BBC dan YouTube resmi mengumumkan sebuah kerja sama strategis yang disebut sebagai langkah “terobosan baru” dalam dunia media digital. Kolaborasi ini menandai upaya serius BBC untuk menjangkau audiens muda yang kini semakin beralih ke platform video daring sebagai sumber utama hiburan dan informasi.
Dalam kemitraan ini, BBC dan YouTube berencana menghadirkan channel-channel baru, memproduksi konten orisinal untuk anak-anak dan generasi muda, serta menyediakan liputan Olimpiade Musim Dingin 2026. Selain itu, BBC juga akan memanfaatkan YouTube sebagai ruang untuk membagikan berbagai “momen BBC” yang selama ini menjadi perekat budaya dan kebersamaan masyarakat Inggris.
Tak hanya berfokus pada distribusi konten, kedua perusahaan juga akan bekerja sama untuk mendukung Creative Industries Sector Plan, sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat industri kreatif Inggris melalui investasi langsung kepada para kreator lokal.
Direktur Jenderal BBC, Tim Davie, menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting untuk memastikan BBC tetap relevan di era digital.
“Sangat penting bagi kami bahwa setiap orang mendapatkan nilai dari BBC. Kemitraan terobosan ini akan membantu kami terhubung dengan audiens dengan cara-cara baru,” ujar Davie dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini akan menghadirkan konten lokal yang berani dalam format yang memang diinginkan audiens YouTube, sekaligus membuka jalur baru bagi penonton untuk mengakses layanan BBC lainnya seperti BBC iPlayer dan BBC Sounds. Tak kalah penting, BBC dan YouTube juga menyiapkan program pelatihan besar-besaran untuk meningkatkan kemampuan generasi kreator berikutnya di Inggris.
Sementara itu, Pedro Pina, Wakil Presiden YouTube untuk kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA), mengaku antusias dengan kemitraan tersebut.
“Kami sangat senang dapat bermitra dengan BBC untuk mendefinisikan ulang batas-batas penceritaan digital,” kata Pina.
“Kolaborasi ini menerjemahkan konten kelas dunia BBC ke dalam format digital-first, sehingga dampak budayanya bisa menjangkau audiens yang lebih muda dan lebih global.”
Menurut Pina, program pelatihan yang dirancang bersama BBC merupakan investasi mendalam bagi masa depan industri kreatif Inggris, dengan tujuan memberdayakan talenta lokal agar mampu bersaing dan memimpin ekonomi kreator global.
Kerja sama BBC dan YouTube ini hadir di tengah pergeseran besar perilaku menonton, di mana audiens global semakin meninggalkan televisi siaran dan kabel, lalu beralih ke layanan streaming. Pada Desember lalu, Amerika Serikat mencatat sejarah baru ketika penonton menghabiskan lebih dari 50 miliar menit menonton konten streaming dalam satu hari, tepatnya pada 13 dan 25 Desember.
Laporan Nielsen juga mencatat bahwa pada bulan Desember, lebih dari 47% penonton televisi mengakses konten melalui layanan streaming, meningkat 3% dibandingkan bulan sebelumnya. YouTube memimpin dengan pangsa 12,7% dari total penonton streaming, disusul Netflix (9%), Disney (4,7%), dan Prime Video (4,3%). Sebaliknya, televisi siaran tradisional hanya menyumbang 21,4%, sementara TV kabel berada di angka 20,2%.
Dominasi streaming ini tak hanya mengubah kebiasaan menonton, tetapi juga berdampak besar pada industri film. Semakin banyak film kini dirilis eksklusif di platform streaming seperti Netflix atau Paramount+, alih-alih tayang di bioskop.
Sutradara legendaris Steven Spielberg bahkan sempat mengkritik keras praktik tersebut pada 2022. Ia menyebut para pembuat film “dikorbankan” selama pandemi COVID-19, ketika banyak film kehilangan kesempatan tayang di layar lebar demi mendongkrak jumlah pelanggan platform streaming.
Dengan lanskap media yang terus berubah, kolaborasi antara BBC dan YouTube tampaknya menjadi contoh nyata bagaimana media tradisional dan platform digital kini saling bergandengan tangan demi bertahan dan berkembang di era streaming.





