya sudah resmi dimulai.





