Keira Knightley dan Alicia Vikander kembali mencuri perhatian lewat proyek film terbaru berjudul The Worst, sebuah satir kelas sosial yang digadang-gadang akan membuat penonton merasa “tidak nyaman”, namun tetap terhibur. Film ini menjadi debut penyutradaraan Simon Woods untuk layar lebar, setelah sebelumnya dikenal sebagai aktor dan penulis naskah teater.
Selain Knightley dan Vikander, The Worst juga dibintangi Jamie Dornan dan Erin Kellyman. Film ini digambarkan sebagai “satir kelas yang kejam namun menghibur”, dengan cerita tentang liburan sepasang suami istri kaya raya yang berubah menjadi mimpi buruk.
The Worst berfokus pada Emily Fisher (Alicia Vikander), seorang sosialita, dan suaminya Max, yang mengundang teman-teman sesama kalangan atas ke château baru mereka di Prancis. Namun, alih-alih menjadi malam yang elegan, pertemuan tersebut justru dihadiri oleh orang-orang yang sebenarnya saling membenci. Salah satunya adalah Holly (Keira Knightley), konsultan keberagaman yang tengah kesulitan karier dan terus bersitegang dengan para tamu hingga menderita migrain. Ada pula Danny (Jamie Dornan), agen talenta bermulut tajam yang gemar memamerkan daftar klien terkenalnya.
Seiring malam berjalan, suasana semakin kacau ketika rahasia-rahasia gelap mulai terungkap. Di tengah kekacauan tersebut, Niamh (Erin Kellyman), seorang pelayan, tanpa sengaja terseret ke dalam konflik para tamu elite itu.
Simon Woods menegaskan bahwa ketidaknyamanan adalah bagian penting dari pengalaman menonton film ini. Ia ingin penonton menikmati karakter-karakter yang berlebihan, relasi yang berantakan, sekaligus merasa gelisah dengan apa yang mereka saksikan. Menurut Woods, The Worst akan “menggoda penonton untuk hampir menyukai karakter-karakter ini”, sambil menghadirkan cermin satir terhadap kondisi sosial masa kini.
Diproduseri oleh deretan nama seperti Andy Berg, John Sachs, hingga Frédéric Fiore, The Worst akan diperkenalkan ke pasar internasional lewat European Film Market di Berlin. Protagonist Pictures dan Logical Pictures International akan menangani penjualan global, sementara pendanaan film berasal dari Logical Content Venture. Film ini pun berpotensi menjadi salah satu judul satir paling menggugah dan provokatif dalam waktu dekat.





