Franchise Evil Dead kembali lewat film terbarunya, Evil Dead Burn, yang langsung menjadi perbincangan di kalangan penggemar horor.Salah satu franchise horror kegemaran para fans ini punya bar yang tinggi untuk dilewati karena suksesnya film Evil Dead Burn. Apakah film ini bisa memenuhi ekspektasi?
Evil Dead Burn mengikuti kisah Alice, seorang perempuan yang baru saja kehilangan suaminya akibat kecelakaan tragis. Demi menenangkan diri, ia mengunjungi rumah keluarga mertuanya yang terpencil. Namun, suasana duka yang seharusnya menjadi momen untuk berkumpul berubah menjadi mimpi buruk ketika sebuah buku kuno yang berkaitan dengan Deadites kembali membangkitkan kekuatan jahat.
Teror pun menyebar dengan cepat. Satu per satu anggota keluarga mulai dirasuki oleh Deadites, mengubah rumah tersebut menjadi tempat penuh kekacauan dan pertumpahan darah. Di tengah kepungan makhluk iblis, Alice dipaksa berjuang untuk bertahan hidup sembari menghadapi rahasia kelam keluarganya serta kutukan yang ternyata belum benar-benar berakhir.
Disutradarai oleh Sébastien Vaniček, Evil Dead Burn menjadi kelanjutan dari Evil Dead Rise (2023). Film ini tetap mempertahankan identitas khas franchise Evil Dead dengan horor brutal, gore ekstrem, dan teror supranatural, sekaligus menghadirkan kisah yang mengeksplorasi duka, hubungan keluarga, dan ikatan yang terus menghantui bahkan setelah kematian.
Setelah menonton Evil Dead Burn, saya bisa memahami kenapa film ini mendapat begitu banyak respons positif dari para penggemar horor. Menurut saya, kekuatan terbesar film ini ada pada penyutradaraan dan sinematografinya. Pergerakan kamera terasa dinamis, mampu membangun ketegangan di hampir setiap adegan, sementara efek praktikal dan gore-nya benar-benar brutal tanpa terasa murahan. Bagi saya, inilah salah satu daya tarik utama film ini.
Ceritanya juga terasa cukup segar dibandingkan beberapa film sebelumnya. Konflik para Deadites yang memburu sebuah relik membuat ancaman dalam film terasa lebih jelas dan menarik untuk diikuti. Saya juga menyukai keputusan film ini yang memilih tone lebih gelap dan serius. Meski begitu, masih ada sedikit sentuhan black comedy, terutama dari karakter sang nenek, yang berhasil mencairkan suasana tanpa menghilangkan rasa mencekam.
Hal lain yang menurut saya cukup menarik adalah keberanian film ini mengangkat tema trauma dan hubungan keluarga yang toxic. Unsur tersebut memberikan lapisan emosional yang membuat film ini terasa berbeda dari kebanyakan seri Evil Dead. Walaupun demikian, saya juga memahami jika tema kekerasan dalam rumah tangga yang diangkat bisa terasa berat atau bahkan memicu ketidaknyamanan bagi sebagian penonton.
Meski saya menikmati film ini, bukan berarti semuanya sempurna. Saya merasa beberapa bagian cerita berkembang agak membingungkan dan ada beberapa karakter yang kurang berhasil membuat saya peduli dengan nasib mereka. Fokus yang cukup besar pada trauma tokoh utama juga terkadang membuat nuansa khas Evil Dead sedikit berkurang. Selain itu, beberapa adegan gore memang terasa dibuat hanya untuk mengejutkan penonton, bukan untuk mendukung perkembangan cerita.
Secara keseluruhan, saya tetap menikmati Evil Dead Burn. Film ini berhasil menghadirkan horor yang brutal, atmosfer yang mencekam, visual yang memukau, dan penyutradaraan yang kuat. Memang ada beberapa kekurangan dari sisi cerita dan karakter, tetapi pengalaman menontonnya tetap sangat memuaskan, terutama bagi penikmat horor gore. Jika kalian mencari film horor yang tanpa kompromi dalam menampilkan teror dan kekerasan, Evil Dead Burn layak masuk daftar tontonan.
RATING FILM EVIL DEAD BURN :
3.5/5
Penulis : Fahri Husaini







