Aktor Chris Pratt menghadirkan sisi berbeda dari kariernya lewat sebuah proyek dokumenter yang mengangkat sejarah penting umat Kristen. Kali ini, bintang Guardians of the Galaxy tersebut bekerja sama dengan Paus Leo XIV dalam film berjudul Pétros Ení — Discovering the Origins, yang mengajak penonton menelusuri sejarah Basilika Santo Petrus di Vatikan, termasuk makam yang diyakini sebagai tempat peristirahatan Santo Petrus.
Dokumenter ini dibuat untuk memperingati 400 tahun peresmian dan konsekrasi Basilika Santo Petrus pada 18 November 1626. Film tersebut akan mengeksplorasi sejarah bangunan ikonik itu, penemuan arkeologi di bawahnya, serta bagaimana makam Santo Petrus berkembang menjadi salah satu pusat ziarah terpenting bagi umat Kristen.
Berdasarkan sinopsis resminya, Pétros Ení menelusuri perjalanan tempat pemakaman Santo Petrus yang menjadi pusat devosi umat Kristen awal, sebelum akhirnya menjadi fondasi bagi basilika pertama yang dibangun pada masa Kaisar Konstantinus.
Trailer dokumenter ini dibuka dengan Chris Pratt berjalan menuju Basilika Santo Petrus. Ia menggambarkan bangunan tersebut sebagai simbol jantung Kekristenan, sementara di bawahnya tersimpan berbagai peninggalan bersejarah yang belum tentu diketahui banyak orang.
Pratt juga menyoroti keindahan arsitektur basilika yang menyimpan perpaduan seni, sejarah, dan spiritualitas. Cuplikan trailer memperlihatkan sejumlah materi arsip eksklusif serta bagian-bagian kompleks bersejarah yang jarang dapat diakses oleh masyarakat umum.
Paus Leo XIV turut hadir menjelang akhir trailer. Ia menjelaskan sosok Simon dari Betsaida, nelayan yang diberi nama Petrus oleh Yesus, sekaligus tokoh yang memiliki peran mendasar dalam tradisi Gereja Katolik.
Dalam pernyataannya kepada Vatican News, Pratt mengungkapkan bahwa bekerja sama dengan Paus Leo XIV dan Vatikan merupakan sebuah kehormatan besar. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan serta akses yang diberikan untuk mengangkat kisah Santo Petrus ke layar lebar.
Pétros Ení — Discovering the Origins dijadwalkan menjalani pemutaran khusus di Festival Film Roma pada 16 Oktober 2026. Setelah itu, film ini akan memulai distribusi teatrikal internasional pada Februari 2027.
Melalui perpaduan penuturan sejarah, penemuan arkeologi, dan perspektif spiritual, dokumenter ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi penonton yang ingin memahami lebih jauh warisan sejarah salah satu situs paling penting dalam tradisi Kristen.




