Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review 27 Steps of May

by Paulus Ladiarsa
May 9, 2019
in Drama, Indonesia, Reviews
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Waktu adalah teman atau musuh. Waktu relatif, bagi seseorang bisa panjang sekali, namun juga bisa menjelma menjadi pendek , sekejap mata. Namun 8 tahun adalah waktu yang dibutuhkan May, untuk bangkit dari traumanya.

Penerimaan trauma juga beragam, ada yang menerimanya biasa-biasa saja dan berlanjut ke “halaman kehidupan” berikutnya dengan cepat , ada pula yang membutuhkan waktu lama bahkan ada yang tak bisa kembali lagi dan tenggelam dalam traumanya.

Film ini bercerita mengenai May, seorang gadis yang berada di waktu dan tempat yang salah.

Film ini menyiratkan peristiwa pemerkosaan yang terjadi pada bulan Mei  1998 di Indonesia, serta menjadi sejarah kelam di Indonesia (Peristiwa Mei 1998) .Pola pemerkosaan yang terjadi saat itu hampir sama. Korban tidak hanya diperkosa, tetapi juga diserang dengan benda-benda keras, baik tajam maupun tumpul.

 

May mengalami trauma berat setelah mengalami pemerkosaan, membuatnya pulang terhuyung dan tak mampu berkata-kata . Ayahnya berusaha menolongnya , namun hanya bisa terdiam tak berdaya.

Delapan (8) tahun berlalu , hanya keteraturanlah yang dapat membuat May berfungsi secara normal. Temannya hanyalah sepi, dan keteraturan yang membuatnya memiliki kontrol akan hidupnya. May tak sanggup jika harus berbuat di luar alur keteraturan yang telah dibuat, karena jika itu terjadi, untuk mengembalikan kontrol kembali pada dirinya, May akan melukai tangannya. Ini adalah jalan satu-satunya. Itulah sebabnya, di pergelangan tangannya banyak luka lama dan luka baru. Itulah sebabnya, May tidak sanggup menerima suatu perbedaan , sekecil apapun.

Namun sebuah kebakaran yang terjadi di rumah sebelah mengubah segalanya. May harus menerima adanya sebuah lubang kecil yang terbuka, insting pertama yang dilakukan May adalah menutup lubang itu dan melupakannya, hingga suatu hari alunan lagu menarik hati May , membuatnya membuka kembali lubang kecil itu . Melihat dan memasuki dunia yang sama sekali baru dan membuatnya mampu membuka diri dan bathinnya. Waktupun seolah memberi isyarat kepada May, sudah tiba saatnya untuk melangkah maju.

Baca Juga:  Review ‘The Social Reckoning’: Follow up yang cukup baik dari film Facebook yang ikonik

Namun apabila prosesnya semudah membalikkan tangan, maka hal tersebut tidaklah benar. Alur cerita menunjukkan penolakan, penerimaan hingga akhirnya keputusan dari diri May, untuk melangkah maju, melupakan trauma berat yang dialaminya. Delapan (8) tahun adalah waktu yang dibutuhkan oleh May.

Ayah May juga mengalami trauma . Bagi yang berpendapat bahwa trauma hanya bisa terjadi pada pihak yang mengalami, maka film ini menceritakan pula seorang ayah yang merasa trauma dan gagal menjalankan tugas utama seorang ayah, yaitu melindungi anaknya. Trauma ini pun berkembang menjadi pemasrahan total akan semua tingkah laku yang dilakukan oleh May , asalkan May mau berinteraksi dengan dirinya. Hingga menjelma di luar rumah , menjadi seorang petinju yang tidak memperdulikan kaidah dan aturan dalam bertinju.

Ayunan pukulan yang bertubi-tubi dan keras sajalah yang ingin dilakukan Ayah kepada lawan tarungnya , karena dari sinilah Ayah memiliki kuasa untuk menghukum, membalas mereka yang telah menyakiti anaknya May.  Terkadang saat keputusasaan datang, Ayahpun rela membiarkan dirinya dihajar habis-habisan, tidak mau melawan. Rasa sakit yang diterima, luka badan yang diterima, dianggap Ayah, tak sebanding dengan luka yang ditanggung oleh anaknya May.

Pesulap hadir sebagai suatu perlambang, trauma dapat disembuhkan , namun dengan waktu yang hanya dapat diterima oleh pihak yang mengalaminya dan melalui media yang hanya difahami oleh pihak yang mengalaminya.

Pada awal peristiwa, terlihat May sangat tertarik dan senang berada di pasar malam, tempat dimana banyak atraksi menarik , menyenangkan dan membuat hati May bahagia. Pesulap hadir mewakili masa dan waktu itu, namun dalam skala kecil dan mampu diterima oleh May dan traumanya. May seolah terbawa untuk melakukan napak tilas dan waktunya untuk bangkitpun tiba, membuatnya mampu kembali lagi berkomunikasi dan berjalan maju ke dunia luar, di luar kamar, rumah, jalan dan terus menuju tempat yang baru.

Baca Juga:  Film Hasut Tayang Hari Ini di Bioskop! Jadi Momen Reflektif untuk Dengarkan Suara Mereka yang Memiliki Luka dan Trauma Batin Jelang World Mental Health Day

Penulis cerita, Rayya Makarim, menyampaikan butuh waktu yang sangat lama untuk menulis cerita dan perlu riset yang sangat lama, karena alur cerita bukanlah merupakan alur cerita yang sederhana, namun ada misi yang dibawa. Dalam jangka waktu dua (2) tahun , sejak tahun 2016 hingga 2018, banyak sekali diskusi yang dilakukan untuk dapat menjelaskan tiap properti yang ada dalam film, setiap tindakan yang dilakukan oleh May dan Ayahnya.

Sutradara Ravi Bharwani lah yang mampu mewujudkan dalam bahasa film, sehingga alur cerita dapat hidup dan menarik hati para penonton yang melihatnya.

Akting para pemeran juga sangat prima. May diperankan oleh Raihaanun mampu mewujudkan tokoh yang mengalami trauma dengan bahasa tubuh dan mimik wajah yang tepat. Ayah diperankan oleh Lukman Sardi mampu mewujudkan gambaran seorang lelaki yang merasa dirinya tak berguna dan sekaligus memendam kemarahan terbenam yang dapat meledak tanpa batas.

Film ini sangat dalam maknanya, sehingga tidak cocok bagi penonton film yang menyukai adegan dan dialog yang ramai. (Nuty Laraswaty)

 

Tags: 27Lukman SardimayRaihaanunRavi BharwaniRayya Makarimstep
Previous Post

Extended Clip Brightburn Menunjukkan Adegan Mengerikan di Restoran

Next Post

Review Film The Curse of Weeping Woman

Related Posts

Hasut Membawa Kesegaran Genre Horor Baru, Dibuat oleh Sutradara Perempuan, Debut dari Ilya Sigma
Events

Cinépolis dan KlikFilm Perluas Akses Sinema Dunia: Hadirkan Malang World Cinema dan Sala de Arte

14/10/2026
Film Hasut Tayang Hari Ini di Bioskop! Jadi Momen Reflektif untuk Dengarkan Suara Mereka yang Memiliki Luka dan Trauma Batin Jelang World Mental Health Day
Horor

Hasut Membawa Kesegaran Genre Horor Baru, Dibuat oleh Sutradara Perempuan, Debut dari Ilya Sigma

14/10/2026
Film Laut Bercerita Disambut Hangat saat World Premiere  di Busan International Film Festival
Drama

Film Laut Bercerita Disambut Hangat saat World Premiere di Busan International Film Festival

14/10/2026
Film Hasut Tayang Hari Ini di Bioskop! Jadi Momen Reflektif untuk Dengarkan Suara Mereka yang Memiliki Luka dan Trauma Batin Jelang World Mental Health Day
Drama

Film Hasut Tayang Hari Ini di Bioskop! Jadi Momen Reflektif untuk Dengarkan Suara Mereka yang Memiliki Luka dan Trauma Batin Jelang World Mental Health Day

08/10/2026
Next Post
Review Film The Curse of Weeping Woman

Review Film The Curse of Weeping Woman

Please login to join discussion
[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • 10 Aktor Hebat Selain DiCaprio yang Belum Pernah Memenangkan Oscar

    429 shares
    Share 172 Tweet 107
  • 10 Superhero Marvel & DC Heroes Dengan Kekuatan Superpower yang Hampir Sama

    462 shares
    Share 185 Tweet 116
  • 10 Film dengan Konten Dewasa yang Bisa Kamu Tonton di Netflix (US)

    21738 shares
    Share 8695 Tweet 5435
  • 10 Rahasia Film Hollywood yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

    432 shares
    Share 173 Tweet 108
  • Steven Soderbergh Gantikan Matt Reeves untuk Selesaikan Syuting The Batman: Part II

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags