Lily Collins dikabarkan akan memerankan ikon Hollywood legendaris Audrey Hepburn dalam sebuah film biopik terbaru yang mengangkat kisah di balik pembuatan film klasik Breakfast at Tiffany’s. Proyek ini langsung menarik perhatian publik karena menggabungkan dua nama besar dari generasi berbeda dalam satu cerita yang sarat sejarah perfilman.
Film tersebut tidak hanya akan menceritakan kehidupan pribadi Hepburn, tetapi lebih fokus pada proses kreatif, tantangan produksi, serta dampak budaya dari Breakfast at Tiffany’s yang dirilis pada 1961. Film klasik itu dikenal sebagai salah satu karya paling ikonik dalam sejarah Hollywood, sekaligus melahirkan citra fesyen abadi melalui karakter Holly Golightly yang diperankan Hepburn.
Bagi Collins, peran ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam kariernya. Aktris yang melejit lewat serial Emily in Paris itu disebut telah lama mengidolakan Hepburn, baik dari sisi akting maupun gaya hidupnya yang elegan. Kesamaan visual antara keduanya juga menjadi salah satu alasan kuat pemilihan Collins untuk proyek tersebut.
Menurut laporan, film ini akan menampilkan pendekatan naratif yang lebih intim dibanding biopik tradisional. Penonton akan diajak melihat tekanan yang dihadapi Hepburn selama produksi, dinamika hubungan dengan kru film, hingga bagaimana perannya dalam Breakfast at Tiffany’s membentuk citra bintang global yang bertahan hingga kini.
Proyek biopik tentang figur legendaris memang tengah menjadi tren di industri perfilman, namun kisah Hepburn memiliki daya tarik tersendiri karena pengaruhnya melampaui dunia film, termasuk mode, kemanusiaan, dan budaya populer. Jika produksi berjalan sesuai rencana, film ini berpotensi menjadi salah satu rilisan paling dinantikan dalam beberapa tahun ke depan.
Hingga saat ini, jadwal syuting dan tanggal rilis resmi masih dirahasiakan. Namun dengan nama besar Lily Collins dan warisan Audrey Hepburn yang begitu kuat, ekspektasi publik terhadap film ini sudah sangat tinggi bahkan sebelum proses produksi dimulai.





