Léa Seydoux resmi bergabung dengan Mikey Madison dalam film terbaru A24, The Masque of the Red Death, yang merupakan adaptasi ulang dari cerita klasik karya Edgar Allan Poe. Proyek ini diprediksi menjadi salah satu film ambisius A24, meski tanggal rilis resminya masih belum diumumkan.
Menurut laporan The Hollywood Reporter, Seydoux akan memerankan karakter seorang lady-in-waiting yang licik dan penuh intrik, sosok yang perlahan memanipulasi keadaan demi naik ke puncak kekuasaan. Peran ini menambah lapisan politik dan ketegangan psikologis dalam kisah horor gotik tersebut.
Léa Seydoux dikenal sebagai salah satu aktris paling bergengsi di industri film internasional. Ia telah tampil dalam berbagai film besar seperti Midnight in Paris, Inglourious Basterds, Mission: Impossible – Ghost Protocol, serta drama kontroversial pemenang Palme d’Or Blue Is the Warmest Colour. Kehadirannya memperkuat jajaran pemain film ini dan menegaskan skala produksi A24 yang semakin besar.
Film The Masque of the Red Death akan disutradarai oleh Charlie Polinger, yang sebelumnya merilis debut penyutradaraannya lewat film The Plague (2025). Meski detail plot masih dirahasiakan, film ini akan menjadi interpretasi modern dari cerita horor ikonik Poe yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1842.
Cerita aslinya mengikuti Pangeran Prospero, seorang bangsawan yang mengurung diri di sebuah biara mewah untuk menghindari wabah mematikan bernama Red Death. Di tengah pesta topeng megah yang ia selenggarakan, muncul sosok misterius yang mewakili wabah tersebut—menjadi simbol kematian yang tak bisa dihindari.
Sebelumnya, proyek ini sempat dibintangi Sydney Sweeney. Namun, ia harus mundur karena bentrok jadwal dan posisinya digantikan oleh Mikey Madison. Bagi Madison, film ini menjadi langkah besar berikutnya setelah penampilannya yang menuai pujian kritikus dalam Anora (2024), yang mengantarkannya meraih Oscar untuk Aktris Terbaik.
Dengan kombinasi cerita klasik Edgar Allan Poe, rumah produksi A24, dan jajaran aktor kelas dunia, The Masque of the Red Death berpotensi menjadi salah satu film horor artistik paling menarik dalam beberapa tahun ke depan.






