Kisah hidup Lance Armstrong yang penuh kemenangan sekaligus kontroversi akan kembali diangkat ke layar lebar. Kali ini, aktor Elvis Austin Butler dipercaya memerankan sang legenda balap sepeda dalam sebuah film biopik ambisius yang kini bergerak cepat menuju tahap produksi.
Film tersebut akan disutradarai Edward Berger, sineas peraih Oscar lewat All Quiet on the Western Front. Berger mengarahkan film berdasarkan skenario karya Zach Baylin, penulis yang sebelumnya mendapat nominasi Oscar.
Produksi ditargetkan mulai Januari 2027, dengan Scott Stuber dan Nick Nesbit bertindak sebagai produser bersama Berger. Salah satu aspek penting proyek ini adalah Stuber berhasil mendapatkan hak hidup resmi Lance Armstrong melalui negosiasi langsung dengan mantan pembalap tersebut.
Ini menjadi pertama kalinya Armstrong secara resmi memberikan hak hidupnya untuk sebuah film naratif. Sebelumnya, kisah skandal doping Armstrong pernah diangkat dalam film The Program (2015) arahan Stephen Frears, dengan Ben Foster sebagai Armstrong. Film tersebut dibuat tanpa keterlibatan Armstrong.
Untuk proyek terbaru ini, Stuber disebut menjadikan kejujuran sebagai salah satu syarat utama. Dengan keterlibatan langsung Armstrong melalui hak hidupnya, film diharapkan dapat mengeksplorasi perjalanan kariernya secara lebih menyeluruh, termasuk tekanan institusional dan budaya doping yang mengelilingi dunia balap sepeda profesional.
Cerita akan mencakup perjuangan Armstrong melawan kanker testis, kebangkitannya di dunia balap sepeda, hingga pencapaiannya memenangkan tujuh gelar Tour de France. Namun, kisah tersebut kemudian berbalik ketika skandal doping terungkap dan Armstrong kehilangan seluruh gelar Tour de France setelah keputusan United States Anti-Doping Agency.
Apple Original Films mendapatkan proyek ini setelah melalui proses penawaran yang kompetitif. Film tersebut kabarnya memadukan skala drama olahraga seperti F1 dengan kisah kejatuhan penuh kontroversi seperti The Wolf of Wall Street.
Bagi Austin Butler, peran ini menjadi tantangan besar setelah penampilannya sebagai Elvis Presley dalam Elvis, yang memberinya nominasi Oscar. Kini ia harus melakukan transformasi fisik sekaligus mendalami sisi psikologis Armstrong untuk menggambarkan salah satu perjalanan paling kompleks dalam sejarah olahraga modern.






