Sherlock Holmes kembali hadir dengan wajah dan pendekatan baru. Roku Channel mengumumkan Scarlett Holmes, serial limited procedural dramedy yang menjadikan Lucy Hale sebagai pemeran utama. Menariknya, karakter ini merupakan keturunan modern Sherlock Holmes yang mewarisi kemampuan luar biasa dalam mengamati detail dan memecahkan teka-teki.
Serial tersebut diumumkan pada Selasa, 6 Oktober, dan dijadwalkan tayang secara eksklusif di The Roku Channel pada 2027. Hale tidak hanya membintangi serial ini, tetapi juga menjadi executive producer.
Scarlett Holmes dikembangkan oleh Jaggi Entertainment, dengan Paris Herbert-Taylor dan Katie Wilbert sebagai penulis. Sophie Tilson, Steve Jaggi, dan Hale bertindak sebagai executive producer, sementara Morgan Pichinson dan Sabrina Lyall mengawasi pengembangannya untuk Roku Originals.
Berbeda dari kisah Sherlock Holmes pada umumnya yang berfokus pada kriminal dan pembunuhan, Scarlett menggunakan kemampuan deduksinya untuk memecahkan masalah percintaan. Ia membantu klien menghadapi berbagai persoalan seperti hubungan yang bermasalah, perasaan tersembunyi, perilaku mencurigakan, hingga kesalahpahaman romantis.
Setiap episode akan mengambil inspirasi dari film komedi romantis klasik. Dalam menjalankan pekerjaannya, Scarlett dibantu Jane Watson, versi baru dari karakter ikonik Dr. John Watson. Pemeran Jane hingga kini masih dalam proses pencarian.
Namun, kemampuan Scarlett membaca orang lain ternyata tidak banyak membantu kehidupan cintanya sendiri. Masalah semakin rumit ketika ia bertemu Ollie Moriarty, seorang produser podcast yang diam-diam menyelidiki Scarlett untuk membuat laporan tentang metode investigasinya.
Situasi tersebut memaksa Scarlett menghadapi titik buta dalam dirinya sendiri. Ia mampu memahami perilaku orang lain, tetapi kesulitan membaca perasaannya sendiri.
Bagi Lucy Hale, proyek ini menambah daftar peran terbarunya setelah Pretty Little Liars, Ragdoll, Puppy Love, dan The Hating Game. Scarlett Holmes dijadwalkan hadir di The Roku Channel pada 2027.





