Tahun ini, Jakarta World Cinema menghadirkan 207 film dari 69 negara, termasuk 120 film yang telah meraih penghargaan di berbagai festival film internasional. Beragam pilihan tersebut memberikan kesempatan bagi penonton Indonesia untuk menikmati karya-karya sineas dunia dengan perspektif dan cerita yang berbeda.
Berikut lima film yang harus masuk daftar tontonan di Jakarta World Cinema 2026!
FJORD
Menjadi salah satu film paling disorot di Cannes Film Festival 2026, ‘Fjord’ berhasil membawa pulang penghargaan tertinggi, Palme d’Or. Film garapan sutradara Cristian Mungiu ini mengangkat kisah sebuah keluarga imigran asal Rumania yang memulai kehidupan baru di sebuah desa terpencil di Norwegia.
Namun, kehidupan mereka mulai berubah ketika muncul dugaan kekerasan terhadap anak-anak dalam keluarga tersebut. Situasi ini kemudian memicu konflik antara keluarga, masyarakat sekitar, hingga pihak berwenang yang mulai mempertanyakan pola asuh mereka.
Dibintangi Sebastian Stan dan Renate Reinsve, ‘Fjord’ tidak sekadar menyajikan drama keluarga, tetapi juga mengangkat persoalan sensitif mengenai perbedaan nilai budaya, keyakinan, kebebasan individu, dan batas campur tangan negara dalam kehidupan pribadi.
INHERIT

Bagi penggemar horor Asia, ‘Inherit’ menjadi salah satu judul yang patut diperhitungkan. Film horor Thailand ini disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun, sosok di balik film horor populer Shutter, Pee Mak, dan The Medium (2021).
Ceritanya mengikuti sebuah keluarga yang dikejutkan oleh kembalinya Woranart, seorang nenek yang telah menghilang selama 50 tahun. Anehnya, ia kembali dengan penampilan yang sama sekali tidak berubah meskipun telah puluhan tahun berlalu.
Kepulangannya justru membawa teror baru bagi keluarga tersebut. Woranart ternyata menjadi wadah bagi roh kelabang kuno yang memiliki kutukan untuk diwariskan kepada cucunya yang berusia 18 tahun, Oui.
Hal menarik lainnya, ‘Inherit’ diadaptasi dari novel horor Thailand berjudul Thayat Asun yang pertama kali diterbitkan pada 1991. Novel tersebut telah beberapa kali diadaptasi menjadi serial televisi sebelum akhirnya mendapatkan versi layar lebarnya.
Dengan sentuhan horor khas Banjong dan kisah kutukan lintas generasi, film ini menawarkan perpaduan antara misteri keluarga dan teror supernatural.
THE DEBUT

Bagaimana jika sebuah peran kecil dalam pertunjukan teater justru mengubah kehidupan seseorang secara drastis? Premis inilah yang diangkat dalam ‘The Debut’, film komedi-drama garapan Jesse Eisenberg.
Film ini mengikuti Mona, seorang ibu rumah tangga pemalu yang mendapatkan kesempatan tampil dalam sebuah pertunjukan musikal lokal meskipun tidak memiliki pengalaman berakting sebelumnya.
Awalnya, teater menjadi ruang baru bagi Mona untuk menemukan dirinya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai larut dalam karakter yang diperankannya. Obsesi tersebut kemudian membuat hubungannya dengan Jerry, sang sutradara pertunjukan yang dikenal keras dan penuh tuntutan, semakin memanas.
Dibintangi Julianne Moore dan Paul Giamatti, ‘The Debut’ menarik perhatian lewat eksplorasinya terhadap dunia teater, identitas, dan keinginan seseorang untuk menemukan kembali jati dirinya.
Menariknya, Jesse Eisenberg tidak hanya bertindak sebagai sutradara dan penulis skenario, tetapi juga turut menulis musik dan lirik untuk pertunjukan musikal yang menjadi bagian dari cerita film ini.
JOSEPHINE
Mengangkat tema trauma dan perjuangan sebuah keluarga dalam menghadapi peristiwa traumatis, ‘Josephine’ menjadi salah satu film drama yang menawarkan pengalaman emosional.
Film ini bercerita tentang Josephine, seorang anak berusia delapan tahun yang menyaksikan sebuah kejahatan ketika sedang menghabiskan waktu bersama ayahnya di Golden Gate Park, San Francisco.
Peristiwa tersebut mengubah kehidupannya secara drastis. Kedua orang tuanya kemudian berusaha menemukan cara untuk membantu Josephine menghadapi ketakutan dan trauma yang dialaminya. Namun, perbedaan cara pandang dalam menghadapi situasi tersebut turut memengaruhi hubungan mereka sebagai keluarga.
Disutradarai Beth de Araújo, film ini dibintangi Mason Reeves, Channing Tatum, dan Gemma Chan. Salah satu hal paling menarik adalah ceritanya terinspirasi dari pengalaman masa kecil sang sutradara sendiri.
Tak hanya itu, ‘Josephine’ juga berhasil meraih dua penghargaan sekaligus di Sundance Film Festival 2026, yaitu Grand Jury Prize dan Audience Award untuk kategori U.S. Dramatic. Pencapaian tersebut membuat film ini semakin layak mendapatkan perhatian.
LA BOLA NEGRA
‘La Bola Negra’, film drama asal Spanyol yang menghadirkan kisah tiga pria dari generasi berbeda. Meski hidup pada periode waktu yang berbeda, ketiganya terhubung melalui warisan karya penyair sekaligus penulis drama legendaris Spanyol, Federico García Lorca.
Mengambil latar tiga periode berbeda, yaitu 1932, 1937, dan 2017, film ini mengeksplorasi berbagai persoalan mengenai identitas, hasrat, penderitaan, cinta, hingga warisan masa lalu yang terus memengaruhi kehidupan generasi berikutnya.
Film ini disutradarai oleh Javier Calvo dan Javier Ambrossi, duo kreatif yang dikenal dengan sebutan Los Javis. Keduanya sebelumnya dikenal melalui sejumlah karya serial seperti Veneno dan La Mesías.
Hal menarik lainnya adalah jajaran pemainnya yang diisi sejumlah nama besar, termasuk Penélope Cruz dan Glenn Close. Selain itu, ‘La Bola Negra’ juga berhasil meraih penghargaan Best Director (Ex-aequo) di Cannes Film Festival 2026.
Itulah lima film dari berbagai negara dengan cerita dan pendekatan sinema yang berbeda-beda di Jakarta World Cinema (JWC) 2026.
Acara ini resmi berlangsung sejak 31 Oktober hingga 7 November 2026 secara langsung di CGV Grand Indonesia, Jakarta.
Selain pemutaran di bioskop, festival film internasional ini juga menghadirkan program pemutaran daring melalui platform KlikFilm yang berlangsung hingga 21 November 2026.








