Produksi film Rambo terbaru resmi dimulai di Thailand, dan para penggemar akhirnya mendapatkan gambaran pertama dari proyek aksi yang sangat dinantikan ini. Pada Kamis, 29 Januari, pihak studio merilis poster perdana sekaligus pernyataan emosional dari sutradara Jalmari Helander, yang mengungkapkan betapa besar arti karakter John Rambo dalam hidup dan kariernya.
“Saat berusia sebelas tahun, saya menonton First Blood untuk pertama kalinya, dan film itu mengubah hidup saya,” tulis Helander (Sisu: Road to Revenge) dalam unggahan media sosial. “Rambo bukan sekadar film bagi saya—ia tumbuh bersama saya dan menjadi alasan utama mengapa saya ingin menjadi pembuat film.”
Helander menegaskan bahwa film ini akan kembali ke akar karakter Rambo. Menurutnya, kisah origin ini akan menampilkan Rambo yang “mentah, nyata, dan penuh perjuangan,” dengan fokus pada ketahanan hidup, kegigihan, serta hilangnya kepolosan. Ia menyebut proyek ini sebagai sebuah kehormatan besar, mengingat kuatnya warisan karakter legendaris tersebut.
JOHN RAMBO — Now in Production. pic.twitter.com/UlnVY4kICe
— John Rambo Film (@JohnRamboFilm) January 29, 2026
Karakter John Rambo pertama kali diperkenalkan kepada publik lewat First Blood pada 22 Oktober 1982, yang dibintangi Sylvester Stallone. Lebih dari 40 tahun kemudian, Lionsgate berharap film prekuel ini mampu menjembatani penggemar lama dan generasi baru. Presiden Lionsgate Motion Picture Group, Erin Westerman, menyebut film ini sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi akar Rambo, prinsip hidupnya, serta menghadirkan aksi spektakuler yang ikonis.
Film ini akan dibintangi oleh Noah Centineo sebagai John Rambo muda, didampingi Yao, Quincy Isaiah, Jefferson White, Jason Tobin, dan Tayme Thapthimthong. Para produser memuji kolaborasi Helander dan Centineo, menyebut keduanya sebagai kombinasi kuat yang membawa kedalaman emosional dan komitmen fisik yang dibutuhkan karakter Rambo.
Meski detail cerita masih dirahasiakan, Helander sebelumnya mengungkap bahwa film ini akan dimulai dari fase hidup Rambo yang relatif “bahagia” dan tenang—sebelum tragedi dan pengalaman pahit membentuknya menjadi sosok ikonis yang dikenal publik lewat First Blood.






