Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Perkembangan Era Digital dalam Dunia Perfilman

by admin
July 7, 2016
in Articles, Movie Articles, News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Era Digital Film

Sebelum ditemukannya kamera digital, para filmmaker menggunakan kamera seluloid sebagai medium untuk memvisualisasikan skenarionya. Kamera film (begitu tipe kamera ini banyak disebut) merupakan kamera yang menggunakan bahan dasar (pita) seluloid berukuran 8mm, 16mm, 35mm, dan 70mm yang disesuaikan dengan tipe kamera itu sendiri. Kebanyakan filmmaker menggunakan kamera 35mm karena ukuran tersebut menghasilkan gambar yang pas untuk konsumsi layar lebar. Sayangnya, kamera film dibanderol mahal, harga sewanya pun sangat tinggi. Hal tersebut kerap membatasi para filmmaker dengan bujet yang minim untuk memproduksi film.

Kemunculan kamera digital di akhir tahun 1980-an yang digagas oleh Sony lewat perlengkapan kamera Sony HDVS-nya (awalnya ditujukan untuk keperluan broadcast televisi) membuat filmmaker mempunyai pilihan untuk mengambil gambar dengan biaya yang lebih murah. Meski begitu, para pembuat film lebih banyak setia dengan kamera film karena gambar yang dihasilkan jauh lebih baik. Seiring perkembangan zaman, teknologi digital semakin maju dan kini kualitas kamera digital bahkan dapat menyamai kamera film seluloid. Hal ini berimbas dengan banyaknya filmmaker dunia yang memilih untuk menggunakan kamera digital dibandingkan seluloid, tak terkecuali Hollywood. 

Penggunaan kamera digital dalam industri film Hollywood dipelopori oleh George Lucas yang mengembangkan kamera Sony HDW-F900 yang digunakan pada Once Upon Time in Mexico (2001). Film garapan Robert Rodriguez tersebut dikenal sebagai film pertama yang seluruh gambarnya diambil dengan kamera digital berformat 24 fps. Satu tahun kemudian, Lucas menggunakan kamera yang sama untuk filmnya, Star Wars Episode II: Attack of the Clones. Tahun 2009 bisa dikatakan sebagai momen penting bagi perkembangan kamera digital di industri film dunia. Pada tahun tersebut, Slumdog Millionaire menjadi film pertama berformat digital yang mendapatkan penghargaan Best Cinematography di ajang bergengsi Academy Awards, disusul oleh dirilisnya Avatar yang hingga saat ini menjadi film berpendapatan tertinggi sepanjang sejarah.

Baca Juga:  Terrence Howard Ungkap Alasan Baru di Balik Pemecatannya dari Iron Man 2

Kesuksesan film-film digital tersebut berimbas para sistem sinema di dunia. Banyak bioskop yang akhirnya menggunakan proyektor digital dan meninggalkan proyektor film konvensional. Proyektor digital yang dikenal dengan nama DLP (Digital Light Processing) sanggup menayangkan film digital dengan resolusi 2K (2048×1080 atau 2,2 megapixels) dan 4K (4096×21960 atau 8.8 megapixels). Sistem pendistribusian film pun tidak lagi memakai reel seluloid, namun menggunakan file digital DCP (Digital Cinema Package) berbentuk hard-drive yang nantinya dikopi ke dalam server internal bioskop yang akan menayangkan filmnya.

Tahun 2002, major studios Hollywood membentuk suatu organisasi bernama Digital Cinema Initiative (DCI). Organisasi ini diciptakan untuk menentukan standar arsitektur untuk bioskop digital agar tercapai model yang seragam secara global, berkualitas tinggi dan tangguh. Dengan mengacu pada standar Society of Motion Picture and Television Engineers (SMPTE) maupun International Organization for Standardization (ISO) maka ditentukan standar atau format tertentu yang harus diaplikasikan untuk menyiapkan master materi film, sistem distribusinya, sampai ke urusan perlindungan isi film (content), pengacakan (encryption), dan penandaan khusus untuk menghindari pembajakan (forensic marking). Semua teknologi bioskop digital yang memenuhi persyaratan mereka disebut DCI Compliance (sesuai dengan DCI). Perbedaan dasar antara sinema analog dengan digital adalah cara pengemasannya (packaging), distribusi, dan penayangannya.

Berkembangnya teknologi digital akhirnya membuat produksi seluloid berkurang drastis. Banyak perusahaan yang akhirnya gulung tikar akibat perkembangan pesat tersebut. Salah satu yang paling terkenal adalah Kodak (meski saat ini sudah dinyatakan tidak bangkrut). Mau tidak mau, para filmmaker dan penonton harus siap menerima fakta bahwa saat ini era digital telah memegang peranan penting dalam industri film dunia.

Baca Juga:  Billie Eilish Siap Debut Akting di Adaptasi Film The Bell Jar
Previous Post

Review Film Airport – Melodrama dalam Bencana

Next Post

[FACE 2 FACE] Dante’s Peak (1997) vs Volcano (1997)

Related Posts

Anime Legendaris Samurai Champloo Siap Diadaptasi Jadi Serial Live-Action
Action

Anime Legendaris Samurai Champloo Siap Diadaptasi Jadi Serial Live-Action

14/03/2026
Kate Winslet Bergabung di Film Prekuel The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum
Action

Kate Winslet Bergabung di Film Prekuel The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum

13/03/2026
Trailer Fuze Pamer Aksi Tegang Aaron Taylor-Johnson dalam Misi Penjinakan Bom
Action

Trailer Fuze Pamer Aksi Tegang Aaron Taylor-Johnson dalam Misi Penjinakan Bom

13/03/2026
Billie Eilish Siap Debut Akting di Adaptasi Film The Bell Jar
Barat

Billie Eilish Siap Debut Akting di Adaptasi Film The Bell Jar

13/03/2026
Next Post

[FACE 2 FACE] Dante’s Peak (1997) vs Volcano (1997)

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Anime Legendaris Samurai Champloo Siap Diadaptasi Jadi Serial Live-Action

    Anime Legendaris Samurai Champloo Siap Diadaptasi Jadi Serial Live-Action

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Trailer Intens Film Thrash Dirilis, Phoebe Dynevor dan Djimon Hounsou Bertarung untuk Bertahan Hidup

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Sebelum Nonton, Kenali Dulu Ragam Kelas di Bioskop CGV

    31560 shares
    Share 12624 Tweet 7890
  • Trailer Fuze Pamer Aksi Tegang Aaron Taylor-Johnson dalam Misi Penjinakan Bom

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Film Pendek “Laut Memanggilku” Sudah Bisa Ditonton

    565 shares
    Share 226 Tweet 141
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags