Aktor dan sutradara Ben Stiller meluapkan kemarahannya setelah akun resmi White House (Gedung Putih) di media sosial menggunakan cuplikan dari film komedi perang satir Tropic Thunder (2008) dalam sebuah video propaganda militer.
Kontroversi ini bermula ketika akun resmi Gedung Putih mengunggah video montase bertajuk “Justice the American way.” Video tersebut menampilkan berbagai potongan adegan dari film, serial televisi, hingga video game yang disandingkan dengan rekaman nyata peluncuran rudal dan serangan militer.
Di antara klip-klip yang muncul terdapat potongan dari film populer seperti John Wick, Superman, Iron Man 2, dan Braveheart. Salah satu yang paling mencolok adalah adegan dari Tropic Thunder yang menampilkan karakter eksentrik Les Grossman—tokoh yang diperankan oleh Tom Cruise—sedang menari.
Stiller, yang menyutradarai sekaligus membintangi film tersebut, langsung bereaksi keras melalui akun X miliknya. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin kepada pemerintah untuk menggunakan materi dari film tersebut.
“Hei White House, tolong hapus klip Tropic Thunder. Kami tidak pernah memberi izin dan tidak ingin menjadi bagian dari mesin propaganda kalian. Perang bukanlah film,” tulis Stiller dalam unggahannya.
Hey White House, please remove the Tropic Thunder clip. We never gave you permission and have no interest in being a part of your propaganda machine. War is not a movie. https://t.co/dMQqRxxVCa
— Ben Stiller (@BenStiller) March 6, 2026
Insiden ini bukan pertama kalinya selebritas memprotes penggunaan karya mereka oleh akun pemerintah atau lembaga resmi. Beberapa musisi sebelumnya juga pernah menyampaikan keberatan.
Penyanyi pop Sabrina Carpenter dan Billie Eilish misalnya, pernah mengkritik penggunaan lagu mereka dalam video media sosial yang menampilkan operasi penegakan hukum dan penggerebekan imigrasi.
Tropic Thunder sendiri dikenal sebagai film satir yang menyindir industri film perang Hollywood, bukan mempromosikan konflik militer. Film tersebut bahkan menjadi terkenal karena humor gelapnya serta penampilan cameo mengejutkan Tom Cruise sebagai produser film yang nyentrik.
Karena itu, banyak penggemar menilai penggunaan klip film tersebut dalam video bertema militer oleh pemerintah terasa ironis—bahkan bertentangan dengan pesan satir yang sebenarnya ingin disampaikan film tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih terkait permintaan Stiller untuk menghapus video tersebut.





