Genre true crime kembali menjadi pusat perhatian publik, dan salah satu judul terbaru yang siap mengguncang layar lebar akhirnya merilis tampilan perdana. Row K Entertainment resmi meluncurkan trailer pertama Dead Man’s Wire, film thriller kriminal yang mengisahkan aksi nyata Tony Kiritsis—seorang pria yang menyandera Presiden Meridian Mortgage Company, Richard Hall, dengan senapan shotgun yang sudah dipotong.
Dalam film ini, Bill Skarsgård memerankan Tony Kiritsis, sosok yang mencuri perhatian dunia akibat aksinya yang nekat dan mengancam. Sementara itu, bintang Stranger Things Dacre Montgomery tampil sebagai Richard “Dick” Hall, korban penyanderaan yang menjadi pusat drama tegang tersebut. Dead Man’s Wire dijadwalkan tayang di bioskop pada 17 Januari 2026.
Selain Skarsgård dan Montgomery, film ini turut menghadirkan daftar pemeran kelas atas, di antaranya adalah Colman Domingo sebagai Fred Temple, Al Pacino sebagai M.L. Hall, Cary Elwes sebagai Michael Grable dan Myha’la sebagai Linda Page.
Naskah film ditulis oleh Austin Kolodney, sementara kursi sutradara diduduki Gus Van Sant, pembuat film visioner yang dikenal lewat Promised Land (2012) dan The Sea of Trees (2015). Van Sant, yang piawai mengeksekusi berbagai genre, dianggap sebagai satu-satunya pilihan ideal oleh Kolodney.
Nama Bill Skarsgård sudah melekat kuat dengan karakter ikonik Pennywise dalam dua film adaptasi novel IT karya Stephen King. Ia bahkan kembali memerankan versi awal karakter tersebut dalam seri prekuel IT: Welcome to Derry, yang saat ini tayang di HBO Max dengan total delapan episode.
Dengan rekam jejaknya yang kuat dalam memerankan tokoh kompleks dan mengganggu, Skarsgård menjadi pilihan yang menjanjikan untuk menghidupkan Tony Kiritsis—seorang pria yang tindakan ekstremnya membuat seluruh negara terpaku pada layar televisi.
Dengan kombinasi antara kisah nyata yang mencengangkan, jajaran pemeran papan atas, serta sentuhan sutradara sekelas Gus Van Sant, Dead Man’s Wire diposisikan sebagai salah satu film thriller yang paling dinantikan tahun 2026. Trailer perdananya yang intens telah membangun ekspektasi tinggi akan sebuah kisah penyanderaan yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga menggali motif dan tekanan psikologis di balik salah satu kasus paling dramatis dalam sejarah Amerika.






